TIGA

46 30 80
                                    

Entah kenapa aku selalu bahagia jika di dekat mu.
-Bintang Rifaldi Andrian

.
.
.
Happy Reading

Seorang gadis cantik sedang bergelut dengan berbagai bumbu dapur.

Saat sedang sibuk memasak, seorang gadis kecil berjalan ke arah nya.

"Kak Langit,  aku mau makan pake telur ceplok yah kak." katanya dengan mata berbinar.

Langit berjongkok guna mensejajarkan tingginya dengan gadis manis di hadapannya."Dirumah gak ada telur sayang.Kakak beli dulu ya ke supermarket depan." jawabnya sambil mengusap rambut gadis ini pelan.

"Siap kakak cantik." balas gadis tersebut sambil tersenyum memperlihatkan deretan giginya.

                             -0o0-

Saat Langit ingin menyebrang tiba tiba dari arah berlawanan motor melaju dengan kecepatan tinggi.

Bruk

Langit jatuh dalam keadaan bersimbah darah. Sayup sayup ia mendengar suara orang yang memanggil nama nya. Sebelum matanya terpejam.

                             -0o0-

Ia segera melajukan motor nya dengan kecepatan tinggi.Bayang bayang ayahnya selalu muncul di otaknya.

Dan tiba tiba ada orang menyebrang mendadak dan

Bruk

Bintang langsung turun dari motor yang ia kendarai.Berjalan mendeketi orang yang ia tabrak.Betapa terkejutnya dia saat melihat siapa yang ia tabrak.

Langit!

Langit Adinda Mahesa si bad grils yang berani mengganggu pikirannya beberapa hari ini.Keadaan nya bersimbah darah , dahi nya memar , serta tangan dan kaki nya lecet.

Ia pun segera membawa Langit ke rumah sakit yang tak jauh dari sana.

Kedua tungkai ku lemas.Entah kenapa aku sangat khawatir padanya.Apalagi setelah mengetahui bahwa tangan kanan nya patah

Bagaimana jika kedua orang tua Langit tahu?

Aku benar benar di buat frustasi!

"Jadi kamu yang nabrak kak langit." Aku kaget sekaligus takut.
Pelan pelan aku mendongkak kan kepala ku keatas seorang anak kecil tengah menatapku.

Aku membuang nafas dengan kasar.

"Iya gue yang nabrak langit , lo ga perlu takut. Gue bakal tanggung jawab.Oh,ya nama gue Bintang gw satu sekolah sama kakak lo.Jadi lo tenang aja gue bakal jagain kakak lo sampe tangan nya sembuh."

"Oke kalau begitu."

Dua minggu sudah Langit dirawat. Tetapi gadis itu belum membuka matanya.

Bintang menarik nafas gusar.Ia menangis dalam diam.Khawatir tentu nya.

"Cepet bangun dong.Aku kangen kamu.Sekolah sepi tau ga ada kamu, ga ada yang suka ngerusuhin." ucap Bintang sambil menahan air matanya.

                           -0o0-

"Dek, emang kamu ga bosan pergi ke rumah sakit setiap hari?"

Pertanyaan mama tadi membuat ku binggung.Mengapa aku harus bosan? Bukan kah itu kewajibanku bertanggung jawab atas dirinya?

𝙰𝚔𝚞,𝙺𝚊𝚖𝚞 𝚍𝚊𝚗 𝙻𝚊𝚛𝚊[𝙾𝚗 𝙶𝚘𝚒𝚗𝚐]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang