Bab 12

35.5K 688 7
                                    

Jangan lupa v&k

💐

"Papa apa-apaan sih! Devan nggak mau dijodoh-jodohin gitu Pah! Papa nggak bisa nanya Devan dulu? Jangan ngambil keputusan sendiri."

"Devan!" tegur Bunga, ibu Devan.

"Papa nggak pernah minta apa-apa dari kamu Devan. Malahan kamu yang selalu minta ini-itu ke Papa dan selalu Papa turutin. Apa Papa nggak boleh nuntut sesuatu sekali aja sama kamu?" ujar Geral sembari menatap putra satu-satunya yang sedang duduk di hadapannya itu dengan wajah kesal dan memerah. Geral tau Devano marah dan tidak terima, tapi ini sangatlah penting.

"Tapi Devan punya pilihan sendiri Pa. Devan nggak mau dijodohin kayak gini. Norak tau nggak,"

"Jaga ucapanmu Devan. Papa dan Mama udah bersusah payah membesarkanmu dan ini balasan yang kami terima? Papa cuma minta satu hal sama kamu dan tidak bisa kamu turuti?"

"Kamu nggak harus nikah sekarang kok sayang. Habis lulus sekolah baru kamu nikah. Bahkan kamu masih bisa kok lanjutin kuliah bareng Thalita," ujar Bunga lembut sembari mengelus lengan Devano.

"Devano nggak mau Ma!" Devano menatap ke arah Bunga dan Geral bergantian dengan tatapan kecewa. Ia beranjak dari sofa dan berjalan keluar dari rumah tanpa perduli Geral yang memangil namanya berulang kali.

***

"Gila kali gua dijodohin,"

"Terima aja lah Van. Mayan anjer naeana lo. Kawen aja besok trus unboxing deh," celetuk Gerry.

"Haha anjrit. Cantik kagak? Sekolah di mana dia?" tanya Daniel.

"SMA Trisatya," jawab Devano.

"Wahh pasti bening tuh. Gua juga sering janjian sama cewek-cewek Trisatya. Cantik-cantik euyy," tukas Daniel.

"Gua juga sih udah coba beberapa," timpal Gerry.

Devano berdecak. Ia memejamkan matanya sembari bersender di sofa. Ia juga tak tau mengapa ia menoleh perhodohan ini. Padahal tak ada ruginya juga untuk Devano. Dia pun sedang tidak mencintai siapa-siapa.

"Gua mau ke club," ujar Devano sembari berdiri dari sofa.

"Skuy lah gua juga ikutan," ujar Daniel.

"Gas," ujar Gerry.

***

Alexa mengerutkan keningnya kala mendengar keributan di lantai bawah. Kegiatannya yang sedang menulis di buku terhenti. Alexa beranjak menuruni tangga dan berhenti di tengah-tengah ketika melihat ayah dan ibunya sedang bertengkar hebat.

Jujur, Alexa belum pernah melihat kedua orang tuanya bertengkar hebat seperti ini. Karena keduanya lebih sering menghabiskan waktu di kantor dan lupa akan kehadiran dirinya.

"Kamu pikir aku nggak tau kebejatan kamu? Jangan merasa kalau kamu paling benar!" ucap Sarita dengan suaranya yang keras.

"Apa maksudmu Sarita? Bukannya kamu yang udah selingkuh sama Eros? Bisa-bisanya kamu selingkuh sama tangan kanan aku sendiri!" balas Damar dengan suara tak kalah kerasnya.

DEVANOTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang