Oke gue cukup tau. Dia cobreng yang kayak tai. Sungguh kelewatan kelakuannya itu. Gue kesel sama dia!

Oke, aku belum cerita. Kita kembali di saat saat yang Keyla tunggu

"Lo mau ga jadi pacar gue?" Suara lembut khas Angga kini memasuki telingaku, ku mencerna omongannya secara perlahan. Tangannya masih memegang tanganku, ia juga masih berlutut.

Ku tatap matanya yang juga sedang menatapku, dengan tampang watadosku, aku mengedip-kedipkan mataku. Yaiyalah! siapa coba yang percaya sesosok Angga nembak gue?! gada yang percaya, gue sendiri aja ga percaya.

"Gimana?" Tanya Angga, laki-laki blasteran Indo-Jepang ini sedang menatap mataku dalam dalam. Lalu ia bertanya padaku"Apakah hari ini kau senang? kau sudah cukup ngapung denganku?" Kini ia mulai melepaskan tangannya, dan ia sudah mulai berdiri.

Ku anggukkan kepalaku. Sedetik kemudian dia bersorak senang. Lalu ia berkata lagi "Makasihh yaa La, akhirnya misi gue udah selesai! Jangan dianggep beneran ya, Haha"

"Maksudnya?" Ku heran dengan kata katanya

"Ini tuh sebenernya tantangan dari Justin, kemarin kita main ToD dan katanya tantangannya nya gue disuruh bikin lo seneng seharian penuh dan berhasil, Haha, Maaf ya" Ia berkata seperti itu dengan tertawa konyol, mungkin dia senang berhasil jailin aku, Tai.

Sudah kuduga.

Bego. Kenapa gue malah ngangguk coba? ish kalo tau gini, gua gabakalan ngangguk. sekarang gue harus gimana? gue malu! cowok sekeren dia ternyata mampu menjadi seseorang yang jail ga ketulungan, benci! Senyuman manis sebelumnya hanya sekedar senyuman palsu! Dia bersenyum manis ga tulus dong? tai.

"Bete!" Hanya kata itulah yang kulontarkan saat situasi ini, kakiku hendak pergi melangkah jauh darinya, namun ia memegang tanganku

"Kemana?" Prettt hanya itu kata kata yang ia lontarkan setelah kejadian ini.

"Pulang!"

"Lo jangan salah paham, gue gak maksud mainin perasaan lo, gue juga tau lo ga suka sama gue, makanya tadi di balkon gue nanya kan? Kalo seandainya lo suka sama gue, dan gue tau, gue ga bakal kayak gini"Kini ia memegang erat tanganku, mata yang ingin permintaan maafnya di terima. Mata itu..sangat lucu dan unik.

"Iya, yang nyuruh lo dare kayak gini Justin?" Kini aku melepaskan tangannya dari genggaman. Aneh ya.

"Iya La"

Aku melirik ke kanan dan ke kiri. kini aku menemukan seseorang yang sedang bersembunyi di antara pohon. Kini anak itu sedang tertawa terbahak bahak. aku pergi menghampirinya.

Plaaakkk

Sebuah tamparan muncul saat aku menemukan dia. Dia memang benar Justin. Kini laki laki itu terdiam setelah tamparanku berhasil sampai ke pipinya.

Laki laki itu kini memegang pipinya, "Bales dendam sist?" kata kata yang menjengkelkan. Dia laki laki macam apa coba?!

"Tai banget ya lo. Lo nyuruh Angga ngelakuin hal yang kayak gini? Gue kesel sama lo" Setelah berhasil aku mengungkapkan kata kata tersebut, aku langsung meninggalkan mereka berdua.

Coba? Tai banget ga sih? Di sisi lain aku membenci Angga, di sisi lain aku benci Justin.

Aku kesel. bete. malu. sakit hati. aral. kecewa. sedih. marah. kini semua itu bercampur aduk. Aku kepada Angga kini seperti Cinta dan Benci. Aku kepada Justin kini seperti Cogan yang kubenci.

Aku sampai di rumah. Jalanku tadi cepat, saking aralnya. Bang Gafrin membukaan pintu untukku dengan senyumannya yang hangat.

"Lo kenapa?" Itulah kata kata yang bang Gafrin ucapkan saat aku masuk.

Stalker✨Baca cerita ini secara GRATIS!