Jason Willyo

147 16 0

"Rahasianya adalah............" kak Brian menggantung kata katanya. "Apa?" Tanyaku dan kak Felise bersamaan. Bikin penasaran banget..

"Mau tau?" Kini Gio bersuara. "Mau!!!" Jawabku dan kak Felise bersamaan dengan semangat 45.

"Kalo Della mau tau..." kata Gio "cium aku dulu. Hehehe.."

"Ewh! Gak jadi deh.." tolakku.

"Iya, kalo Felise mau tau, cium aku juga dulu" kata kak Brian.

"Felise bakal jadi punya gue! Jangan rebut!" Kini kak Elbert bersuara setelah dari tadi diam.

"Wueeee.... punya gue kale!" Ejek Brian. "Gimana, Fel? Setuju gak?" Tanya kak Brian pada kak Felise. "Gak jadi deh.." kata kak Felise pasrah.

"Oh! Aku tau! Gak mau ngasih tau ya? Oke, sampai kapanpun aku gak bakal nerima cinta kalian deh" kata kak Felise lagi. Oh! Ide yang bagus! Kenapa gak terpikir olehku ya?

"Eh eh eh eh.. iya deh.. aku kasih tau. Sebenarnya, kami tadi susun rencana. Rencananya sih.. Gio mau rebut hatinya si Della dan aku mau rebut cintanya kamu, Fel.." jelas kak Brian. "Ya.. kami susun rencana" sambungnya.

Semuanya melotot ke arah kak Brian karena membocorkan rahasia mereka. Clara yang sedang minum air langsung tersedak. Bella yang terkejut langsung jatuh dari kursi yang didudukinya.

"Pembocor rahasia" gumam Gio kesal. "Rencananya apa?" Kak Felise tanya lagi. "Oke, itu cukup, Fel. Aku udah dipelototin kek gini.. sekarang terima aku ya? Please?" Pinta kak Brian. "Enak aja! Felise terima aku aja" kata kak Elbert lagi.

"Gak akan. Aku terima kalau Della setuju. Ya kan, Del?" Tanya kak Felise padaku. Aku mengangguk. "Tapi sayangnya aku susah menyetujui apa kata cowok. Jadi kalau mau minta persetujuan, buat aku jadi benar benar yakin sama kalian dulu dong. Bleee..." ejekku.

"Okedeh. Caranya gimana?" Tanya kak Brian dan kak Elbert bersamaan. Haha!!! Rahasia sekaligus rencana kalian kebocor deh!

"Salah satu caranya ya.. kasih tau rencananya!" Tantangku. "What?" Gumam Gio gak percaya. "Ih! Jangan main curang dong dek!" Seru kak Felix kesal. Aku dan Felise tertawa bersama. Felise menjulurkan lidahnya ke arah kak Felix dengan senyum mengejek.

"Gak mau? Yaudah. Sampe kapanpun aku gak setuju!" Kataku dan kak Brian serta kak Elbert meminta untuk mendapatkan kesempatan menjawab.

Kak Felise menahan tawa. "Ehm.. rencananya gini.. pulang nanti, Gio nganter Della pulang, Bella sama Clara ikut kak Felix dan kak Gil, trus Felise aku yang bawa pu--" belum selesai kak Brian bicara, kak Elbert memotong "aku yang bawa pulang!!!" Teriaknya. Mereka terus terusan berdebat. Hingga akhirnya aku bersuara.

"Kak Felise dan Clara ikut Della pulang. Bella mau ikut siapa?" Tanyaku ke Bella. "Ih! Gak bisa gitu dong!" Tolak Gio, kak Brian dan kak Elbert bersamaan.

"Bella ikut kak Della aja. Mereka semua laki laki masa cuma Bella aja yang perempuan? Bella ikut kakak. Boleh ya?" Pinta Bella. "Boleh kok" jawab kak Felise.

"Yaudah, yuk pulang!" Ajakku lalu berlalu disusul Clara, kak Felise beserta Bella.

Sebelum aku benar benar keluar ruangan, aku mendengar desahan pasrah mereka semua ditambah gumaman Gio, "susah sekali meluluhkannya". Begitulah gumamannya.

***

Kami bermain dirumahku. Lebih tepatnya di kamar. Kami melompat lompat di ranjang. Dan kami curhat sesama lain. Curhatan paling mengejutkan adalah curhatannya si Bella.

"Jason baik loh, kak.. dia ganteng.. manis.. hehehe.. Bella suka deh.." katanya. Oh my God.. kenapa adekku gak keturunan sifatku ya?

"Iya, Ardi juga gitu. Ganteng, manis, dan.. dan.. so sweet deh!!" Teriak Clara heboh. Sekarang Clara ketularan Bella nih..

Hard to LoveBaca cerita ini secara GRATIS!