London my new hometown.

28 5 2

Dan disinilah gue, di kota dimana orang bekerja keras untuk memenuhi kebutuhannya, dimana orang rela berkorban demi cintanya, dimana tidak terdapat macet sama sekali. Gue menghirup nafas dalam-dalam dan menghembuskannya. 'So this is London!' kata gue dalem hati. Gue pun memejamkan mata, menikmati udara senja hari London. "Jeanne! Ayo kita ketempat istirahat dulu" kata mama. Kita sekeluarga langsung naik taxi menuju Hotel Leavist. Sepanjang jalan mata gue terus tertuju ke arah jendela, gue sangat menikmati pemandangan London yang begitu indah, seperti baru masuk surga. Gue sempet beberapa kali berfikir apakah ini cuma mimpi trus gue nyubit tangan gue dan rasa nya sakit. 'This is not a dream' kata gue tak percaya. Beberapa menit kemudian. Sampailah gue dan keluarga gue di Hotel Leavist. Gue langsung terpaku pas ngeliat betapa besarnya hotel gue. Dengan penasaran gue dan keluarga gue langsung masuk hotel. 'Yaampun. Hotelnya mewah banget' kata gue dalem hati. Di lobby pemesanan kamar ada lampu besar yang menghiasi dinding, di lantai terdapat karpet berwarna merah maroon yang terukir garis biru. Gue terus memandangi sekeliling hotel dengan senangnya seakan akan gue udah lupa sama semua hal yang ada didunia ini. Mata gue cuma terpusat ke hotel tersebut. "Permisi, Silahkan barangnya di taruh disini, kami akan membawanya ke ruangannya" Kata seseorang pelayan hotel yang membuyarkan gue dari lamunan. saat papa dan mama ke tempat pemesanan dan pemberian kunci kamar, gue, Alvaro sama Ka Nael menunggu mereka di lobby. Tak lama kemudian terlihat mama membawa kertas struk dan kartu untuk membuka kamar. Kamar kita dipisah jadi 2 tetapi papa mesen 2 kamar yang bisa room connected. Papa, alvaro sama Ka Nael tidur bareng sedangakan gue sama mama tidurnya pisah dari mereka. Ya secara gue kan cewe sendiri, gak mungki  lah ya gue disuruh sekamar bareng kaka ade gue yang cowo, dan mama papa gue tidur sekamar. Sampe dikamar, tanpa basa basi gue langsung mandi. Karena badan udah ga enak banget rasanya. Sementara itu mama beresin barang-barang kita. Selesai mandi badan gue langsung jadi seger banget. Papa suruh kita semua mesen makanan supaya makanannya bisa dianter kekamar. Sekitar 20 menit kemudian setelah gue mesen. Ada suara bel room dari depan trus terdengar suara "Room Service!". Gue langsung membuka pintu dan gue lihat dua orang pelayan hotel yang membawa makanan. Gue pun langsung menggambil makanan itu dan bilang "Terimakasih".

**********Esok harinya***********

Sinar matahari pagi membangunkan gue dari tidur. Pas gue melek, gue baru nyadar 'Oh iya, gue kan udah tinggal di London' dalem hati gue. "Eh Jeanne! Cepetan mandi sono! Papa sama mama udah sarapan duluan dibawah. Ntar kita langsung pergi!" kata ka Nael. "Iya ka..." kata gue sambil bangun dari tempat tidur. "Oh ya, kantor papa ngasih papa mobil baru buat diLondon tuh. Mau liat ga? Makanya cepetan!" lanjut Ka Nael. Really??? Bener kah?? Ya Tuhan kantor papa baik banget, udah dipindahin ke London, udah dikasih rumah baru trus dikasih mobil lagi. Gue pun langsung buru buru mandi dan langsung pake baju. Setelah semuanya udah siap. Kita kebawah. Di ruang sarapan terlihat mama dan papa sedang sarapan. "Ayo kalian makan dulu, 1 jam lagi Papa udah harus kerja" kata papa. "Oke sip pa!". Setelah papa selesai makan, papa bilang kalo dia mau langsung kekantor. "Ayo cepetan makannya, mama harus daftarin sekolah kalian semua!" kata mama. "Iya ma" jawab kita serentak.

**********Beberapa jam kemudian*********

Kita semua pun balik ke hotel lagi, sebelumnya mama usah daftarin kita gue masuk kelas 3 SMP di Emeralds School, kak Nael masuk semester 1 kuliah di Oxford University, dan Alvaro masuk kelas 5 sd di KinderFields School. Besok kita semua udah harus sekolah. Rasanya gue ga pengen sekolah, karena udah keenakan santai-santai di London. Tak terasa waktu berjalan cepat menunjukan pukul 7 malam. Kita harus beres beres keperluan sekolah besok dan langsung istirahat, entah mau langsung tidur atau masih mau nonton tv, karena kita ga mau ngesia-siain waktu santai yang tersisa cuma buat tidur,  kita semua memutuskan untuk nonton tv. 1 jam kemudian papa pulang dengan membawa bungkusan makanan dan 5 buah cup Starbucks. Meskipun gue udah makan jam 5 sore tadi, tapi rasanya gue masih mau makan lagi karna makanan-makanan di London rasanya enak banget. Setelah makan, kita semua langsung bersih-bersih badan dan langsung tidur. Gue berdoa supaya hari pertama gue besok sekolah di London bakalan menjadi hari terindah dalam hidup gue. Semoga gue bisa dapet temen-temen baru yang peduli sama gue. Gue pun memejamkan mata, berharap besok kan menjadi hari yang indah.

Hai semua! Sampe juga kita di part yang ke 4 ini. Btw ini first story yang pernah gue tulis loh. Jadi comment and vote kalian bakal sangat membantu buat cerita gue supaya lebih maju! Thanks atas partisipasi kalian! -Precioustar_

Tears Of Jeanne ( Slow Update )Baca cerita ini secara GRATIS!