Salsa dilarikan kerumah sakit.entah kenapa kami bisa keluar dari Villa Nenek Sihir itu.Banyak tanda tanya di hati Salsa.
"Aku dirumah sakit ya?"tanya Salsa sambil menahan sakit di sekujur tubuhnya.Rengga yang ada di sampingnya sedang tertidur langsung terbangun
"Kamu udah sadar sayang"matanya sembab wajahnya kucel.
Mama dan tante Siska langsung menghampiri Salsa.
"Ya ampun Salsa akhirnya kamu teh siuman juga.kamu tahu gak waktu kamu belum sadar dia disini nungguin kamu.padahal dia juga masih belum sehat.udah gitu ya Rengga sampe nangis-nangis segala Tante baru dua kali liat Rengga nangis.waktu di tinggal meninggal Angel sama kamu"celetuh Tante Sisa dengan logat sundanya.Salsa hanya membalas dengan senyuman sedangkan Rengga yang ada di hadapan ku langsung menunduk malu.
"Seneng ya denger kaya gitu?"bisik Rengga sambil memegang tanggan Salsa.
"Bisa aja keless.."sahut Salsa sambil memukul kecil tubuh Rengga.Saat kamu sedang asyik ngobrol tiba-tiba Hp Rengga berbunyi dia lalu keluar kamar.mukanya terlihat serius.Salsa semakin penasaran.
"Telpon dari siapa ya?"tanya Salsa dalam hati.tak beberapa lama kemudian Rengga masuk lagi kekamar dan langsung pamit keluar.
"Aku keluar dulu ya sayang"pamitnya sambil mencium kening Salsa.Tak ada balasan apa pun dari Salsa.

Malam pun semakin larut Rengga tak kunjung datang.malam ini aku hanya ditemani oleh Ardian
"Thank's ya dri kmu dah mau nemenin aku"sahut Salsa.Ardian hanya tersenyum pada Salsa sambil membetulkan posisi tempat tidur Salsa.
"Dri kamu tahu kemana Rengga?"tanya Salsa sambil memencet remot Tv.
"Gak tahu"jawab Ardian datar
"Di tas ku ada coklate Dri,kmu kalau masih laper makan aja coklatenya"sambil menujuk ke arah Tas yang berada tak jauh dari Ardian duduk.
"Hm.."jawaban yang singkat
"Pasti kamu disuruh Rengga ya buat jagain aku?"tanya Salsa semakin penasaran
"Ya..kamu kan tahu sendiri aku ini takut ke rumah sakit kalau dah malem gini,tapi demi dua sahabat ku ini.pengecualian"lalu Ardian tertidur pulas
"Dasar pelor"gerutu Salsa dalam hati sambil melempar bantal ke arah Ardian
          Ga,kamu dimana?

Aku masih kangen nich.kamu kok gak balik lagi kerumah sakit?
Dikirimnya sms itu ke Rengga,tapi tak satu pun di balas.

Keesokan paginya..
"Bangun pemalas"Salsa lalu membuka matanya dia tahu betul suara itu.
"Rengga..."dia mencoba berjalan kr arahnya dan memeluknya.
"Aku kangen.kmu?"tanya Salsa manja.Rengga hanya tersenyum lalu menarik Selimut Ardian yang masih pulas tertidur.
"Wooyyy!bangunnnn!"teriak Rengga sambil menarik selimut Ardian.
"Hmm.."Ardian menarik selimutnya kembali
"Di ada suster sexy tuch"ledek Rengga
"Mana?mana?"Ardian lalu terbangun sambil celingak celinguk.
"Gak ada suster sexy Ga"sambung Ardian.Salsa hanya bisa menahan tawa melihat tingkah mereka.
"Dasar cowo gak bisa liat cewe sexy dikit.aku kan juga gak kalah sexy"gerutu Salsa sambil berjalan ke arah tempat tidur.
"Kamu emang sexy Sa,tapi kan kamu udah punya Rengga jadi gak mungkin aku ngelirik kamu.lagi pula kamu dah aku anggep seperti saudara sendiri"sambung Ardian masih sambil celingak celinguk.
"Cewe sexy ada di luar"celetuk Rengga dengan gesit Ardian lari keluar.
Rengga tertawa geli melihat sikap Ardian yang seperti itu.lalu Rengga datang mendekati Salsa.
"Kamu mau apa?"tanya Salsa
"Kita tinggal berdua"jawab Rengga jail sambil menaikkan alisnya.
"Maksud kamu?"lalu tubuh Rengga mendekat.
"Kamu mau apa?"tanya Salsa kembali sambil mendorong tubuh Rengga.tapi usahanya gagal tenaga Rengga cukup kuat.tubuh kami mendekat Salsa tak berani menatap mata Rengga. dia hanya menunduk malu.
"Kenapa?"tanya Rengga dengan Senyum ala Lee men Ho nya.
Aissh..melihat senyumnya itu sudah pasti akan membuat wanita mana pun terpesona.Pantas saja Tasya tak rela kehilangannya.
"Ya terus kenapa kalau kita cumen berdua?"tanya Salsa kembali
"Aku mau kangen-kangenan sama kamu,aku takut gak bisa kaya gini lagi"matanya semakin tajam menatap Salsa.Mereka pun berciuman.
   "Aduuhh..jijik banget sich liat kalian.gue berasa lagi liat adegan Romei dan juliet"suara itu mengagetkan kami.Ardian yang tiba-tiba masuk dan melihat kami berciuman.
"Udah abis ini kalian nikah aja"sambung Ardian lalu pergi keluar mencari mangsa.
Salsa hanya menunduk malu wajahnya memerah.Rengga hanya tertawa.
"Emang kamu mau nikah sama aku?"tanya Salsa.wajah Rengga lalu berubah saat Salsa bertanya soal itu.Salsa tahu betul pasti ada yang disembunyikan
"Kamu yakin gak apa-apa?"tanya Salsa meyakinkan
"Gak apa-apa sayang"jawab Rengga sambil mengelus Rambut Salsa.Ditarik tangganya Rengga sambil berjalan ke arah tempat tidur.
"Mau apa?"tanya Rengga
"Kita tidur berdua disini ya"jawab Salsa sambil menujuk ke arah tempat tidur.
"Kamu mau kita....?"tanya Rengga dengan senyum jailnya.
"Aissshh..Rengga kamu mesum banget sich"jawab Salsa sambil memukul Rengga dengan bantal.
Lalu Rengga menggendong Salsa dan menidurkannya di kasur.Rengga pun ikut tidur disebelahnya
Dipeluknya Salsa dengan erat.
"Ga..aku gak bisa napas kalau kamu peluknya kaya gini"
Tapi Rengga tak juga mengendurkan pelukannyà.
"Jangan bantah"bisik Rengga napasnya terdengar ditelinga.Tapi Salsa hanya pasrah.
"Aku sangat mencintaimu Sa"celoteh Rengga sambil mencium leher Salsa dari belakang.
"Renggaaa..geli ah..kamu jail dech"sahut Salsa sambil membalikan badannya.
"Tolong apa pun yang terjadi percaya aku ya Sa"tangannya mengelus wajah Salsa.Salsa hanya membalas dengan senyuman matanya sudah sayu.tak berapa lama kemudian Salsa tidur

CINTA SEMUBaca cerita ini secara GRATIS!