1.5K 85 0

jongin pov'

aku melihat jam tanganku. 17.25.
hari yang tidak terlalu berat, karna setelah insiden soojung dan anak baru tadi siang, itu membuatku ingin muntah aku memilih bolos daripada aku semakin muntah.

aku mengitari komplek rumahku dan kemudian melewati rumah soojung. rumahnya tertutup rapat dan kemudian aku melihat seseorang keluar dari pintu pagarnya.

Jessica Noona.

aku niatnya ingin menghindar-
ternyata dia sudah melihatku duluan. " noona! " teriakku membuat jessica nuna tersenyum dan menghampiriku.

"tumben sekali kau keluar-" ucapku membuatnya memutar kedua bola matanya pelan "aku disuruh membuang sampah." dengusnya membuatku terkekeh pelan. jessica nuna memang tidak suka keluar dari rumah kecuali dia sedang urusan kuliah atau apalah- dia lebih memilih tidur katanya. calon istri apa dia? ckck.

dulu aku pernah menyukai jessica noona- tapi, yasudahlah ya. aku tidak suka membahas masa lalu.

"hei- apa kau melihat soojung? dia belum pulang sama sekali. dan, YAK- kenapa kau melepas seragam mu sesuka hatimu HAH!!" teriakan nya membuatku meringis.

tapi- APA!?
soojung belum pulang? dan hell. jam berapa ini? "KALAU BEGITU AKU AKAN MENCARI SOOJUNG. NOONA SEE YOU." ucapku dan mempercepat laju skateboardku.

aku mencoba menelponnya.
"nomor yang anda tuju sedang sibuk, cobalah beberapa saat lagi."
lagi-lagi aku mencoba.
"nomor yang anda tuju sedang sibuk, cobalah beberapa saat lagi."

sial. dimana dia.

"jung soojung. angkatlah."desisku. aku kemudian melewati 'kamong cafe'. aku dan soojung biasanya kesini ketika pulang sekolah dan sepertinya aku melihat dia disana.

itu dia- aku melihatnya yang sedang tertawa dengan anak baru itu.

aku tersenyum melihatnya. dia tetap cantik.
meskipun nantinya dia tidak menyukaiku juga.

kemudian dia melihatku- aku berusaha lari namun dia sudah keluar duluan dan menahan tanganku, "apa?" tanyaku sinis, dia memandangku dari ujung kaki sampai kepala.

"kau baik-baik saja kan? kau bahkan tidak masuk kelas pada saat pelajaran favoritmu. kau sakit ya?" tanyanya yang sedikit berjinjit kemudian meletakkan tangannya di dahiku, membuatku menepisnya.

"jangan sok peduli." ucapku.

"YA- PABOYA. wae geurae." tanyanya dengan dahi yang berkerut. "aku sudah untung mau menanyai keberadaanmu. kenapa sih?" tanyanya membuatku mengalihkan pandanganku.

anak baru itu- myungsoo atau apalah namanya. tidak berkutik dan hanya memandang kami dari kaca itu.

"kenapa kau belum pulang HAH!? AKU MENCARIMU BERJAM-JAM. JESSICA NOONA BERTANYA PADAKU KAU DIMANA. DAN KAU MALAH DISINI. SUDAH. MASUKLAH. PACARAN SAJA SEPUASNYA. DAN OH YA TOLONG BILANG ANAK BARU ITU- ITU KURSIKU." bentakku membuat soojung terkejut.

aku tau apa yang akan terjadi, soojung akan menangis. dan apa yang sebenarnya dipikiranku hah!? kenapa aku membentaknya-_-

dia mulai meneteskan air matanya, punggungnya mulai bergetar, aku bersumpah. dari 10 tahun yang lalu sampai kemarin, aku berani memeluknya tidak untuk sekarang.

anak baru itu keluar. "YA Kim Jongin- kenapa kau membentaknya HAH!?" teriaknya didepanku. wah- wah. Jago juga dia.

"jangan membentakku."

"jangan sebut namaku."

ucapku sinis membuat myungsoo terperangah melihatku, soojung hanya bingung dan mulai memeluk myungsoo- OH TUHAN.

"kim jongin wae? mi...mianhae. maafkan aku sudah membuatmu mencariku kemana-mana. hapeku lowbatt." ujar soojung masih dengan isak tangisnya, "sudah kubilang jangan pernah sebut namaku lagi jung. soojung." desisku.

BHAK-
satu tonjokkan mendarat di pipi kananku. sial. mengeluarkan darah, myungsoo menonjokku. bisa-bisanya dia. aku mengarahkan tanganku ke hadapannya dan menarik kerah bajunya. tapi, soojung malah berlutut didepanku dan menangis.

"kim jongin- jebal andwaeyo." ucapnya membuatku ingin melampiaskan semuanya pada orang dihadapanku.

kau bisa merasakannya kan?
disaat orang yang kau cintai malah memilih orang lain? dan dia bahkan tidak peduli saat kau terluka? aku begitu.

aku menyentakkan tangan soojung dari kakiku dan naik ke skateboardku. aku rasanya ingin mati merasakan tonjokkan yang bahkan memar di sudut kiri. sialan-. tapi aku tidak merasakan sakit yang luar biasa dibanding melihat soojung berlutut didepanku demi myungsoo.

3 things.Baca cerita ini secara GRATIS!