Bab 9: Awal Kesalahpahaman

618 39 2

Supeeeer late update, I know :(( Sorryyyy

Baru fresh dibuat selama dua hari ini. Masih belum diedit. Tell me kalau ada yang aneh atau tidak sesuai dengan bab -bab sebelumnya

Bab 9: Awal Kesalahpahaman

 

            Sekali tertangkap pemburu vampire? Sial. Tertangkap lagi? Dua kali sial!

            Itulah yang kupikirkan ketika aku tersadar. Aku sudah lelah dengan semua drama dimana aku, dengan tak beruntungnya, menjadi tokoh tak penting yang selalu menjadi tawanan. Apakah aku sepayah itu? Kita semua tahu bagaimana akhir tokoh seperti itu. Mereka akan pergi. Atau mati.

            Aku jelas tak mau mati ditangan pemburu kejam itu. Oh ya ampun, aku salah. Aku tidak tertangkap oleh pemburu yang kejam. Kali ini aku ditangkap pemburu yang tampan.

            Astaga. Aku mulai tidak waras.

            Seseorang harus memaklumiku. Bayangkan saja aku, vampire lemah yang ketakutan akan keberadaan pemburu vampire dan berharap tidak terlibat dengan mereka, malah menjadi terlibat terlalu jauh. Jika ada yang belum tahu, para pemburuitu suka sekali berdekatan denganku (baca: Alex) dan hobi menangkapku kapan saja dan dimana saja (baca: Sandra dan Alex). Jika ketiga kalinya aku tertangkap, bisa jadi mereka sudah tahu kalau ternyata aku adalah vampire.

            Aku membuka kedua mataku perlahan dan mengerjap –ngerjapkannya. Otakku bekerja secara lambat untuk memproses keberadaanku. Kepalaku terasa pusing dan suara –suara pelan layaknya dua orang yang sedang berdebat sama sekali tak membantu. Aku berusaha keras memfokuskan diri pada suara itu.

            “Apakah itu tidak berlebihan?” tanya seseorang dengan gusar.

            “Sama sekali tidak. Aku tidak ingin dia kabur,” jawab suara lainnya dengan tajam. “Terakhir kali aku melepaskannya, dia malah kembali ke sana.”

            Apa yang mereka bicarakan? Aku mengerutkan kening dengan bingung. Lambat –lambat aku mulai menyadari dimana keberadaanku. Tempat ini sangat gelap. Hanya ada cahaya lilin remang –remang di sudut ruangan. Dinding –dindingnya dibangun dari batu –batuan kasar yang terlihat menonjol di sana –sini. Apakah ini gua atau apa? Tidak, sepertinya ini bukan gua.

            Ini ruang bawah tanah.

            Aku ditidurkan di atas kasur kecil yang tidak cocok disebut kasur karena terlalu keras dan tidak nyaman. Aku mengangkat salah satu tanganku dan menyadari bahwa aku dirantai. Aku berusaha menariknya tetapi rantai itu tidak lepas. Aku menelusuri rantai itu dan melihat bahwa ujungnya ditempel pada patok yang sepertinya sudah menyatu dengan dinding.

            Mendadak aku mengerti apa yang dimaksud dengan berlebihan.

            “Ada sesuatu tentangnya dan kau tahu itu,” ucap suara kedua yang kemudian kukenali sebagai suaranya Sandra. “Dia bukan manusia biasa.”

            Memang bukan. Aku bukan manusia tapi vampire, ejekku dalam hati.

            Ini benar –benar konyol.

            Aku menoleh mengikuti sumber suara itu dan melihat dua siluet bayangan agak jauh dari tempatku tidur. Samar –samar aku melihat Sandra yang mengenakan tudung bewarna hitam, sama persis dengan yang dipakainya waktu pertama kali kita bertemu. Dihadapannya berdiri Alex yang tidak merasa perlu repot –repot menutupi wajahnya seperti halnya Sandra.

The GuardianBaca cerita ini secara GRATIS!