Jika Kutukan Menjadi Nyata #2

456 35 4

Esok harinya....

Rasanya banyak sekali yang berbisik-bisik dengan nada iba. Aku hanya mencoba untuk tidak peduli, tetapi akhirnya aku membuka SSN dari hpku saat sampai di kelas.

Ternyata kemarin ada kecelakaan tragis yang menimpa salah satu murid di soklah ini dan mati subuh tadi. Saat aku terus membaca berita itu ke bawah aku melihat foto siswa yang kecelakaan. Betapa kagetnya aku saat melihat foto siswa itu. Dia siswa playboy yang ku kutuk beberapa bulan lalu.

Jangan salah loh ya... aku mempunyai daya ingat yang tinggi, karena itu IQ-ku tinggi.

Seketika itu aku mengingat apa yang dikatakan orang misterius kemarin. Aku langsung menyingkirkan pikiran itu dan berpikir hanya 'kebetulan' semata. Aku berbikir kejadian ini hanya 'kali ini' saja

Tetapi pernyataanku salah! Dalam beberapa minggu ini kejadian itu terus terulang. Bahkan ada yang paling mengerikan. 'Mati tampa sebab' ada yang berani memotonya. Dikepala keluar darah seperti di pukul bagian kepala, tetapi tidak di temukan memar di kepala. Mulut dan hidungpun juga mengeluarkan darah tampa sebab yang pasti

Karena kejadian itu, saat istirahat aku pasti menuju taman dan ketakutan sendiri.... ternyata tidak untuk hari ini....

"Tsukomi? Kenapa kau ada di sini sendirian?" Tanya Kiyateru yang terlihat kawatir

"Kiyateru...." panggiku lemas, seketika itu aku langsung menangis karena katakutan.

"Eh? Eh? Ada apa?" Tanya Kiyateru mendekatiku. Entah kenapa, aku langsung memeluknya kencang dan aku merasa tanganku gemetar

Sepertinya Kiyateru tau dan mengelus kepalaku lembut

"Tenanglah... aku di sini..." ucapnya lembut. Akupun mulai tenang dalam pelukannya dan tak terasa aku tertidur

Saat aku bangun aku melihat tirai di sampingku dan menebak aku ada di UKS. Dan benar aku ada di UKS

"Ah... kau sudah bangun Tsukomi? Ak...."

"Belom! Aku masih di alam bawah sadar!" Kataku cepat lalu menarik selimutku dan tidur

"Hei! Jelas-jelas kau sudah bangun!"

"Memang sudah bangun! Di tanya lagi?!"

"Ehehe... maaf-maaf, kebiasaan" tawanya girang aku hanya menatapnya dingin

"Kau sudah tidak apa-apa?" Tanya Kiyateru dengan wajah yang agak mendekatiku

Pertama aku menatapnya bingung, lama-lama aku baru sadar. Ternyata tadi aku memeluknya erat. Karena mengingat itu mukaku langsung merah. Aku langsung menarik selimutku dan berbisik "arigatou"

"Dautashimasu... kalau mukamu merah imut deh..." kata Kiyateru menampilkan senyumnya

"Berisik!" Kataku sambil melempar bantal

"Hahahaha..."

Teet teet....
Teet teet....

"Eh... sebentar.... lagi?! Yaampun... maaf Tsukomi, aku harus pergi dulu ada rapat OSIS dadakan" katanya sambil berdiri. Aku hanya menunduk tampa jawaban

"Tenanglah... aku usahakan kembali lagi kok" kata Kiyateru mengelus kepalaku

"PERGI KAU!" Kataku sambil mengayunkan tanganku dan aku merasakan pipiku merah

"Hahahahaha... ini tasmu. Hati-hati kalau mau pulang" kata Kiyateru sambil meletakkan tasku di kursi yang ia duduki

"Kalau mau pulang bareng sms aku ya..." kata Kiyateru di pintu UKS

"PERGI!" Teriaku malu

Aku mendengar suara tawa Kiyateru di luar UKS.

"Bahagia banget tuh rasanya" pikirku. Eh tidak... rasanya aku.... yang bahagia.... aku memegang pipiku yang panas sambil memejamkan mata. Lalu aku turun dan bersiap pulang

Gimana? Maaf singkat ya.... aku otakku sedang buntu nih...
Ohya, aku pertama mikir cerita ini bakal sampai part 2
Tapi kayaknya bakal jadi sampai part 3/lebih deh... aku terlalu banyak bayangin percakapannya. Ngalir begitu aja ~^O^~
Selalu kutunggu ide-ide dan vomentnya ya...
Terimakasih

Jika Kutukan Menjadi NyataBaca cerita ini secara GRATIS!