9•Balapan

50 24 11
                                    

Bismillahirrahmanirrahim

Selamat membaca🌥️

Suara ayam berkokok mulai terdengar, Retina mata nya menyesuaikan cahaya yang masuk, tampak asing dimana ini.

Dari arah dapur pak Andre berjalan menuju sofa tempat Malik Tidur tadi malam, Berniat membangun kan Malik agar lelaki itu pulang kerumahnya.

"Eh si ganteng udah bangun, Kamu bingung ya? Ini rumah Saya, Kamu semalam pingsan jadi Saya bawa kesini" Jelas Pak Andre waktu pertama melihat Malik ingin berdiri dari sofa.

"Terimakasih, kemaren dalam keadaan mabuk terus di serang musuh saya kayanya" Jelas Malik sambil memijit pelipisnya.

"Aduh mabuk lagi bisa rusak itu organ, Kata anak saya kamu itu kakak kelas nya. Malik bukan?" Ujar Pak Andre.

"Iya Saya Malik Anak bapak siapa?"
Tanya nya balik.

"Renata namanya"

"Pak Nata Pamit- eh Kak Malik udah bangun" ujar Nata menggaruk rambut nya yang tak gatal.

"Nah ini nak Malik kenal gak? kalau belum kenalan dulu" Tanya pak Andre.

"Gue Malik dan lo Renata, Thanks tadi malam sudah nolong. Saya pamit dulu" Malik membukukan badan dan keluar rumah.

"Hati-hati Anak muda" Ujar pak Andre.

"Bapa kerja enggak hari ini, terus ibu siapa yang jaga?" Tanya Nata sambil mengikat tali sepatu nya.

"Bapak mana bisa libur yang ada ntar di pecat, Tadi bapak cek panas ibu sudah turun tinggal istirahat aja bapak enggak ijinin ibu kerja hari ini" Jelas pak Andre dan di balas Nata dengan acungan jempol.

"Pamit ya assalamualaikum" Nata menyalimi tangan Pak Andre dan berjalan mencari angkot menuju Sekolah.

Di trotoar Nata berjalan sambil bersenandung Lagu favorit nya yaitu 10 Nama malaikat. Nata mendengar seseorang menangis di kursi taman dekat jalan. Suara nya seperti perempuan dan bayi,tangis nya beradu berdua.

"Capek hidup gue hancur Lo- hiks...hiks"
"Oek oek oek"

Nata tidak bermaksud menguping tapi karna jalanan masih sepi dan suara orang itu sangat dekat dengan nya, ia bingung harus mendangi nya atau membiarkan saja. Di satu sisi ia peduli dan berniat ingin membantu orang itu tapi di sisi lain ia sadar bahwa ia tidak tau nanti di kira ikut campur.

Dengan perdebatan batin yang cukup singkat Nata memutuskan untuk menghampiri orang itu,

"Permisi maaf kalau lancang tapi Mbak kenapa?" Tanya Nata memberanikan diri memegang pundak Perempuan yang terisak dan di samping nya Stroller bayi dengan keadaan bayi sama kacau nya dengan Mbak nya Muka nya merah dan hidung nya meler mungkin bekas kelamaan menangis.

"Pinjam pundak mbak hiks hiks... Saya c-cape hiks" Perempuan itu langsung menarik Nata agar duduk di sampingnya menyandarkan kepala ke bahu Nata, tangan Nata mengusap punggung guna menenangkan.

"Mbak maaf ingus nya tarik dulu, Leleh itu ntar susah ngomong" tegur Nata kelewat sopan, Mbak nya mengangguk dan menarik kembali kedalam hidung.

Bayi yang di Stroller bayi itu tertidur karena kelelahan menangis, Perempuan yang disamping Nata pun mulai tenang meski mata merah dan masih sesenggukan.

"Saya butuh pendengar buat cerita Walau baru beberapa menit saja liat kamu,apa kamu mau?" Ujar perempuan itu kepada Nata.

"Cerita mbak Nata siap dengerin, Nama mbak siapa?" Nata mengulur tangan,

MARET (ON GOING)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang