01. Quite Down

224 69 32
                                    

+

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

+.+Happy Reading+.+




"Bang?"

Puk.

"Bang."

Jaemin mengernyit, ada tepukan secara berkala di wajahnya yang semakin lama tepukan itu semakin kuat, membuatnya harus membuka mata. Dia mengerjap beberapa kali saat mendapati Jisung berdiri disamping tempat tidurnya.

Laki-laki berusia lima tahun itu masih dalam keadaan mengantuk sembari mengucek matanya dengan satu tangan.

"Laper?" tanya Jaemin dengan suara sengau sembari mengangkat Jisung keatas tempat tidur, meletakkan tubuh anak itu disampingnya.

Jisung menggeleng.

Berarti opsi kedua.

Jaemin mengambil beberapa bantal untuk dijadikan tembok pembatas supaya adik laki-lakinya itu tidak terjerembab jatuh ke lantai.

Alasan Jisung ke kamarnya hanya dua, karena lapar tengah malam atau kedua orang tuanya yang meninggalkannya sementara di kamar.

Jaemin melirik jam digital diatas nakas, pukul satu malam seperti biasa. Urusan orang tua yang sepertinya tidak perlu dia perjelas.

Jisung adalah anak dari pernikahan Bundanya yang kedua dan Jisung masih tidur dengan kedua orang tua mereka.

Kalau sudah begini Jaemin tidak akan bisa tidur seperti biasanya, Jisung itu tidurnya tidak bisa tenang, kalau tidak di awasi, anak itu akan memutar seperti gangsingan.

Tak terasa pagi mulai menyingsing, Jaemin hampir tidak tidur dan sialnya lagi ini hari senin.

Sedangkan, Jisung sudah beranjak entah kapan dan saat Jaemin sudah bersiap-siap untuk turun dari kamarnya, sudah ada Bunda dan Jisung yang sedang sarapan di ruang makan.

"Telor ceplok lagi?" ucap Nayeon misuh-misuh setelah menubruk bahu Jaemin—dengan tidak santai dan hampir membuat laki-laki itu terjungkal—menatap sarapan pagi mereka.

"Kak, astaga." Jaemin menarik tangan Nayeon diatas kepala Jisung, gadis itu mengacak-acak rambut Jisung dengan gemas sampai kepala Jisung berputar-putar.

"Apaan sih lo, ah." ucap Nayeon tidak terima.

"Udah, udah," Bunda menengahi perdebatan pagi itu "Cepetan sarapan nanti terlambat." ujar Bunda sembari kesana-kemari sibuk sendiri.

Sedangkan Ayah? Beliau sudah pergi dari pagi-pagi buta, pulang setelah anak-anaknya sudah terlelap.

Berbeda dengan Bunda yang pulang tapat waktu dan pergi bekerja setelah memastikan anak-anaknya sudah sarapan.

Mengenai Nayeon, dia itu adik kandung Bunda, sekarang sedang berada di semester akhir kuliahnya. Disini numpang dan jangan panggil dia tante kalau tidak mau dilempar high heels setinggi lima sentimeter.

2nd Puzzle PieceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang