03.

7.1K 116 0
                                    







•🕊🦑

Stev pov.

Setelah berly si siswi itu keluar ia pun melanjutkan perkerjaan namun perut nya berbunyi ia pun keluar menuju kantin namun ia berpapasan dengan bu manda salah satu dosen paling muda umur nya tak terlalu jauh dengannya banyak yang bilang bila bu manda cocok dengan sir stev dan karna perkataan itulah bu manda menjadi besar kepala hingga akhir nya ia terus mencari perhatian nya.

"Eh pak mau kekantin juga" Ucap bu manda.

"Ya" Jawab nya singkat.

"Kalo begitu kita bersama saja saya juga mau kekantin" Ucap nya semangat.

"Hmm" Yang di balas deheman.

Mereka pun memasuki kantin dan menjadi pusat perhatian jarang sekali dosen killer itu berduaan dengan bu manda.

Pandangan pertama yang ia lihat itu perempuan dengan pria tertawa lepas karna yang paling mencolok itu mereka berempat.

Pria yang telaten menyuapi sang permpuan cantik itu terkadang menghapus jejak di ujung bibir sexy nya. Tangan nya terkepal melihat pemandangan itu.

Lamunan nya buyar karna seseorang di samping nya berbicara.

"Sir" Panggil nya.

"Ah ya" Jawabnya.

"Stev kau ingin makan apa?dari tadi aku tanya kamu diam aja , apa kau ada masalah stev kalau ada kau bisa cerita kepadaku" Ucap nya lembut.

"Tidak , bu saya nasi goreng satu jus mangga satu" Ucap nya kearah ibu kantin.

Stev yang masih sibuk dengan pemandangan yang tak mengenakkan itu pun menatap nya tajam tangan nya terkepal , hingga pandangan mereka bertemu Iris abu itu mengedipkan sebelah matanya.

Ia yang melihat itu pun tersenyum tipis entah hilang kemana amarah nya.

Bu manda yang melihat stev melihat kearah kimberly pun panas dada nya bergemuruh amarah makin memuncak kalau berly mengedipkan sebelah matanya kearah stev yang di balas senyuman tipis.

"Stev" Panggil nya lembut dalam hatinya ia menahan gemuruh.

"Ah ya" Jawab nya.

"Aku perhatikan kau dari tadi melihat kearah kimberly terus kenapa" Ucap nya dengan nada tidak suka.

"Tidak kau salah liat" Elak nya.

"Oh aku kira kenapa , berly itu murid pintar tapi berpakaian nya selayak jelang" Ucap nya menatap kimberly marah.

Stev yang mendengar itu pun medelik tidak suka.

"Ya lebih baik tidak usah membicarakan murid sendiri" Ucap nya enteng membuat bu manda malu.

"Ahh iya" Kikuk nya.

Bell istirahat pun selesai mereka pun memasuki kelas nya masing masing.

Kini kimberly dan teman teman nya sampai di depan kelas nya kimberly yang masih di rangkul oleh kennt pun meminta dilepaskan.

"Sana masuk" Ucap lembut mengecup puncuk kepala berly.

"Heumm" Jawab berly tersenyum manis.

Sepasang mata menatap nya panas entah kenapa melihat mereka membuat dada nya bergemuruh.

Pelajaran terus berlangsung hingga jam pulang pun tiba , murid berdesak-desakan keluar.

Berly berjalan menelusuri lorong kampus nya yang tampak sepi hingga sebuah lengan kekar menarik menghampit nya kedinding.

"Aaaa" Teriak nya.

"Sutttt ini saya" Ucap nya serak.

Berly yang mengenali suara nya pun membuka matanya.

"Sir kau membuat ku kaget aja" Kesal berly.

"Hmm" Di balas dengan dehamnya.

"Ck! kamu mau ngapain sih dateng dateng narik aku humm" Ucap nya bergelayut manja.

"Siapa" Ucap nya dingin. Berly yang tak paham itu pun mengerutkan dahi mulus nya.

"Maksud mu apa humm" Ucap nya mengecup hidung mancung stev.

Stev yang mendapat perlakuan itu pun menutup mata nya menikmati perlakuan nakal murid satu nya ini.

"Siapa pria yang bersama mu tadi" Ucap nya dingin menatap tajam Iris abu itu.

Berly tampak berfikir pun menjawab asal.

"Siapa arsel , bima , baga -" Ucapan nya terpotong karna bentakan dari stev.

"Pria yang bersama mu di kantin" Bentak nya stev.

Berly yang kaget pun mengjerapkan mata nya kemudian menjawab.

"Oh dia kennt" Ucap nya ia bingung kenapa guru tampan satu ini menayangkan hal yang menurut nya tidak penting.

Di kurung badan sexy nya dengan kedua tangan menempel di tembok.

"Dia siapa kamu" Ucap nya rendah.

"Mantan kekasih saya" Ucap nya enteng seraya mengalungkan tangan nya di leher stev.

Stev yang mendengar ucapan enteng dari bibir sexy murid nya ini pun menggeram marah entah apa yang di otak nya hingga dia marah.

Dia dorong tubuh sintal berly dan mencium nya kasar ia marah entah kenapa ia tidak suka sekali berly berdekatan dengan pria. Berbulan bulan ia sering sekali menahan hasrat bila didekat makhluk cantik satu ini.

Berly yang mendapat serangan  tiba tiba pun kaget mengjerapkan mata nya ia bingung otak nya tiba tiba kosong , hingga ciuman itu terlepas membuat nya tersadar kembali.

"Jangan pernah kamu berdekatan dengan pria lain berly" Ucap serak penuh penekanan.

"Kenapa humm kau cemburu" Goda berly.

"Tidak" Ucap nya datar.

"Terus kenapa humm" Ucap nya mengecup bibir dosen tampan nya ini.

Masih diam tak menjawab ia masih menatap tajam Iris abu milik berly.

"Ya sudah lepas aku ada janji dengan pacarku" Pancing berly. Sontak membuat rahang pria di hadapan nya ini mengetat.

Ia pungut kembali bibir manis itu dengan kasar dan mengebu gebu ia kesal mendengar ucap tanpa beban keluar dari mulut nya itu.

Berly yang mendapat serangan itu pun terkejut namun ia pun membalas lumatan kasar itu.

Stev yang mendapat respon pun menarik pinggang ramping permpuan cantik di hadapan nya. Berly sempat kewalahan namun dapat mengimbangi nya.

Ia meremas rambut hitam legam itu menikmati ciuman panas itu. Serasa kehabisan napas ia pun memukul kecil dada bidang milik stev.

Stev yang mendapat pukulan kecil pun paham ia melepaskan pungutan nya di tatap Iris abu dengan mata sayu nya. Ia usap untuk menghapus jejak air liur nya.








||||||||||||><🦋🦕

•√Bersambung...

Sexy womanTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang