Bab 8

42.7K 1K 25
                                    

Jangan lupa vote dan komen. Jangan cuma jadi sider. Saling menghargai.

💐

Kening Alexa berkerut. Ia meringis ketika merasakan ada yang mengganjal di area sensitifnya.

Hal pertama yang ia lihat ketika membuka mata adalah wajah tenang Devano yang ada tepat di depan wajahnya.

"Shh... " Alexa meringis lagi.

Alexa baru sadar jika mereka ternyata berada di kamar miliknya. Entah kapan Devano membawanya ke sini Alexa tak tau. Yang jelas hal yang terakhir kali ia ingat semalam adalah permainan panas dan dia pun tertidur di atas Devano di saat cowok itu masih terus bermain dengan tubuhnya.

Alexa sedikit memundurkan tubuhnya agar milik Devano yang masih tertanam di vaginanya terlepas. Tapi semua itu sia-sia karena tangan kekar milik Devano sudah memeluknya hingga junior Devano kembali tertanam di dalam milik Alexa membuat cewek itu mendesah panjang.

"Devano hari ini sekolah. Gua mau mandi lo bisa pulang gak, sih?" kesal Alexa.

"Hm," Devano hanya bergumam tanpa membuka kedua kelopak mata itu.

"Cowok gila," maki Alexa kesal. Sesekali ia meringis ketika Devano dengan jahilnya sengaja menggerakan pinggulnya.

"Morning kiss, dong!" minta Devano masih dengan mata terpejam.

"Devano mending lo pulang deh," ujar Alexa.

"Kiss dulu,"

Alexa bergidik ngeri menatap Devano. Aneh, cowok yang tidur di sebelahnya ini sangat aneh. Kenapa tiba-tiba seperti anak-anak sifatnya?

Sebelah mata Devano terbuka karena tak jua mendapatkan apa-apa dari Alexa. Yang ada cewek itu menatapnya dengan raut aneh.

Cup.

Devano mengecup bibir Alexa singkat.

"Kapan lo bawa gua ke sini?" tanya Alexa.

"Lo ketiduran langsung gua bawa ke sini. Mainnya gak enak di sofa gak bebas. Yaudah gua lanjut di kamar aja. Ya walau pun lo udah tidur, sih," ujar Devano sembari terkekeh.

"Bisa lo lepas dulu punya lo sialan?"

"Kok lo marah? Burung gua kan sedang berada di sarangnya," ujar Devano lalu terbahak setelahnya.

"Brengsek!" umpat Alexa mendorong dada cowok itu.

Devano akhirnya berhenti tertawa. Ia menatap Alexa yang masih memasang wajah sebal. Alexa yang sadar ditatap oleh Devano menoleh ke arah cowok itu. Ia sempat ingin menoyor kepala Devano tetapi terurung melihat bagaimana tatapan cowok itu kepadanya.

Tatapan Devano, kali ini berbeda. Tak ada nafsu birahi seperti biasanya. Yang ada adalah tatapan kelembutan yang seolah menghipnotis Alexa untuk tak mengalihkan pandangannya.

Wajah Devano berubah tegang. Matanya sedikit membesar.

"Dev?" panggil Alexa yang menyadari perubahan wajah Devano.

DEVANOTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang