Bab 7

50.3K 1K 18
                                    

Jangan lupa vote dan komennya teman-teman. Jangan jadi sider doang ya:)

Happy reading.

💐

Dering ponsel Alexa berbunyi. Ia memejamkan matanya geram melihat nama yang tertera di layar ponselnya.

Ya, dia adalah cowok yang sudah merebut mahkotanya. Cowok yang sudah menghancurkan dirinya ke dasar laut paling dalam.

Tapi, Alexa tetap menjawab telfon dari cowok brengsek itu.

"Hal--"

"Lo kenapa lama banget, sih nerima telfon gua? Turun! Gua udah di depan rumah lo,"

Suara dengan nada kesal itu membuat Alexa sedikit menjauhkan ponselnya dari telinga.

Tanpa menjawab apa pun Alexa langsung keluar dari kamarnya dan berjalan keluar rumah.

Di depan rumahnya sudah ada Devano yang masih duduk di atas motor sport hitamnya. Cowok berjaket kulit hitam itu menoleh ke arah Alexa.

"Ngapain lo? Mulung?" tanya Alexa dengan suara yang cukup keras.

"Gua orang kaya. Ngapain gua mulung. Yang ada gua masih suka buang uang di tong sampah," ujar Devano.

Alexa berdecih. "Arogan," gumamnya pelan.

Devano turun dari motornya. Devano pun berjalan mendekati Alexa. Ia menunduk mensejajarkan wajahnya dengan Alexa membuat cewek itu mengerjap dan memundurkan kepalanya sedikit.

"Jadi lo bener-bener sakit?" Devano dapat melihat wajah pucat Alexa dengan jarak sedekat ini. Bibir cewek itu pun mengering.

"Lo ngapain ke sini? Gua sibuk," ujar Alexa membuang muka.

"Mau liat lo. Gua mikirnya lo sakit karena gua,"

"Gak tuh. Mending lo pulang deh!" suruh Alexa malas berlama-lama dengan Devano.

Bukannya menurut Devano malah menerobos masuk ke rumah Alexa dan duduk di sofa.

"Yang punya rumah gua atau dia sih?" tanya Alexa pada dirinya sendiri. Ia pun lalu ikut masuk ke dalam rumahnya tak lupa mengunci pintu dan duduk di sofa tepatnya di depan Devano.

"Bisa lo pulang sekarang?" tanya Alexa.

"Buset. Gua baru juga duduk udah disuruh balik aja. Tawarin minum apa kek gitu," ujar Devano menatap Alexa sinis.

Alexa membuang nafas besar. Ia pun meletakkan ponselnya di atas meja dan berlalu menuju dapur.

Sepeninggal Alexa, Devano memandangi isi rumah Alexa. Mewah, tapi rumahnya jauh lebih mewah dibandingkan rumah Alexa.

Ting!

Fokus Devano teralihkan oleh suara ponsel milik Alexa. Cowok itu menoleh sebentar ke arah dapur. Karena kepo dan tidak ada tanda-tanda Alexa datang, Devano pun meraih ponsel itu dan membukanya. Untungnya ponsel Alexa tak menggunakan kata sandi atau kode pengaman lainnya.

DEVANOTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang