chapter 13

448 49 6
                                    

Mengingat udara yang cukup segar malam ini tak cukup membuat Airin merasa tenang kendati di dalam bis diri nya duduk paling belakang tengah memikirkan bagai mana cara nya lepas dari jeon Jungkook, si sialan yang datang dalam hidup nya seolah ingin merenggut kebahagiaan nya secara perlahan. Memuakan.

Berada di sini pun atas kebohongan yang ia utara kan sedemikian apik hingga Taehyung memberi izin begitu yakin walau pada awal nya tak memberi izin jika saja sahabat dekat nya yang bernama Grite menjadi alasan utama, tentu Taehyung memberi izin karena Grite sendiri adalah kekasih dari sahabat nya Jimin.

Rangkaian cara sudah tersusun begitu rapi di kepala nya jika saja tiba-tiba Jungkook bertindak di luar batas, ia belum tahu motif sebenar nya Jungkook mengajak nya bertemu, bahkan Jungkook seperti penguntit yang diam-diam mengikuti nya hingga foto tersebut bisa berada di tangan nya, cukup mustahil jika Jungkook menyewa orang.

Lamunan airin seketika buyar saat bis berhenti, seseorang masuk dan berjalan ke arah nya, gadis dengan senyuman manis yang belum pernah ia lihat, Airin sedikit menggeser posisi duduk nya karena kursi penumpang sudah terisi penuh kecuali yang paling belakang.

Rasa nya cukup aneh, Airin merasa di tatap cukup serius."kau, Airin bukan?".tanya nya spontan membuat Airin menoleh.

"Iya, kenapa?"

Gadis itu tersenyum lembut."aku Rahel, aku mengenal mu karena kau kekasih Taehyung kan?"

Airin sukses bungkam ia menatap kedua manik gadis tersebut seolah meminta penjelasan lebih.

Rahel terkekeh samar. "Aku kekasih teman nya, kau pasti kenal Jungkook kan, mereka bersahabat dulu, tapi sekarang mereka seperti dua orang saling ingin membunuh"

Mata Airin membola."tunggu"Airin menjedah kalimat nya sembari menatap intens gadis di sebelah nya itu."kau kekasih Jungkook?"ulang Airin kali ini dengan kata yang lebih di tekan kan.

Rahel mengangguk."tapi dia tidak mencintai ku."jeda nya sesaat."semua gadis yang ia dekati hanya pelarian, semenjak kekasih nya meninggal"

Airin semangkin penasaran."lalu, apa hubungannya dengan Taehyung?"kali ini Airin semangkin hanyut dalam obrolan dengan gadis yang baru di kenal nya tersebut.

"Aku rasa kita butuh waktu untuk bercerita atau mengobrol berdua, karena terlalu lama untuk di jelas kan, ini nomor telepon ku, bisa hubungi aku jika perlu".

Rahel memberi secarik kertas yang sudah ia tulis beberapa digit angka ke pada Airin ketika bis tersebut berhenti di depan sebuah halte tak jauh dari perumahan mewah yang Airin yakini itu kawasan rumah yang rahel tepati.

Airin mendengus, rasa nya seperti di beri sebuah harapan tapi tak kunjung di kabul kan semangkin rumit.

______

Entah berap kali gadis itu menghela napas hari ini, semenjak diri nya sudah menjejal kan kaki yang terbalut sendal tipis berwarna hitam tersebut di dalam lift menuju lantai tertas di mana tempat Jungkook berada, dengan keberanian secuil dan amarah yang besar mampu membawa nya ke mari, ke rumah Jungkook.

Hanya dua kali bel tersebut berbunyi, pintu bercat putih tersebut terbuka menapil kan torso yang hanya terbalut kaos putih tipis dan celana jins hitam, rambut sedikit acak tampak sekali seperti baru bangun tidur.

"Pacar ku sudah datang ternyata."ujar Jungkook dengan senyuman yang bahkan terlihat begitu manis.

"Aku tak ingin berlama-lama di sini, kata kan saja, kau mau apa?"

"Masuk dulu"ajak Jungkook dengan lembut, dan dengan terpaksa Airin melangkah masuk, manik Airin tertuju pada beberapa botol minuman dan pizza yang sudah tersedia di atas meja, seperti nya Jungkook sudah menyiapkan semua nya sebelum Airin datang.

Hiraeth | KthTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang