Part : 02

276K 43K 13.6K
                                    

Alhamdulillah, seneng banget liat antusias kalian sama cerita ini.
Jangan lupa di share ke temen-temen yaa :)

- Happy Reading -

"Satu"

"Dilarang memakai make-up berlebihan"

Terdengar suara ribut-ribut dari belakang, dimana siswi-siswi yang harus selalu tampil good looking dengan bedak 10 cm nya.

"Dua"

"Dilarang mengaktifkan ponsel"

"Harus mati gitu Pak?" Tanya Lita.

"Mati atau enggak, yang jelas saya tidak mau ada suara notifikasi ponsel di kelas saya"

Lita mengangguk-anggukkan kepalanya.

"Tiga"

"Dilarang datang terlambat"

"Empat"

"Tiga kali bolos, tidak saya beri nilai -1 pun"

"ASTAGHFIRULLAH'ALADZIM"

"Lima"

"Dilarang berpakaian ketat"

Shella menghela nafasnya lega, "ginjal sama lambung gue aman" ujarnya sambil mengusap dada.

"Enam"

"Allahuakbar" pekiknya tertahan.

"Tidak ada rambut warna-warni"

"Bagai gulali, imut lucu walau tak terlalu tinggi" sambung Shella tanpa sadar.

Semua mata langsung tertuju pada Shella yang duduk dibarisan nomer tiga dari depan.

"Kenapa? Tau kok Shella emang imut"

"Kaya anak ayam di pasar ya Shell" sahut Arvin.

"Lambemu"

"Siapa nama kamu?" Tanya Pak Arkan tegas.

"Absen 3 Pak"

"Arshella Fitriyana Aditama" ucap Pak Arkan dalam hati, ia menatap nama itu dengan lama dan seksama.

"Arshell"

"SHELLA" koreksi Shella.

"Nama kamu Arshell kan?"

"Nama saya Shella"

"Arshella"

"Jangan panggil saya Arshell paman, nama saya Shella, saya adalah Shella, hahah"

"Sinting lo Shell" ujar Arvin.

"Shella sinting gara-gara ginjal sama lambung nya mau di cat" sahut Lita lalu tertawa.

"Bacot lo, Ta"

"Siapa yang suruh kalian ribut?" Tanya Pak Arkan.

Yes! Mr. Husband | TERBIT✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang