Bab 5

54.4K 1K 11
                                    

Jangan lupa vote dan komen teman-teman. Saling menghargai ya:)

💐

"Yaudah lah, udah sempet. Mau gua berhenti juga lo udah gak virgin lagi. Lanjut aja ya?"

"Brengsek lo Devano."

Devano terkekeh pelan mendengar makian dengan suara pelan gadis itu.

"Gua mainnya halus kok. Karena ini baru pertama kali buat lo gua bakal buat lo gak lupain moment ini," ujar Devano mulai memundurkan bokongnya pelan, sangat pelan.

"Shh... " Alexa meringis sembari mencengkram lengan kekar Devano yang bertumpu di antara tubuhnya.

"Kalau mau desah jangan ditahan. Bibir lo sampe berdarah itu," ujar Devano lalu mencium bibir Alexa hingga darah segar itu menghilang.

Devano mulai memaju mundurkan bokongnya dengan sedikit cepat.

"Ahh emhhh... "

Sialan. Alexa tak tahan untuk menahan desahan yang ingin keluar dari mulutnya. Bohong jika dia bilang tak menikmati permainan Devano. Apalagi cowok itu memainkan dengan lembut.

"Lo cantik kalau lagi kayak gini," goda Devano sembari menyeringai.

"Ahh ahhh shh mhhh ahhh... "

Persetan! Alexa sudah tak tahan. Dia menyerah. Mulutnya tak lagi bisa dia tutup. Desahan merdu Alexa menggema di dalam aprtemen Devano.

Hati Alexa memang berteriak ingin menolak tapi entah mengapa tubuhnya tak sanggup memberontak.

"Ahh Dev emhh ahhh..."

Devano menjadi bersemangat.

"Gua udah bilang, lo bakal berteriak nikmat di bawah gua," ujar Devano laku mulai mempercepat lagi temponya.

"Mhhh shhh,"

Tubuh Alexa bergetar hebat ketika ia sudah mencapai orgasmenya untuk yang pertama kali.

Payudara Alexa bergerak ke sana ke mari akibat genjotan Devano. Melihat itu, Devano pun mulai meremas dua gundukan kembar itu.

"Ahh." Devano mendesah ketika juniornya terasa diapit. Milik Alexa sangat sempit, tapi terasa begitu nikmat.

Devano melepas miliknya ketika dia sudah mendapatkan pelepasan. Devano duduk, ia langsung menarik Alexa ke pangkuannya.

"Gua baru sadar, ternyata lo cantik,"

Malu malu malu. Alexa sangat malu untuk melihat wajah Devano dalam keadaan full naked.

Devano menunduk. Ia menatap vagina Alexa yang memerah dan basah. Ah Alexa bahkan sudah orgasme untuk kesekian kalinya. Sedangkan Devano masih sekali.

"Sekarang lo yang mimpin," ujar Devano lalu bersender di sofa dan memejamkan matanya.

Alexa bingung. Apa maksud perkataan Devano? Memimpin apa?

Karena tak kunjung merasakan apa-apa, Devano membuka matanya. Ia menatap Alexa yang memasang raut bingung.

"Ck, gua gak yakin ini kali pertama lo," ujar Devano lalu. Devano menarik tangan kanan Alexa menyentuh miliknya.

"Lo—"

"Masukin!"

"Gua—"

"Ma.su.kin."

Alexa meneguk ludahnya. Penis Devano sangat besar. Tangannya bahkan sudah bergetar hanya karena menyentuh milik Devano. Perlahan, Alexa mulai memasukan junior Devano ke dalam miliknya.

DEVANOTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang