Bab 3

56.2K 1.1K 9
                                    

Jangan lupa vote dan komennya:)

💐

"Morning."

"Gua udah bilang kan kalau gua gak suka diabaikan,"

Devano berdecak lalu menarik tas Alexa hingga hampir terjatuh jika saja Devano tak ada di belakangnya.

Alexa mendongak menatap Devano. Posisi mereka saat ini Alexa bersender di tubuh Devano karena kejahilan cowok itu sendiri.

"Lo jangan gangguin gua kenapa sih?" kesal Alexa menggebu-gebu sembari membalikkan tubuhnya hingga berhadapan dengan Devano.

"Lo benar-benar gak mau kenalan sama gua?"

Alexa dapat melihat jelas wajah ketidakpercayaan Devano.

"Kenapa lo ngomong seolah-olah kalau lo itu artis papan atas sih? Lo sama gua itu gak ada bedanya. Cuma seorang murid," tekan Alexa.

"Wah gak bener nih cewek," ujar Devano. "Jadi lo bener-bener harus dipaksa?"

"Maksud lo apa sih?"

Gua mau cobain tubuh lo setan! Geram Devano dalam hati.

"Lo polos atau pura-pura bego?" Devano mendekatkan wajahnya kepada Alexa. "Gua ingin lo."

Cup.

Devano tersenyum miring lalu melangkah pergi meninggalkan Alexa yang mematung.

Sedetik kemudian Alexa memegangi bibirnya lalu melotot marah.

"DEVANO BRENGSEK SETAN BAJINGAN AAAAAKKKK!"

***

Kantin tampak ramai, selalu begitu.

Alexa memasuki area kantim bersama dua teman barunya. Alexa memang gadis yang mudah bergaul, buktinya dia sudah dapat teman sekarang.

Pandangan Alexa jatuh pada seorang cowok yang sedang menyantap makanannya dengan seorang cewek di sampingnya.

Alexa berdecih. Setelah main nyosor begitu saja bajingan itu makan bersama dengan gadis lain.

"Sana aja yok," ajak Angel.

Alexa dan Putri mengangguk setuju.

***

"Lo ngapain sih di sini? Bukannya udah gua bilang urusan kita selesai setelah gua cobain lo?"

Wah lihatlah bajingan itu...

"Ga bisa gitu dong Van. Enak aja main tinggal aja. Punya gua udah gak ori lagi," ujar Savira sembari memasukan satu pentol bakso ke dalam mulutnya.

"Gua bukan orang goblok yang gak tau lo udah gak virgin sebelum gua nyentuh lo," bisik Devano dengan suara berat tepat di telinga Savira.

Savira terkejut. Ia mengerjap beberapa kali.

"Uahlah Vir mending lo hush hush," ujar Gerry.

"Tau lo. Sekali pake aja Vir. Lo juga gak bosen sama yang itu-itu aja. Cari yang lebih gede, 30cm, ungh gimana gitu dah pas masuk," ujar Daniel lalu tertawa bersama dengan Gerry.

Devano terkekeh pelan. "Udah lo pergi aja. Gua nelfon kok, kalau gua lagi pengen,"

Savira mendesis sebal lalu pergi meninggalkan ketiganya.

Devano berhenti mengunyah. Ia tersenyum menatap Alexa yang sedang menyeruput es teh.

"Lo udah masuk ke list orang yang harus gua coba," gumam Devano sembari menyeringai. Devano bersumpah akan membuat gadis itu menjerit nikmat karenanya.

DEVANOTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang