SACRIFICE - BAGIAN 2

611 281 729
                                              

***

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


***

[HAPPY READING]


Setelah kepulangan Delia dari pesta kemarin malam, dia sering memikirkan Raga, lebih tepatnya memikirkan perlakuan Raga kepadanya. Namun, dengan segara dia tepiskan pikiran itu.

Tak ada yang tau kapan dan dimana seseorang akan menaruh perasaannya. Begitu juga dengan Delia.

Hari ini, dia kembali bersekolah. Dia sekarang menduduki kelas 12 di SMA CAKRAWALA yakni Salah satu sekolah favorit yang berada di pusat kota. Dia sekelas dengan keenam temannya, tak lain adalah Raga, Alfa, Gavin, Erlang, Arkan dan juga Jordi. Dan hari ini dia benar-benar kehilangan mood nya untuk belajar disebabkan kejadian tadi pagi dirumahnya.

menyebalkan

"Pagi Queen." sapa mereka berenam dengan kompak kapada Delia, namun hanya dijawab dengan kata 'Hemm'.

"Lo kenapa?" tanya Alfa saat mendaratkan bokongnya di kursi samping Delia. Delia menggelengkan kepalanya menandakan dia tidak kenapa-kenapa, padahal hari ini dia sedang kenapa-kenapa, dia berfikir tidak mau membuat mereka ikut serta dalam masalahnya.

"Kalo ada masalah cerita, siapa tau kita bisa bantu," ujar Erlang dan diangguki oleh kelima temannya. Iya mereka memang peduli dengan kehidupan Delia. Bahkan selama ini merekalah yang selalu ada untuk Delia.

"Gue gak papa, lagi gak mood aja." jawab Delia sebisa mungkin agar mereka percaya bahwa dia baik-baik saja.

"Gue mau tanya, gimana mood bisa ga mood?" Alis Delia terangkat saat Jordi mengatakan kalimat itu.

"Lo tolol, goblok, atau pekok sih!" seru Arkan menanggapi pertanyaan bodoh macam itu. Bagaimana bisa Jordi menanyakan pertanyaan bodoh macam itu. Astagaa.

"Lah gue salah apanya? gue tu selama ini mikir kenapa mood bisa ga mood" ucap Jordi dengan tampang tak berdosa.

"Seterah lo Jor, pikir aja sendiri. Pagi-pagi udah nglontarin pertanyaan ga mutu. Mending juga gue mikir matematika tinimbang mikir pertanyaan lo yang sama sekali ga mutu!" kesal Arkan. Dan diikuti gelak tawa oleh keenam temannya dan juga Delia. Ya Delia kembali tertawa.

Tak lama kemudian, bel masuk berbunyi yang berarti pelajaran akan segera dimulai. Beberapa menit bel berbunyi guru mata pelajaran datang bersama dengan seorang murid perempuan yang bisa di bilang itu murid baru.

Ya hari ini kelas 12 MIPA 1 kedatangan murid baru. 'Cakep broo' itulah pemikiran kaum adam saat melihat murid baru itu.

SACRIFICE [On Going][Revisi Berjalan]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang