chapter 12

767 83 29
                                    

Di lorong yang di dominasi warna putih dan aroma obat tersebut masi di penuhi sesak oleh orang yang menjenguk kerabat saudara atau teman nya, pun Taehyung kini juga berada di antara mereka duduk di kursi tunggu yang berjejer di depan ruang rawat.

Ia mengusap wajah nya gusar, gelisah, sesampai sebuah elusan terasa di punggung nya, Airin. Gadis itu tersenyum lembut "minum dulu" Airin memberikan satu cup kopi yang ia beli di mini market depan rumah sakit tadi.

Asap yang tampak keluar dari dalam cup kopi tersebut cukup bisa menghangat kan tubuh mengingat di luar sedang turun salju dengan entisitas sedang.

"Bagai mana dengan Jungki?" Airin ikut mendarat kan bokong nya di samping Taehyung, dan sesekali menyedu kopi milik nya.

"Ini yang kesekian kali  untuk  nya?" Taehyung berujar menatap lurus pada dinding di depan nya dengan tatapan kosong.

"Maksud mu?"

Taehyung menggela nafas pelan, ia menoleh ke arah Airin, tersenyum sebisa mungkin lalu menggenggam tangan kekasih nya itu dan sedikit mengusap punggung tangan nya.

"Sebelum kau datang, Jungki sering jatuh sakit, dokter bilang waktu bayi dia tidak mendapat kan asupan asi yang cukup"

Sekarang Airin ikut merasakan apa yang di rasa kan Taehyung, walau tidak memiliki hubungan darah setidak nya merawat dari bayi sudah memiliki ikatan tersendiri bagi orang tersebut.

"Kau mengantuk?" Tanya Airin serasa kekasih nya seolah menunjukan wajah lelah dan kantung mata yang cukup terlihat, entah seperti apa t
Taehyung kala ia tinggal beberapa hari lalu.

Taehyung mengangguk pelan dengan senyuman lucu, seperti kucing yang minta di manja dan di elus."tidur sini."Airin menepuk paha nya mengisyarat kan Taehyung untuk meletakan kepala nya di atas paha gadis itu.

Taehyung melirik kekiri dan kekanan memastikan tidak banyak orang di sana, lalu setelah nya tanpa berlama-lama ia pun berbaring.

Airin mengelus sayang surai Taehyung hingga taehyung memejamkan mata nya."ponsel mu, seperti nya ada yang mengirim pesan."Taehyung masi memjam kan mata nya namun ia masi bisa merasa kan getaran ponsel di saku hoody milik Airin yang berada dekat di kepala nya.

Sebuah pesan singkat yang sangat enggan Airin terima.

Jungkook
Kenapa tidak di balas.
Kau sedang apa.?

"Dari siapa?"tanya Taehyung walau sedang memejamkan mata nya percayalah Taehyung sedikit mengintip airin yang asik dengan ponsel nya mengamati raut wajah kekasih nya itu yang sedikit berubah.

"Bukan siapa-siapa"kata nya."nomor asing"

Taehyung membuka mata nya."kau selingkuh?"tanya nya spontan.

Airin terkekeh samar "buat apa aku menerima cinta mu jika aku ingin selingkuh" cicit nya kesal mana mungkin Airin selingkuh jika di suguhi laki-laki seperti tTaehyung, dasar ajushi cemburuan ucap Airin dalam hati.

Taehyung kembali memejamkan mata nya dari situ airin pun bisa membalas pesan dari Jungkook.

Airin
Aku tidak di apart malam
Ini, sedang ada pekerjaan
Di luar

Airin mematikan ponsel nya segera, enggan menerima pesan aneh-aneh dari Jungkook stelah nya.

Bukan berarti memberikan paha nya dengan suka rela untuk di jandikan bantal oleh Taehyung dan membiar kan laki-laki itu tidur nyenyak, tentu saja tidak, Airin merasa bosan, tidak ada yang di ajak bicara, melihat hidung mancung Taehyung, salah satu icon yang menambah nilai plus ketampanan laki-laki itu membuat Airin tergoda untuk mencubit nya.

Hiraeth | Kth  ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang