waktu || part 17

25 15 14
                                                  

Ketika pagi menyenangkan dan malam mengerikan. Dua hal yang tak bisa dipisahkan. Hanya DIA yang mengerti.

Jevan~

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jevan~

🍑🍑🍑

Sampailah Revan di rumah sekarang. Ia memasuki rumah dengan berjalan biasa, tapi tangannya masih saja membuat masalah. Ia tak sengaja menyenggol vas bunga yang berada di atas meja dan membuatnya hampir jatuh.

Tanpa ia ketahui, Ima melihatnya. Untung saja vas itu tak jadi jatuh, jadi ia tidak akan menerima amukan dari neneknya.

"Untung lo gak jatuh," ucapnya sambil membenarkan letak vas bunga.

Revan tersenyum kepada Ima, seolah tidak terjadi apa pun. Lalu, Ima menyuruh cucunya itu untuk duduk bersamanya karena ingin menanyakan sesuatu kepada Revan.

"Iya, Nek?"

"Kamu tau vas yang Nenek taruh di meja dekat dapur?" Tanya Ima.

"Vas bunga? Iya, tau, Nek."

"Kamu tau sekarang ada di mana? Nenek liat gak ada di meja. Nenek cari-cari juga gak ada di mana-mana. Kamu tau?"

"Waduh ...," batin Revan tak tahu harus bilang apa.

"Kamu tau, gak?"

"Gak, Nek. Revan gak tau," elak Revan.

"Hmm ... kemana vas bunga itu?" Gumam Ima yang masih memikirkan vas bunga kesayangannya.

Revan berada pada keadaan yang rumit lagi. Jika ia jujur pasti neneknya tidak akan mengampuninya. Dan, kalau ia tak jujur itu akan membuat beban masalah lagi untuknya. Padahal, sekarang ia sudah berbohong.

"Kalo gitu aku ke kamar dulu, ya, Nek," pamit Revan hanya untuk menghindar dari neneknya.

Cowok itu melempar tubuhnya ke kasur. Ia penat dengan semuanya. Belum juga ia mengatakan yang sejujurnya ke Bella, dan sekarang tambah masalah vas bunga milik neneknya. Sungguh melelahkan hidup ini.

"Apa?" Tanya Revan yang terusik dengan datangnya Yufei.

Kamu tau Vano? Dia yang mengganggu Bella

Ucap lirih Yufei sembari tersenyum tipis.

"Ganggu apa?" Tanya Revan.

"Saat di rumah," bilang Yufei, setelah mengatakan kalimat terakhir hantu itu langsung menghilang.

"Rumah? Rumah apa?"

"Yah, pergi. Dasar sipit! Ngasih info setengah-setengah."

Revan mengubah posisinya. Ia termenung masih duduk di atas kasurnya.

"Ganggu Bella? Hmm ...."

"Rumah ...."

Revan membulatkan matanya dengan mulut yang terbuka. Ia seperti mengingat suatu hal atau mengerti suatu hal.

WAKTU [TAMAT] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang