7•Dapat kerja

82 44 12
                                    

   Hai...sorry update lama
Lagi sibuk susah buat nulis🤣

Alhamdulillah banjir di tempat aku sudah mulai surut jadi bisa nulis lagi

Kita sama-sama berdoa buat Indonesia agar setelah ini tidak ada lagi bencana musibah 🙏🏼🤲

Vote sama komen ya
kawan-kawan :)

  Typo bertebaran!!!

                  Semoga suka✨✨

Kantin SMA Bandino sudah di penuhi murid-murid untuk mengisi ulang perut nya yang kosong terkuras bekas berpikir pelajaran di kelas, Tiga menit yang lalu Bel istirahat berbunyi.

Nata baru saja di Tarik paksa Cindy untuk makan di kantin Sambil menunggu Ines dan Ajijah Menyusulnya, Sampai di meja kantin paling pojok karna tinggal di situ yang belum di isi orang.

Dari pintu masuk Kantin Ines dan Ajijah celingak-celinguk mencari keberadaan Nata dan Cindy. "INES, GUE DIPOJOK" Teriak nyaring Cindy.

Atensi orang-orang yang sedang makanan pun teralihkan karna teriakan nyaring itu, Sampai ada yang kaget tersedak.

Orang yang merasa nya di panggil langsung menutup telinga nya

Malu gue malu

Langsung saja ines berjalan cepat ke meja pojok agar langsung menabok mulut Sahabat nya itu, Baru berapa hari Sekolah udah bikin malu aja tuh si Cindy.

"Astaga.... Diliat doi kelakuan Lo kaya gini bikin gue malu tau gak jadi perhatian orang ini gila lo, Panggil nya santai aja bisa engga sih aduh baru berapa hari sekolah Lo udah teriak-teriak" Cerocos Ines tidak santai sambil meminum Es teh milik Nata.

"Santai dong, Niat gue baik buat Lo sama jijah ngelirik gue disini kan dipojok mana kelihatan Gue sama Nata badan nya kecil" Jelas Cindy yang tak tau di dosa.

"Tapikan— Ah dah lah laper sini makanan nya laper nih" Ines langsung  merebutNasi goreng punya Cindy  yang sisa setengah dan memakannya sampai habis.

Sedangkan Ajijah dan Nata Geleng-geleng kepala melihat tingkah laku sahabat nya ini. Bikin malu saja

Sedangkan meja yang di desain khusus untuk Anak-anak Black Raven berbentuk U agar muat luas. dan itu permintaan Anak pemilik sekolah itu Malik.

"Anjing— ohok hok  tabok in- hok Dam" Pinta Mores tersedak makanan nya saat mendengar teriakan Cindy.

Adam langsung menabok punggung Mores Kencang dan Yap berhasil  menyelamatkan Mores,
"Gila Nyakhing amat suakha tuh cewek" Zidan kaget saat mendengar teriakan Cewe itu sampai mengusap dada nya pelan agar tidak jantungan.

"Dan nyari adek gemes kuy" Ajak Candra menyikut lengan Zidan di samping nya.

"Kelas sepuluh tuh banyak yang gemes kayanya, belum gue telusukhi lebih lanjut sih"

"Dah lepas nih kita cari" Tos ala-ala Candra dengan Zidan, Akhirnya Mores angkat bicara.

"Mending bolos Si buntal masuk habis ini" Anak-anak Black Raven menyebut Guru Matematika Yang bernama Pak Muh itu dengan sebutan Buntal, karna perut nya buncit mirip ikan buntal.

"Ide bagus, gimana Lik?" Tanya Candra dan di angguki Malik.

***

Di waktu istirahat Nata lupa menelpon Nomer yang tertera di brosur tempat nya mencari pekerjaan, Alhasil Nata izin ke toilet agar bisa menanyakan bisa kah ia berkerja disitu?.

"Mah Izin ke toilet boleh?" Tanya Nata pada Guru Agama, Ibu Syifa nama nya beliau Yang meminta Murid-murid SMA Bandino Agar memanggil nya dengan sebutan Mamah, Tidak pernah marah, Berbicara Dengan suara pelan, Sering tersenyum, Kalau ada murid mengeluh lapar atau haus di izin kan ke kantin Paling The best lah guru Macam Mamah Syifa ini.

"Iya, jangan lama di toilet enggak bagus nak" Jawab Mamah Syifa.

"Iya Mah"

Jarak toilet dengan Kelas X-Ipa3
Tidak terlalu jauh karna toilet dekat dengan X-Ipa1

Menekan Nomer yang yang tertera di brosur itu dan Panggilan telepon itu terhubung

"Assalamualaikum" Salam Nata mendahului Penelepon

"Waalaikumsalam, Mau melamar pekerjaan Kak?"

"Iya Bu, Saya masih Kelas Sepuluh Apa di terima?" Tanya Nata Cemas Menggigit bibir bawahnya

"Coba kamu datang kesini ya kita liat skill kamu gimana,Lepas Pulang sekolah aja Dek"

"Oke mbak Terimakasih ya nanti Nata kesana, Wassalamu'alaikum"

Semangat!!! Batin Nata berkata.

Membasuh muka nya agar Lebih Fresh dan memberi motivasi kepada diri sendiri melewati pantulan kaca di Kamar mandi.

"Kamu harus jadi orang sukses, bahagiain orang tua, jangan jadi pemalas, Ayo semangat Renata" Tunjuk-tunjuk nata di depan cermin dan tersenyum.

Berjalan santai menuju kelas nya saat mata Mata melihat tali sepatu nya tidak terikat langsung saja ia berjongkok mengikat tali sepatu nya, di depan Nata Seorang Cowok berkaca mata berjalan membawa banyak buku tidak melihat di Depan nya, Dan — Bruk

"Aduh Kepala ku" Tali sepatu belum ke ikat dan Tiba-tiba di jatuhi buku di atas kepalanya

"E-eh sorry gue enggak liat ada orang" Buku yang ia bawa dari kelas menuju perpustakaan berhamburan.

"Sini aku bantu" Tawar Nata Pada cowok berkacamata Bername tag Panji,

"Susun di tangan gue nih" Pinta Panji itu dan Nata menuruti nya kesian lagian buku yang banyak mau nutupin muka nya dan di bawa seorang diri bantuin kek teman nya.

"Sorry dan thanks ya...." Ucap Panji terhenti dan di Jawab Nata

"Panggil Nata"

"Oh oke Nata, gue Panji Duluan" pamit Panji dan Nata berjalan menuju kelas nya.

***

Di Rooftop Malik telah menghabiskan  tujuh Batang Nikotin Dengan santai Satu batang terakhir akan ia nikmati dengan pelan. Angin alam seakan membawa asap Rokok melayang bebas ke udara. Candra,Zidan dan Mores sedang membolos pelajaran. di warnis (Warung Manis) dibelakang sekolah tepatnya Dijadikan tongkrongan Black raven.

Cuman Adam yang jarang bolos karna lebih suka tidur di saat jam pelajaran,
Di kelas XI-Ips 2 tepat nya di kelas Malik and the geng KBM sedang berlangsung, Pak Muh Sedang Megabsen siswa/i nya.

"Yang tidak ada di kelas siapa?" Tanya Pak Muh selaku guru Matematika

"Malik,Candra,Mores sama Zidan Pak" Sahut Ilham Selaku ketua kelas XI-ips 2.

"Oke mereka bolos pasti, ADAM KELUAR KAMU!" Bentak Pak Muh. Adam mengucek mata nya dan berjalan keluar tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Sial tidur nya tergganggu

KBM sudah berakhir dan sekolah di bubarkan murid-murid sudah banyak meninggalkan kelas nya dan menuju parkiran dan langsung ke depan pagar sekolah menunggu jemputan.

Nata sudah di jalan menuju alamat yang tertera di brosur sekitar lima menit akhir nya Nata sampai ternyata tempat nya tidak jauh dari sekolah.

"Permisi benar Toko ini nyari buat kerja part time?" Tanya Nata Pada Orang yang menunggu Toko Sablon itu.

"Iya Ini saya pemilik nya lagi nyari orang yang jaga kasir sekalian bantu-bantu saya." Jelas Ibu yang kisaran umur 30tahunan.

"Saya yang Nelpon ibu Yang bilang kelas 10 itu"

"Oh kamu cantik banget ih sopan lagi, Nanti Kamu jaga kasir sama bantu-bantu ngatar baju ke pelanggan ya" Ibu itu mengajak masuk dan saling berkenalan, Nama ibu nya Rosa beliau membangun Toko Sablon ini dengan suami nya, suami nya lagi sakit jadi ibu Rosa kerepotan menjaga dan menyablon sekaligus.

Terima kasih sudah membaca

Jaga kesehatan ya💞💞

MARET (ON GOING)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang