***
Kisah ini mungkin dialami banyak orang, terutama para remaja yang sedang senang membuat keributan dikelas, tertawa terbahak-bahak bahkan menangis tersedu.
1 frekuensi yang masih bisa kalian rasakan ketika rindu datang menyerang, menatap sayu wajah-wajah yang masih bisa kalian pandang.
**
Semua terlihat samar, pagi yang diselimuti ribuan bulir bening, sayup-sayup tapi masih bisa di dengar, hembusan angin kecil yang masih setia menemani rintik hujan. Seorang gadis remaja yang masih menggunakan jaket setengah basah segera berlari ke dalam kelas, pakaian yang sedikit acak-acakan karena harus menerobos hujan di pagi hari, ya walau rintik kecil, perjalanan selama 15 menit dengan jalan kaki itu sudah cukup membuat seragamnya menjadi basah.
"Apes banget gue, mentang-mentang bangun kesiangan belum mandi, eh malah di mandiin sama hujan."
"Kan gila, yang lain pada belum datang wahh jangan bilang mereka meliburkan diri." umpat Ly. Dia segera melepas jaket basahnya, lalu menggantungkan sembarang di kursi pojok belakang.
Ly memutuskan untuk menunggu teman-temannya yang masih belum datang di bangku panjang depan kelas, dia sesekali mengumpat dengan seragam basahnya
"Woy Ly, tumben pagi lo." teriak Vita sembari menutup payung miliknya
"Lu yang kesiangan bego, gue mah datang kek biasanya kali."
"Wkwk, sejak kapan sih seorang Vita datang pagi?" celetuk Rara yang sedang memarkirkan sepedanya
"Kampret lo Ra! Lah Ayna mana? Biasanya bareng sama lo?"
"Nggak tau, gue tungguin di rumah tapi nggak nongol juga, ya alhasil gue gas naik sepeda."
"Seragam lo basah Ly? Lo nggak bawa payung?" celetuk Vita
"Andai gue punya payung pasti nggak bakalan basah Vita."
"Makanya beli payung!" ledek Rara sembari berlalu ke dalam kelas
"Kurang ajar lo Ra."
"Wkwk, sabar ya Ly..." ucap Vita yang juga ikut meledek
"Ra, temenin gue ke toilet dong."
"Lo mah kebiasaan ke toilet ngajak-ngajak."
"Ayo dong Ra ..."
"Ya udah ayo."
"Mau ke mana?"
"Toilet."
"Ikutt!!!"
"Nambah kan makhluk ghaibnya hihiii." tawa Vita cengengesan
***
Hari ini sepertinya menjadi hari menyenangkan untuk Ly dan teman-teman, karena guru yang piket hari ini meliburkan diri akibat hujan.
Ly, Vita, Ayna dan Ane tengah duduk santai di ujung lorong dekat wc, tempat yang selalu menjadi pilihan mereka untuk nongki.
"Gue kira lo nggak masuk Ay."
"Ya nggak lah, kalau gue nggak masuk kan sayang uang jajan gue jadi hilang."
"Lo sekolah demi uang jajan gitu?"
"Ya apalagi, hal yang paling menjanjikan ya cuma itu."
"Gue sih tadi nggak mau masuk, tapi sayang kan kita udah kelas 3 nanti kalau kebanyakan absen bisa-bisa nilai gue jelek lagi." celetuk Ane
"Rajin amat lo Ane." tawa Vita
"Woy pada ngapain?" teriak Rara dari depan kelas
"Lagi ngejulid, mau ikut?" balas Ly meneriaki. Rara berlari kecil di atas lantai yang licin karena hujan, mungkin karena saking semangatnya Rara tak bisa menahan laju langkah kakinya, dan dengan sangat mulus meluncur diatas lantai basah di lorong sekolah
YOU ARE READING
Jalan Buntu
Teen Fiction*Rank 🎉🎉 MasaSmp 5 (340) (On going) (Masih banyak typo guys) Bagaimana menurut kalian, apa menyenangkan menjadi bagian most wanted sekolah? Para gadis yang selalu dikelilingi perjulidan para siswi sekolah dan menjadi idola para siswa laki-laki. Ta...
