PR - 2 Ketakutan Syana

58 6 0
                                    

Suara gebrukan terdengar jelas ditelinga arsyana. Mobilnya yang semula berjalan dengan santai tiba-tiba berhenti dengan sangat mendadak. Suara klakson bergemuruh keras dibelakang mobilnya.

"Astagfirullahaladzim, ada apa ini pak?"

"Didepan ada yang kecelakaan neng." Ucap supirnya. Syana mengguman" Ya Allah kenapa aku harus melihat kejadian ini untuk kedua kalinya." Dia ingat masa kecilnya dimana sedang pergi berlibur bersama keluarganya tetapi ada kejadian yang tidak diinginkan terjadi.

Dimana usianya masih 5 tahun. Waktu itu dia shock melihat kecelakaan maut didepan mata kepalanya sendiri dan sejak itu dia trauma dengan kecelakaan ataupun tentang darah.

Dengan raut muka ketakutan ia mencoba memberanikan dirinya keluar dari mobil dan mendekati korban kecelakaan tersebut.

Matanya tertuju pada pria yang memakai jas hitam sepertinya usianya sama dengan papanya. Pria itu adalah korban tabrak lari yang sekarang sedang tergeletak dijalan dengan sedikit luka dibagian kepalanya.

Karena motor yang telah menabrak pria itu sudah kabur, dan kebetulan mobil syana berada dibelakang kejadian kecelakaan itu. Syana menolongnya dengan tergesa gesa untuk membawanya kerumah sakit.

"Tahan dulu ya pak, kita usahain secepatnya menuju rumah sakit." ucap syana dengan lemah lembut namun khawatir.

"Saya gapapa ko, cuma luka sedikit aja." ujar pria itu dengan senyum namun badanya terlihat lemas.

"Sabar ya pak, bentar lagi sampai."

"Panggil om aditama aja, anak om juga seumuran kaya kamu."

"Iyaa om" jawab syana dengan senyum.

"Makasih ya nak udah anterin om kerumah sakit, kamu langsung berangkat kesekolah aja nanti terlambat. Oo iya nama kamu siapa nak?"

"Sama-sama om, nama saya Arsyana Putri Atmaja."

"Ini alamat rumah saya, saya harap kamu bisa datang untuk makan malam bersama keluarga saya. Itung-itung ini hadiah buat kamu udah bantuin om."

"Insyallah ya om, syana mau berangkat sekolah dulu om Assalamualaikum." Ucap syana sambil bersalaman.

"Waalaikumussallam iya hati-hati nak syana."

Arsyana melanjutkan perjalanannya menuju kesekolah menatap jam tangannya 8 menit lagi sudah mau masuk pelajaran dan sepertinya bentar lagi ia sampai kesekolah barunya. Perasaannya lega dan senang. Senang bisa menolong orang dan untung saja dia berangkat lebih awal kalo tidak, bisa jadi dirinya terlambat masuk kesekolah barunya.

Persimpangan RasaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang