0.1

4.3K 1K 1K
                                                  

NOTE :

1. Jangan spoiler part, apalagi ending LASKAR versi novel yaa! Biarkan Dewi perang yang lain membawa pulang Dewa Perangnya sendiri, janji?

!JANGAN MEMBELI BUKU BAJAKAN!

2. Add story ini ke reading list and library wattpad kalian ya agar tidak ketinggalan update part per partnya, sudah?

3. Follow IG edelwiss123 untuk info mengenai cerita ini, info update, audio book, dan juga untuk bersua denganku, sudah?

4. Jangan lupa ajakin teman-teman kalian untuk jadi Dewi Perangnya Trythor yaa, kalian bisa tag akun wattpad mereka di sini atau kalian bisa story-in cerita, dialog, atau quote yang ada di cerita ini dan jangan lupa tag @edelwiss123 yaa. Siap, Dewi Perang?

5. Jangan lupa ramaikan setiap partnya dengan vote and komentar yaa supaya aku tambah rajin update. Cerita ini akan diupdate dua bulan sekali atau ketika sudah memenuhi target (Kalian tidak harus memenuhi targer karena akan tetap dipost dua bulan sekali, tapi jika penasaran dan ingin cepat membaca Laskar, yuk berkerjasama dan penuhi targetnya ehehe)

6. Target part ini, 1K vote and 1k komentar

7. Yu absen dulu di sini

|HAPPY READING|

Bagaimana mengatakan rindu tanpa kata 'kangen'? Tentu saja dengan mengajakmu bertikai!

—LASKARPELANGI—

"MAS FAJAR!"

Gadis yang berdiri di depan kulkas itu menjerit kesal, di tangannya ada kotak brownies yang isinya sudah kosong, padahal ia sebagai pemiliknya belum memakan sedikitpun. Ini bukan kali pertama dan gadis itu tau pelakunya masih orang yang sama.

"Iyaa, kenapa sih Adek gue yang bawel?!" kata Fajar, menuruni anak tangga, kacamata bertengger di hidung mancungnya sedikit melorot hingga ia membenarkannya, terlihat sangat tampan.

Gadis berliontin kupu-kupu itu menatap tajam Abangnya, "Lo tuh! Lo kan yang makan kue gue?!"

"Nggak!" Fajar menggeleng, menatap Pelangi dengan tatapan teraniyaya, seakan Pelangi baru saja menuduhnya mencuri berlian, "Lo... fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan."

Pelangi berdecak kesal, ia melempar kotak kosong itu ke bak sampah, lalu melangkah ke arah Fajar, menarik tangan cowok itu yang masih terdapat sisa cokelatnya, "INI YANG LO BILANG ENGGA?"

Fajar meringis, suara Pelangi begitu memekakan telinganya, "Yaelah, pelit banget sih. Gue laper, Ngi."

Mendengar jawaban Fajar itu, wajah Pelangi memerah, sebelum akhirnya butiran bening mengalir dari mata bellonya yang indah. Melihat hal itu, Fajar terlihat kaget, bingung, sekaligus takut.

"Eh, eh, kok nangis," katanya, bisa habis dia ditangan sang Mama jika membuat putri kesayangan Ibunya itu menangis, "Dek, jangan nangis dong, iya-iya Mas salah, Mas ganti deh... kamu mau berapa kotak?"

Bukannya berhenti menangis, gadis itu malah terisak. Duduk di tangga dan menutup wajahnya dengan kedua tangan. Fajar bertambah bingung dan gugup, ia segera mengeluarkan ponselnya untuk memesan brownies yang sama dengan yang ia makan.

"Dek, maaf, Mas gantiin nih... tiga kotak, tapi jangan nangis ya," bujuk Fajar, sesekali melirik ke kamar orangtuanya, takut mereka keluar dan melihat keributan ini.

LASKAR 2 (Tacenda)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang