6•Tumpangan

90 54 19
                                    

Ini cerita murni pikiran atau khayalan aku sendiri.

Maaf kalau ada salah kata dan semacamnya.

Bismillahirrahmanirrahim

Berjalan dengan santai sambil bersenandung ria, Senyum pun tak luntur dari Wajah nya, Siap untuk menyambut matahari yang sebentar lagi akan hadir.

"Kalau di telpon sekarang mungkin orang nya masih tidur,Ntar pas di sekolah aja deh semoga diterima" Kata nya pada diri sendiri.

Tepat di belakang gadis itu seorang laki-laki yang menaiki motor sport nya. Memanggil nama seorang gadis yang berjalan santai di Depan nya itu.
"Woi jalan di pinggir mbak" Tegur laki-laki itu kesal.

Dengan perasaan yang awalnya bahagia kini berubah menjadi merinding sebab Sepagi ini dan di jalanan sepi Ada yang berbicara selain diri nya, Enggan menoleh kebelakang Gadis itu berjalan dengan cepat hingga tidak memperdulikan tali sepatu yang terlepas dan akhirnya—— Bruk. Gadis itu kira dirinya sedang di gangguin penunggu daerah ini.

"Aduh orang penunggu jalan sini Nata minta maaf Tadi engga permisi dulu, jangan gangguin hiks hiks.." Dengan keadaan lutut berdarah memeluk kedua lututnya sambil menangis, Dan jangan lupakan laki-laki yang melihat kejadian tersebut menahan tawa nya.

"Shit...gue di kira setan di sini, Emang gila nih cewe"ucapbatin laki-laki itu.

Di matikan nya mesin motor kemudian turun dari motor sport berwarna hitam itu menghampiri gadis yang terjatuh di aspal melungkupkan muka nya ke lutut dan punggung yang naik turun sedang terisak , "Woi Cewe cengeng" Ditepuknya pundak cewe itu Badan nya langsung menegang.

K-kok setan bisa nepuk ya..

Masih enggan mendongak ke orang yang di hadapan nya, "Jangan ganggu Daging aku pait" Ucap nya mendongak Dengan mata tertutup masih kelihatan jejak air mata di pipi nya.

"Gue manusia dan gue Ganteng coba lo buka mata" Dengan smirk nya Cowo itu berdiri di depan Nata. Tangan sebelah kanan nya di masukan ke kantong celana abu-abu nya.

Perlahan tapi pasti Nata membuka mata nya dan YA. Makhluk apa di depan nya ini ganteng nya kelewatan mana subuh-subuh lagi.

Yang semula berlinang air mata kini berubah menjadi melotot, astaga malaikat apa ini Lamun nya buyar ketika mendengar seorang dihadapannya berdehem.

"H-hai Kak Malik kan ini, Ngapain disini Kak?" Tanya Nata Mengawali pembicaraan nya.

"Pengen" Balas nya singkat meninggal Nata masih Setia duduk di aspal.

"Woi obatin luka nya, darah Lo bisa ngundang hantu Disini" Lanjut Malik melempar air Aqua dan hansaplast untuk menutup luka di kaki Nata.

Nata yang mendengar penuturan Malik tersebut langsung bergidik ngeri dengan cepat ia membersihkan luka di lutut nya, Agar hantu tidak mendekat.

"Terimakasih Dan maaf Kak" Nata menunduk tidak berani menatap lawan bicara nya ini.

"Kalau ngomong itu tatap orang nya"

"Maaf" cicit Nata pelan, Malik mendengar tapi ia hanya diam saja.

Merasa Lawan bicara nya tidak menyahut, Pikir Nata Lebih baik ia segera kesekolah agar tidak terlambat.

"Duluan ya kak" Pamit Nata hendak berjalan tapi tangan nya langsung di cekal oleh Malik.

"Bareng gue" Nata yang hendak membuka mulut ingin menolak langsung di sahut Malik
"Menolak penolakan" Ditarik nya tangan Nata agar lekas naik ke jok belakang motor nya.

Nata yang enggak pernah menaiki motor seperti ini bingung bagaimana cara ia bisa duduk di atas situ, Sedangkan Badan nya kecil.

"Emmm... Kak Naik nya gimana ya?" Tanya Nata dan di balas uluran tangan dari Malik agar gadis ini mudah naik. Nata Salah kira, ia kira Malik menagih Duit buat naik.

"Berapa bayaran nya Kak?, kirain aku gratis hehe" Tanya Nata menggaruk pipi gembul nya tidak gatal.

"Tolol gue ngulurin tangan buat Lo naik bego, jarang-jarang jok belakang gue di tempati cewe kaya Lo! Dan gue enggak minta bayaran." Malik sudah menahan diri agar ia tidak mengumpati gadis di samping nya ini, tapi Kesabaran seorang Malik tidak boleh di uji. Nata yang mendengar umpatan Kakak kelas nya ini hanya menahan air transparan di kelopak mata nya agar tidak terjatuh.

"Maaf lagi kak, Soal nya kakak engga bilang kalau tangan nya buat naik. Kalau gitu Aku jalan kaki aja deh"

"Gue bilang naik Bego Sekolah masih jauh, cepat sebelum gue berubah pikiran" jawab Malik cepat sebelum kaki Nata berjalan menjauhi motor hitam nya.

Nata pasrah, lebih baik ia menurut daripada di Datangi hantu yang ada di tempat nya ini. Lagian sekalian gratis hemat ongkos hehe.

****

Berhubung sekolah masih sepi jadi Fans-fans Malik belum menampakkan lubang hidung nya, Kalau sampai ketahuan tamat riwayat hidup damai seorang Renata Adima ini.

Turun dari motor Ninja berwarna hitam yang di kendarai Kakak kelas nya ini dengan hati-hati agar rok yang ia gunakan tidak terbuka. Malik yang melihat seorang gadis di belakang nya ini ribet sendiri ia hanya menunggu sampai gadis di belakang nya ini turun,  

Kok gue jadi bisa bareng nih cewek

Sibuk memikirkan kenapa ia jadi langsung mengajak cewek untuk duduk di jok belakang nya, pasal nya Yang menduduki jok belakang nya itu haram. Dan tidak pernah Malik perbolehkan siapa pun itu orang duduk di jok belakang nya.

"Kak terimakasih atas tumpangan, Duluan kak" Pamit Nata hanya di tatap Malik kemudian ia turun dari motor nya dan menuju kantin.

Terima kasih sudah membaca cerita ini tinggalkan jejak dengan cara vote dan coment ya guysᥬ😂᭄.

MARET (ON GOING)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang