chapter 10

620 77 37
                                    

Mohon maaf sebelum nya
Kemaren ada typo, harus nya taehyung itu anak bungsu bukan Semata wayang, terus juga gangnam hill itu ada nya di seoul bukan busan, aku lupa, tapi udah aku perbaiki kok
Kalau misal ada typo coment aja yah
Biar aku makin teliti nulis nya.

Tolong kasihani gue, kasih vote kek.

Tolong kasihani gue, kasih vote kek

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

_________________

Kamar dengan desain monokrom perpaduan warna navy dan grey itu menjadi saksi bisu betapa gusar nya gadis dengan balutan piyama selutut yang membawa tungkai mulus nya bolak balik di tempat yang sama.

Airin menggenggam ponsel nya erat ia kalut, bingung dan semacam nya, bagai mana besok jika ia benar-benar pulang dengan Jungkook, jelas airin tak ingin hal ini di ketahui Taehyung, bisa bahaya nanti nya.

Taehyung
Sayang?
Sedang apa?
Cepat pulang
Aku rindu.

Rasa nya airin ingin berteriak saja, sejenak gadis itu melupakan masalah nya hanya karena pesan singkat dari Taehyung, pria yang beberapa hari ini baru menjadi kekasih nya.

Airin
Sedang memikirkan mu
Besok aku pulang kok.

Mungkin di sana Taehyung bereaksi sama seperti airin, senang kala mendapat balasan pesan dari kekasih nya, ingin memeluk tapi jauh.

"Kau belum tidur?"

Suara pria baya itu terdengar sedikit bergetar."appa, ada apa?"tanya Airin sembari menghampiri sang ayah.

"Eomma bilang, kau akan pulang ke seoul kan besok."pria itu menghela nafas pasrah tampak tak rela bila putri nya itu pergi. Airin mengangguk dan mengelus pundak sang ayah yang sedikit terbatuk.

"Sebenar nya apa pekerjaan mu di sana nak?"

Airin diam sesaat tampak menimbang jawaban yang akan ia ajukan, tentu tidak mungkin ia mengatakan bahwa ia bekerja menjadi baby sister terutama anak dari pacar nya sendiri.

"Emm"Airin menggaruk kepala nya yang tidak gatal."sekertaris di salah satu perusahaan"jawab nya asal

Sang ayah hanya mengangguk paham, airin bersyukur dalam hati ia tidak di hujani banyak pertanyaan lagi setelah nya."padahal appa mu punya perusahaan sendiri, kau bisa bekerja di sana".hal itu mampu membuat Airin stagnan bingung harus menjawab apa.

Karena pada awal nya Airin tidak tertarik untuk dunia bisnis atau perkantoran ia hanya ingin menjadi model walau sampai detik ini belum terwujud."hanya ingin mencari pengalaman."Airin menjawab yakin walau tak sesuai ekspektasi.

Hiraeth | KthTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang