4•Dapat Masalah

106 63 15
                                    


Ini cerita murni pikiran atau khayalan aku sendiri.

Maaf kalau ada salah kata dan semacamnya.

Bismillahirrahmanirrahim

Selamat tahun baru,Semoga Doa-doa kita semua di kabulkan🤲

Adzan Ashar berkumandang Nata Baru Saja menyelesaikan Kewajibannya di Mesjid Dekat Sekolah, Sejak pulang sekolah tadi Nata mencari Pekerjaan Paruh waktu biar nambahin penghasilan keluarga nya, Tapi nggak ada satu pun yang menerima Anak SMA itu.

Nata mengikat tali sepatu nya, berjalan menuju kerumah. Mau pulang naik angkot Mending duit nya di tabung Kata Nata, lebih baik jalan kaki itung-itung olahraga.

Saat hendak menyeberang Nata Melihat Wanita Paruh baya yang menggunakan tongkat ingin menyeberang, Ya ibu itu tunanetra.
“Ibu permisi biar Aku bantu”Pegang Tangan Nata ke Tangan Ibu itu.

“Eh Makasih Nak Udah Mau bantuin Orang Buta”Tawa nya sambil menggenggam tangan Nata Ingin menyeberang.

“Kewajiban Itu Bu saling menolong, Duluan Bu Hati-Hati” Nata tersenyum kepada ibu tersebut, Dibalas anggukan oleh ibu tadi.

“Susah juga dapat Kerja huh, Tapi harus tetap semangat” Menyemangati diri sendiri dan mengepal tangan di angkat ke atas ——  meniru seperti pejuang.

***

Selepas Pulang Dari Markas Black Raven Seorang Cowok mengendarai Motor nya ugal-ugalan dan tidak mempedulikan pengendara lain, Mata nya menajam saat melihat Seorang Cewek Sedang Membantu Wanita Paruh Baya menyeberang Jalan.

“Kaya pernah liat tu orang” Pikir nya.

“Oh yang ngatain gue tuh” lanjut nya dengan senyum smirk tersembunyi di dalam helm full face nya.

Di ikuti nya Cewek yang sedang berjalan dengan Motor Ninja Berwarna Hitam nya “Woi Kenal Gue Kaga” Kata Cowok Yang membuka helm full face nya dan di tatap Nata, Muka yang ia hindari dari sekolah tadi.

“A-anu Siapa Ya?” Tanya Nata Gugup, Tangan memilin Tali Tas nya.

“Masa Sama Malaikat Enggak Kenal?”Sahut Cowok itu dengan Alis yang di turun naik kan.

Astaga ini Kak Malik, Mati lah aku

“Maaf kak aku janji enggak cari masalah lagi Sama Kak Malik” Nata mengangkat jari telunjuk dan tengah sehingga membentuk V.

“Gue Enggak Perlu Maaf Sialan Itu,Yang gue perlu Lo jangan pernah usik gue lagi” Tekan Malik langsung menjalankan Motor nya dengan kecepatan tinggi tanpa menunggu jawaban dari Lawan bicara nya, Yang mengelus Dada Akibat Kaget.

Saat Nata Di Kelas tadi, Cindy dengan semangat membuat kan Aplikasi Line kata nya biar join di Grub Mereka ber-empat, Nata yang Punya Handphone Cuman Sekedar Main game Offline atau pecarian Google cuman Ngikut aja apa yang di bilang Cindy.

Jadi Sekarang Handphone Nata yang di kantong bergetar-getar menandakan ada Notif Masuk.

   Cindy Aprilia menambah Renata
                         Ke grup.(4)

Cindy Aprilia: Hai new friend semoga   betah di sini.

Ajijah Putri: Sudah Pulang Nat?

     
Renata Adima: Belum nih Masih dijalan,Nanti sambung ya enggak fokus nanti jalannya.

***

Saat Sang surya lelah, Menyibakkan bayangan senja sembari burung berkicau. Seorang perempuan termenung memikirkan Mimpi yang ia dapati —— "Tolong rubah putra ku menjadi lebih baik anak cantik, ibu percaya bahwa hati mu baik dan bisa membantu ibu nak"
Siapa Yang Di mimpi nya itu,Sering bermimpi itu tapi tidak menemukan titik terang arti mimpi tersebut.

“Semoga dalam waktu dekat aku nemuin jawaban nya”

“Assalamualaikum Bapak pulang” Ucap Bapak Di depan pintu.

“Waalaikumsalam pak”Sahut ibu dan Nata bersamaan dikuti menyalimi tangan.

“Gimana hari pertama Sekolah nya nak?” Tanya Ibu  menghampiri Selepas Menyiapkan makanan di dapur.

“Lancar Bu, Nata Dapat temen tadi juga Mereka baik hehe” jawab nya dengan tawa yang menggemaskan.

“Syukur fokus sekolah ya nak, Alhamdulillah kamu sekolah dapat beasiswa. Tugas kamu cuman belajar masalah apapun ibu sama bapak yang akan berusaha buat bahagiain kamu” Air mata ibu yang menggenang di pelupuk mata pun akhirnya luruh dan langsung memeluk Nata, Pelukan Antara ibu dan Anak itu di Lihat oleh Bapak dengan air mata yang hampir terjatuh.

“aku akan membahagiakan kalian bagaimana pun caranya,tuhan pasti punya rencana yang terbaik”Batin Bapak.

“Eh kok ini pada nangis kenapa?” Bapak yang pura-pura tidak tau itu menunjukkan muka bingungnya.

“Bapak mah ngerusak moment Aku sama ibu lagi terharu Sama kata-kata ibu tadi Pa" Sahut Nata dengan muka kesalnya, Sedangkan Bapak dan ibu yang mendengar menjadi tertawa.

“Ayo Makan Ntar dingin” Ajak ibu dan diangguki, Mereka yang makan dengan diam, Menikmati rejeki yang di hadapan saat ini.

Terimakasih yang sudah baca cerita ini,
Semoga di hari besok Tahun 2021 Bumi kita menjadi membaik(•‿•)









MARET (ON GOING)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang