Windermere

400 41 2
                                    

1.

Ia membawa sekeranjang pakaian-yang diambilnya dari tumpukan baju di Torquay. Kebanyakan pakaiannya sobek, kainnya dipenuhi darah, dan bercak-bercak tanah. Ia ambil mereka saat ia menulis puisi tentang lukanya di Norfolk.

2.

Dua hari lalu, ia bertemu dengan seorang ibu tua yang sedang membereskan barang-barang lama yang ia dapat dari internet. Di sampingnya ada seekor anjing kecil menemaninya. Ibu tua itu bilang mereka sedih mendengar berita di setiap tiang kereta yang datang pada tanggal-tanggal tua. Ia langsung membeli salah satu barang di sana-sebuah telepon kabel yang sudah usang, dan mungkin ia akan memperbaikinya di tukang.

3.

Pada malam itu ia kembali menangis. Ia mencoba membersihkan sampah di pekarangan apartemennya. Menyeduh susu putih yang lebih mirip seseorang yang dicintainya. Dan menghitung semua uang yang ia dapat akhir-akhir ini–menjumlahkannya, yang hanya cukup untuk membeli satu komik bekas di toko loak pinggir kota.

4

Ia menimbang-nimbang untuk membawa lukanya ke Windermere dan menenggelamkan diri di sana. Keesokkan paginya ia terbangun, membasuh wajahnya di wastafel. Ia menyadari ada banyak darah kering di sekujur tubuhnya. Ia pun mengganti celananya dan mulai memanaskan sekotak makaroni kemarin malam.

5.

Pada tahun yang dingin itu, ia menghapus seluruh darah di tubuhnya. Menghayutkannya ke Windermere, dan meninggalkan lukanya di Norfolk.

Ayahmu Tumbuh di Halaman BelakangTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang