Previous Page of 2Next Page

Puisi Terbaru Dari Adamssein - Menyentuh Kalbu Dan Religius. Buruan Koleksi!

spinner.gif

Puisi Terbaru Dari Adamssein - Menyentuh Kalbu Dan Religius. Buruan Koleksi!  

Oleh Mohammad Adam Hussein Adamssein  

Add Friendster : Soulme87@gmail.com

!! Lisensi Dokumen !!  

Dilarang menjiplak atau mengubah isi tulisan ini tanpa seizin Pemilik.  

Diperbolehkan untuk menyebarkan atau menggunakan selama masih mencantumkan  

Hak Cipta seperti dibawah ini;  

© Mohammad Adam Hussein Adamssein.  

** Puisi Menyentuh Kalbu :  

Rindu Terpendam, Tenggelam Dalam Kehampaan, Tetaplah Disini, dan Inilah Aku?.  

** Puisi Religius :  

Saat Percikan Cahaya, Sembah Sujud, Jangan Tutup Mata Hatiku, serta Langit dan Bumi.  

** Puisi Lara :  

Tak Tentu Arah dan Jika Engkau Pergi.  

Sukabumi Selatan, Kamis; 07 Agustus 2008.

!! Bacalah Untuk Wattpader !!  

Bagi pembaca yang merindukan Koleksian Puisi Persembahan Adamssein Bagian Kedua di Tahun 2008, silahkan tunggu saja di  

bulan Desember, karena dalam tanggal 10 Desember selain diperingati sebagai Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia,  

selain itu juga hari spesial buat Adamssein. Dan di Bulan Februari akan ditayangkan Koleksian Puisi Bagian Ke Satu dan Bagian  

Kedua di Tahun 2008 sebagai tanda cinta kepada semua Wattpader yang telah membaca tulisan-tulisan serta puisi-puisi buatan  

Mohammad Adam Hussein Adamssein.  

Adamssein menulis puisi tentang Kehidupan, KeTuhanan, Cinta, Persahabatan, dan lain-lain.Teruslah ikuti dan burulah segala  

karya-karya khas Adamssein !

Adinda Putri yang bikin ngemes ja ne! Hehe. Jadi pengen cepet ketemu. Aa akan selalu menantimu dalam kehadiran HidupKu.  

Terima kasih atas segala perhatian dan kepercayaannya. Sampai Jumpa! Sampai ketemu dilain waktu. See you! :-)

# Puisi Menyentuh Kalbu Bag. 1 - Rindu Terpendam #

Sendiri lalui hari,  

Jalani waktu terasa sunyi yang menghampiri,  

Termangu menahan sepi,  

Rindu terpendam diresapi.

Tak ingin kusendiri lagi,  

Hampa tanpamu disisi,  

Gundah merasuki hati,  

Bimbang harus lakukan apa,  

Tiada ku mengerti.

Bila saja Kau mengerti.  

Ku tak akan seperti ini,  

Ikhlaskan dirimu 'tuk temani mimpi,  

Terangi langkah hidupku,  

Itulah yang ku nanti,  

Rindu Terpendam dari dasar hati.

# Puisi Menyentuh Kalbu Bag. 2 - Tenggelam Dalam Kehampaan #

Kini dalam sendiri,  

Ku arungi waktu,  

Walau tanpa ditemani kekasih.  

Harus kujalani walau terasa sepi.

Ku mendayung bagai nelayan 'tuk berlabuh,  

Temukan rasa yang terpendam dari dasar hati kekasih.  

Amati semua yang tersembunyi dalam dirimu,  

Biarkan diriku sejenak resapi,  

Hingga akhirnya ku bisa sesuaikan diri dengan sifat dirimu.  

Biar dirimu bahagia bersama diriku.

Tenggelam Dalam Kehampaan,  

Maknai arti cinta dengan sejati,  

Sebening hati berikan apa adanya, semampuku.  

Selama ku bisa lakukan itu.

# Puisi Menyentuh Kalbu Bag. 3 - Tetaplah Disini #

Gundah merajai hati,  

Saat Kau tiada disisi,  

Rasa seakan sepi,  

Tak bisa kuingkari, semua ini.

Tetaplah Disini ...  

Temani sunyi hati yang terus menghampiri.  

Tetaplah Disini ...  

Bersama diriku lalui rintangan hidup ini.

Sungguh hati ini merindu,  

Sebuih rasa ku menunggu,  

Hingga Kau ada disisi,  

Ku tak ingin Kau pergi lagi,  

Coba Kau Pahami!

# Puisi Menyentuh Kalbu Bag. 4 - Inilah Aku ? #

Ku tak mau berbohong,  

Apa adanya untuk Kau pahami,  

Ku tak ingin kau menjauh,  

Saat Kau sadari.

Inilah Aku ?  

Butuhkan hadirmu  

Inilah Aku ?  

Sepenuh hati, setulus jiwa, menyayangi hatimu.

Kumohon kau pahami,  

Jangan khianati aku,  

Luka bisa membekas,  

Akan tetap ada walau sudah kau pahami.

# Puisi Religius Bag. 1 - Saat Percikan Cahaya #

Oh Tuhan,  

Mengapa ada biru, ada hitam, dan ada pula putih,  

Biru menghanyutkan,  

Hitam menggelapkan,  

Putih menyinari.

Kesepian yang ada lenyap sudah,  

Kesedihan pun sirna,  

Saat percikan cahaya,  

Menemui hati kita. Oh .. Betapa Indah kurasa.

Bisakah kita bahagia karena Cinta?  

Maaf Tuhan t'lah ragukan ini semua.  

Mohon beri kemudahan dalam kesulitan.  

Menghampiri diri, dan hidup kita.  

Hanya Engkaulah Pertama yang kita sayangi.

# Puisi Religius Bag. 2 - Sembah Sujud #

Hati suci tak pernah henti memanggil,  

Jiwa pun bersimpuh,  

Memohon ampun atas perbuatan yang dilakukan,  

Menyadari betapa dahsyatnya siksaanMu.

Sungguh tak mampu,  

Ku tak mampu menahan panas Api NerakaMu,  

Sembah Sujud ku persembahkan untukMu,  

Ampunilah segala khilafku.

Aku bukan siapa-siapa,  

Tanpa pertolongan dan perlindunganMu,  

Engkaulah Tuhan yang selalu ada dihatiku,

Previous Page of 2Next Page

Comments & Reviews (1)

Login or Facebook Sign in with Twitter


library_icon_grey.png Add share_icon_grey.png Share

Who's Reading

Recommended