Previous Page of 367Next Page

pedang medali naga 2

spinner.gif

Karya Batara

 

 

 

￾gYa ya, kalau begitu si Naga Bongkok saja, suhu,￾h Ceng  

Liong memotong. 'Siapakah kiranya yang dapat mengalahkan  

kakek bongkok itu satu lawan satu!"

Mu Ba tertegun

"Kenapa diam, suhu? Yang jelas bukan kau, bukan?"

Raksasa ini mengangguk, merah mukanya. "Ya. dan jisuhumu  

(Mayat Hidup) juga tak dapat mengalahkan kakek  

bongkok ini jika harus satu lawan satu, Liong-ji. Tapi kukira  

ada dua orang yang dapat menandingi kakek bongkok itu,  

bahkan mungkin tiga kalau So-beng mahir mainkan Tok-hweji!"

 

"Hm, Iblis Penagih Jiwa ini tak mungkin mau memberikan  

kepandaiannya kepadaku, suhu. Coba kausebutkan saja siapa  

dua orang yang mungkin dapat menandingi kepandaian Naga  

Bjngkok itu!"

Mu Ba menarik napas. "Pertama mungkin Pendekar Gurun  

Neraka, Liong ji. Dan ke dua adalah ketua Beng-san pai itu!"

"Ciok-ihouw Taihiap S￾âlw Ki Beng?"

"Mungkin."

Ceng Liong berkilat matanya. "Tidak ada lainnya lagi,  

suhu?"

Mu Ba menggeleng ragu. "Kukira hanya dua orang itu,  

Liong-ji. Tak ada lainnya lalu Ada apakah?"

Ceng Liang tak menjawab. Matanya berubah aneh, tapi Mu  

Ba yang rupanya tahu tindak-tanduk muridnya ini tiba tiba  

bertanya, "Kau mau mempelajari kepandaian dari orang yang  

dapat menandingi Naga Bongkok, Liong ji?"

"Hm..." Ceng Long terpaksa menganggukkan kepalanya.  

"Memang betul, suhu Tapi kalau Pendekar Gurun Neraka jelas  

tak mungkin!"

 

 

"Kalau begitu ketua Beng-san pai itu saja, Liong-ji.  

Kudengar dia memiliki ilmu baru yang disebut Soan-hoan  

ciang!"

Ceng Liong berkedip matanya. "Kau bisa membantu, suhu?'

"Kalau kau mau, bocah. Dan kebetulan sekali kudengar  

bahwa saat ini ketua Beng-san-pai itu dilanda kecewa!"

"Kecewa apa, suhu?"

"Tentang pewaris ilmu silatnya, Liong -ji. Katanya  

kudengar Soan-hoan-ciang yang dimilikinya tak mendapat  

sambutan baik di hati ketiga cucunya!"

"Eh, bagaimana itu, suhu?" Ceng Liong tertarik.  

"Bagaimana ilmu silat Soan-hoan-ciang itu tak mendapat  

sambutan di hati cucunya? Dan siapa mereka?"

"Puteri Pendekar Gurun Neraka - dan anak dari puteranya  

pertama Souw Ceng Han, Liong-ji. Katanya tiga orang muda  

itu tak berlatih sungguh sungguh umuk menguasai Soanhoan- 

ciang ini. Akibatnya ketua Beng san-pai itu frustrasi dan  

mulai mabok - mabokan melepas kecewai"

"Hm," Ceng Liong girang bukan main. "Kalau begitu aku  

akan ke sana, suhu. Aku akan membujuk dan mempelajari  

Soan-hoan ciang itu dari Pendekar kepala Batu!"

"Kau seorang diri?"

"Ya, kenapa suhu? Aku tidak takut!"

"Tapi ilmu silatmu tentu mencurigakan ketua Beng-san-pai  

itu, Liong-ji. Kau tentu diketahui sebagai murid golongan  

hitam!"

"Ah, itu mudah kuatur, suhu. Yang jelas aku akan berhatihati  

mendekati ketua Beng-san-pai itu dan mencuri ilmunya!"

Mu Ba terbelalak. Dia kembali kagum akan keberanian dan  

jiwa petualang muridnya ini. Tapi tertawa bergelak dia justeru

 

 

merasa girang. "Bagus, kalau begitu aku juga punya siasat  

untuk mengadu keluarga pendekar itu, Liong - ji. Sebaiknya jisuhumu  

diberi tahu!" dan baru menyelesaikan kata - katanya  

mendadak iblis tinggi besar ini berkelebat lenyap. Ceng Liong  

terkejut. Tapi belum dia mengejar tiba-tiba ibunya muncul  

memasuki kamar.

"Liong-ji, apa yang kalian ributkan? Kenapa twa-subumu itu  

tertawa bagai orang gila?"

Ceng Liong tertegun. Dia melihat ibunya muncul  

membelalakkan mata, memandang dirinya dengan kening  

berkerut. Cantik dan masih tampak muda. Dan Ceng Liong  

yang ganti terbelalak memandang ibunya itu tiba-tiba tertawa.

"Ibu, kau benar-benar cantik sekali. Sungguh hebat!"

Tok-sim Sian-li melotot. "Apanya yang hebat? Kau tidak  

dengar pertanyaan ibu?"

Previous Page of 367Next Page

Comments & Reviews (2)

Login or Facebook Sign in with Twitter


library_icon_grey.png Add share_icon_grey.png Share

Who's Reading

Recommended