welcome!  login | sign up   Facebook Connect
 
Read what you like. Share what you write.

Posted by

adamssein

on Apr 21, 2008
Become a fan

Mengungkap Pemikiran Salah Terhadap Islam

8


Mengungkap Pemikiran Salah Terhadap Islam :
Sosok Nyeleneh Banyak yang di UIN dan IAIN
Oleh H Hartono Ahmad Jaiz, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta.

***************************************************************
Mohammad Adam Hussein Adamssein
Add Friendster : Soulme87@gmail.com or 0857 2329 4730
http://adamssein.blogs.friendster.com/my_blog/
***************************************************************

=================================================
Silahkan baca dengan seksama dan Kitapun akan tahu kebusukan atau kesalahan dalam cara berpikirnya.
Semoga Kita terhindar dari salah pemahaman atau salah memahami hukum atau maksud yang terdapat dalam Al-Qur�an dan Hadits Nabi. Amien.
=========================================
Salah seorang terkemuka dari kalangan yang nyeleneh (aneh pendapatnya) dan bahkan orang-orang yang nyeleneh pun mengakuinya sebagai orang yang berperan penting dalam apa yang Dawam Rahardjo sebut liberalisme Islam (dalam menumbuhkan kenyelenehan?) adalah Mukti Ali guru besar IAIN Jogjakarta. Ini paling kurang adalah seperti yang diakui oleh Dawam Rahardjo di antaranya ditulis di Koran Republika. Cap buruk dari masyarakat belum sempat melekat di dalam nama Mukti Ali semasa hidupnya. Tetapi tokoh yang belum menerima gelar-gelar buruk itupun telah melakukan sebongkah pembelaan dan bahkan penumbuh kembangan perusakan Islam secara sistematis di Indonesia lewat pendidikan tinggi Islam dan karya tulis yang merusak Islam secara terang-terangan yaitu membela dan bahkan sebagai pemberi kata pengantar buku yang merusak aqidah Islam, berjudul Catatan Harian Ahmad Wahib, 1982. Apalagi mereka-mereka yang oleh masyarakat sudah diberi cap buruk atau paling kurang sebagai sosok nyeleneh (aneh pendapat-pendapatnya), bisa dijumpai di berbagai tempat di antaranya:

1. Nurcholish Madjid

Nurcholish Madjid, dosen di IAIN Jakarta, pendiri Yayasan Wakaf Paramadina dan rektor Universitas Paramadina Mulya Jakarta. Pada saat naskah ini ditulis, dia baru saja pulang dari perawatan di rumah sakit di Singapur ke rumah sakit pula di Pondok Indah Jakarta. Setelah hatinya dicangkok dengan hati orang Cina Komunis asli negeri Cina Tiongkok di Cina, dia harus dirawat di Singapur.

Pencangkokan hati itu mengharuskan Nurcholish disuntik untuk mengurangi daya tolak tubuh atas hati cangkokan baru itu. Namun akibatnya kekebalan tubuhnya harus dikurangi, maka ususnya terkena infeksi, dan harus dirawat di RS Singapur, selama 6 bulan.

Kemudian pulang ke Indonesia bukan pulang ke rumah tetapi ke rumah sakit pula yaitu di Pondok Indah Jakarta, 17 Februari 2005, dengan harus selalu pakai masker, dan ditangani 6 dokter spesialis.

Nurcholish Madjid dulu (1970) mencoba mengemukakan gagasan �pembaharuan� dan mengecam dengan keras konsep negara Islam sebagai berikut: �Dari tinjauan yang lebih prinsipil, konsep �Negara Islam� adalah suatu distorsi hubungan proporsional antara agama dan negara. Negara adalah salah satu segi kehidupan duniawi yang dimensinya adalah rasional dan kolektif, sedangkan agama adalah aspek kehidupan yang dimensinya adalah spiritual dan pribadi.�

Pada tahun 1970 Nurcholish Madjid melontarkan gagasan �Pembaharuan Pemikiran Islam�. Gagasannya itu memperoleh tanggapan dari Abdul Kadir Djaelani, Ismail Hasan Meutarreum dan Endang Saifuddin Anshari. Sebagai jawaban terhadap tanggapan itu Madjid mengulangi gagasannya itu dengan judul �Sekali lagi tentang Sekularisasi�.

Kemudian pada tanggal 30 Oktober 1972, Madjid memberikan ceramah di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, dengan judul �Menyegarkan Faham Keagamaan di Kalangan Umat Islam Indonesia�. Salah satu kekeliruan yang sangat mendasar dari Nurcholish Madjid ialah pemahamannya tentang istilah �sekularisasi�. Ia menghubungkan sekularisasi dengan tauhid, sehingga timbul kesan �seolah-olah Islam memerintahkan sekularisasi dalam arti tauhid�.

Di samping itu Nurcholish mengemukakan bahwa Iblis kelak akan masuk surga. Ungkapannya yang sangat bertentangan dengan Islam itu ia katakan 23 Januari 1987 di pengajian Paramadina yang ia pimpin di Jakarta. Saat itu ada pertanyaan dari peserta pengajian, Lukman Hakim, berbunyi: �Salahkah Iblis, karena dia tidak mau sujud kepada Adam, ketika Allah menyuruhnya. Bukankah sujud hanya boleh kepada Allah?�

Dr. Nurcholish Madjid, yang memimpin pengajian itu, menjawab dengan satu kutipan dari pendapat Ibnu Arabi, dari salah satu majalah yang terbit di Damascus, Syria bahwa: �Iblis kelak akan masuk surga, bahkan di tempat yang tertinggi karena dia tidak mau sujud kecuali kepada Allah saja, dan inilah tauhid yang murni.�
/ 14 Next Page

Comments & Reviews ^top


Login to post your comment.
Be the first to comment on this!


Recommended


Mengapa Islam Populer ? Baca Selengkapnya ...

Kisah Misteri Dari Primbon.com

Adamssein Labs. - Silent Drive {Mampu Membuat HardDisk Menjadi Tidak Berisik}

Kisah Misteri Dari Terbaru Primbon.com

2 Puisi Terbaru Sebagai Andalan Adamssein Untuk Kekasih

Adakah Cinta Untukku ?

Show In New On Wattpad