Previous Page of 83Next Page

Naga Beracun 2

spinner.gif

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

(Lanjutan Naga Sakti Sungai Kuning)

Karya : Kho Ping Hoo

Scan djvu oleh Syaugy_ar

Ebook by Dewi KZ & Sukanta

http://kangzusi.com/

Jilid 7

"Cin Cin. jangan membikin aku marah. Engkau memang anak yang tidak mengenal budi. Selama

tiga tahun aku memperlakukan engkau seperti anak sendiri. Entah berapa banyaknya biaya yang

kukeluarkan untuk keperluanmu. Dan sekarang, sebagai ibu yang baik, aku telah mencarikan

tempat yang terhormat dan baik untukmu. Bahkan ibu kandungmu sendiri belum tentu akan

mampu mencarikan tempat yang demikian mulia untukmu. Dan engkau berani menolak?"

“Terserah pendapatmu, Cia Ma. Pendeknya, aku tidak mau diserahkan kepada pembesar itu

atau kepada siapapun. Kalau engkau sudah tidak mau aku tinggal di sini, biarlah aku pergi mencari

ibuku." Cin Cin bersikeras.

Cia Ma kini tidak berpura-pura lagi, tidak bersikap manis dan lembut seperti biasa. Ia marahmarah

dan percecokan itu segera terdengar oleh Coa Tai-Jin yang segera memerintahkan

pengawalnya untuk bersiap-siap meninggalkan tempat pelesir itu. Dia merasa malu kalau selagi dia

berada di situ terjadi percekcokan. Pengawalnya segera mendatangi Cia Ma, menegurnya karena

keributan itu.

"Tidak perlu ribut-ribut. Besok harus kauantarkan anak perempuan itu ke Lok-yang, ke gedung

Coa Tai-Jin. Beliau tidak ingin mendengar ribut-ribut. Awas, kalau sampai gagal, engkau akan

dihukum berat!"

Menggigil tubuh Cia Ma mendengar ancaman itu dan iapun mengangguk-angguk seperti ayam

makan jagung. Rombongan pembesar itu segera meninggalkan rumah pelesir Ang-hwa dan setelah

rombongan pergi, Cia Ma mengeluarkan semua rasa hatinya yang panas dan penuh kemarahan

terhadap Cin Cin. Ia mengurung gadis cilik itu di dalam kamarnya dan menyuruh tukang-tukang

pukulnya untuk menjaga agar anak itu jangan sampai melarikan diri. Kemudian, ia membuat

persiapan, menyewa sebuah kereta dan mempersiapkan pasukan pengawal yang terdiri dari

sepuluh orang, dengan Hek-gu (Kerbau Hitam) dan Pek-gu (Kerbau Putih) sebagai pemimpin.

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Pada keesokan harinya, pagi-pagi sekali, Hek-gu dan Pek-gu memaksa Cin Cin yang sudah

didandani sebagai seorang puteri naik ke dalam kereta. Anak itu meronta dan melawan, akan tetapi

dua orang tukang pukul itu meringkusnya dan memondongnya ke dalam kereta.

Karena khawatir anak itu memberontak terus, Hek-gu lalu tinggal di dalam kereta, sedangkan

Pek-gu yang memimpin pasukan terdiri dari sepuluh orang tukang pukul itu. Kereta lalu dijalankan,

meninggalkan Cia Ma yang sambil senyum-senyum menghitung lagi uang yang ia terima dari Coa

Previous Page of 83Next Page

Comments & Reviews

Login or Facebook Sign in with Twitter
library_icon_grey.png Add share_icon_grey.png Share

Who's Reading

Recommended