Previous Page of 452Next Page

Tangan Geledek

spinner.gif

Darah Pendekar

Jilid I

KALAU kita membayangkan keadaan manusia pada ribuan tahun yang lalu seperti dapat kita

baca di dalam kitab-kitab sejarah, kita memperoleh kenyataan betapa manusia telah memperoleh

kemajuan yang amat hebat di dalam keadaan lahiriah, yaitu soal-soal teknik, ilmu pengetahuan

dan sebagainya. Gerobak- gerobak sederhana ditarik lembu atau kuda kini telah diganti dengan

mobil, kereta api, bahkan pesawat terbang jet. Senjata-senjata pelindung diri yang tadinya hanya

berupa pedang, tombak dan sebagainya kini telah diganti dengan senjata api, peluru kendali,

bahkan bom dan senjata nuklir yang maha dahsyat. Memang, tidak dapat disangkal lagi bahwa

manusia telah memperoleh kemajuan yang amat hebatnya. Itu di bidang lahiriah. Akan tetapi

bagaimana dengan bidang batiniah, rohaniah ? Majukah kita ? Kembali kita dapat menyelidikinya

dengan bantuan catatan- catatan sejarah dan kita akan memperoleh kenyataan yang amat

mengejutkan, memalukan, bahkan mengkhawatirkan.

Menurut catatan sejarah, di jaman dahulu, ribuan tahun yang telah lalu, kita sudah

mengenal perebutan kekuasaan, korupsi, benci- membenci, bunuh-membunuh, tipu-menipu

karena manusia saling berlumba untuk meraih kesenangan sebanyak mungkin. Dan bagaimana

keadaannya sekarang ? Sama saja, bahkan semakin hebat! Di jaman dahulu, manusia sudah

mengenal kesengsaraan dan di jaman sekarang ini, belum juga manusia dapat merobah keadaan

batinnya, masih saja kesengsaraan merajalela dan manusia lebih banyak mengenal duka dari pada

KANG ZUSI website http://kangzusi.com/

suka dalam hidupnya. Mungkin pertentangan antar manusia tidaklah sekasar dahulu lagi, namun

hal itu bukan berarti bahwa pertentangan itu berkurang atau lebih lunak. Bahkan pada dasarnya

lebih keji lagi. Dan keadaan seperti ini, yaitu kemajuan pesat pada bidang lahiriah namun tetap

atau hampir dapat dikatakan mundur pada bidang batiniah, terjadi di seluruh bagian dunia ini,

tanpa kecuali!

Cerita ini terjadi duaribu tahun lebih yang lalu, kurang lebih dua abad Sebelum Masehi, pada

jamannya Cin Si Hong-te, yaitu kaisar pertama dari Dinasti Cin. Ada yang mengatakan bahwa

orang-orang dari Dinasti Cin inilah yang pertama kali melakukan perantauan dan pelayaran sampai

jauh dari negerinya, ke negara- negara asing sehingga dari mereka inilah munculnya sebutan

Negeri China atau Cina, yaitu dari Dinasti Cin.

Menurut catatan sejarah, Cin Si Hong-te dilahirkan pada tahun 259 Sebelum Masehi dan

dalam usia tigabelas tahun, yaitu pada tahun 243. S.M. telah menjadi raja dari Kerajaan Cin. Pada

waktu itu, banyak terdapat raja-raja yang membuat Tiongkok terpecah- pecah menjadi banyak

kerajaan dan timbullah perang antara raja-raja ini, perang yang tak pernah ada henti-hentinya

karena perebutan wilayah dan kekuasaan. Namun, Raja Cin yang muda itu, dengan bantuan para

Previous Page of 452Next Page

Comments & Reviews

Login or Facebook Sign in with Twitter
library_icon_grey.png Add share_icon_grey.png Share

Who's Reading

Recommended