Previous Page of 290Next Page

Tangan Geledek

spinner.gif

Darah Pendekar


Jilid I
KALAU kita membayangkan keadaan manusia pada ribuan tahun yang lalu seperti dapat kita
baca di dalam kitab-kitab sejarah, kita memperoleh kenyataan betapa manusia telah memperoleh
kemajuan yang amat hebat di dalam keadaan lahiriah, yaitu soal-soal teknik, ilmu pengetahuan
dan sebagainya. Gerobak- gerobak sederhana ditarik lembu atau kuda kini telah diganti dengan
mobil, kereta api, bahkan pesawat terbang jet. Senjata-senjata pelindung diri yang tadinya hanya
berupa pedang, tombak dan sebagainya kini telah diganti dengan senjata api, peluru kendali,
bahkan bom dan senjata nuklir yang maha dahsyat. Memang, tidak dapat disangkal lagi bahwa
manusia telah memperoleh kemajuan yang amat hebatnya. Itu di bidang lahiriah. Akan tetapi
bagaimana dengan bidang batiniah, rohaniah ? Majukah kita ? Kembali kita dapat menyelidikinya
dengan bantuan catatan- catatan sejarah dan kita akan memperoleh kenyataan yang amat
mengejutkan, memalukan, bahkan mengkhawatirkan.
Menurut catatan sejarah, di jaman dahulu, ribuan tahun yang telah lalu, kita sudah
mengenal perebutan kekuasaan, korupsi, benci- membenci, bunuh-membunuh, tipu-menipu
karena manusia saling berlumba untuk meraih kesenangan sebanyak mungkin. Dan bagaimana
keadaannya sekarang ? Sama saja, bahkan semakin hebat! Di jaman dahulu, manusia sudah
mengenal kesengsaraan dan di jaman sekarang ini, belum juga manusia dapat merobah keadaan
batinnya, masih saja kesengsaraan merajalela dan manusia lebih banyak mengenal duka dari pada
KANG ZUSI website http://kangzusi.com/
suka dalam hidupnya. Mungkin pertentangan antar manusia tidaklah sekasar dahulu lagi, namun
hal itu bukan berarti bahwa pertentangan itu berkurang atau lebih lunak. Bahkan pada dasarnya
lebih keji lagi. Dan keadaan seperti ini, yaitu kemajuan pesat pada bidang lahiriah namun tetap
atau hampir dapat dikatakan mundur pada bidang batiniah, terjadi di seluruh bagian dunia ini,
tanpa kecuali!
Cerita ini terjadi duaribu tahun lebih yang lalu, kurang lebih dua abad Sebelum Masehi, pada
jamannya Cin Si Hong-te, yaitu kaisar pertama dari Dinasti Cin. Ada yang mengatakan bahwa
orang-orang dari Dinasti Cin inilah yang pertama kali melakukan perantauan dan pelayaran sampai
jauh dari negerinya, ke negara- negara asing sehingga dari mereka inilah munculnya sebutan
Negeri China atau Cina, yaitu dari Dinasti Cin.
Menurut catatan sejarah, Cin Si Hong-te dilahirkan pada tahun 259 Sebelum Masehi dan
dalam usia tigabelas tahun, yaitu pada tahun 243. S.M. telah menjadi raja dari Kerajaan Cin. Pada
waktu itu, banyak terdapat raja-raja yang membuat Tiongkok terpecah- pecah menjadi banyak
kerajaan dan timbullah perang antara raja-raja ini, perang yang tak pernah ada henti-hentinya
karena perebutan wilayah dan kekuasaan. Namun, Raja Cin yang muda itu, dengan bantuan para
panglimanya yang pandai, memperoleh kemenangan dan akhirnya, pada tahun 221 S.M. ketika dia
berusia tigapuluh delapan tahun, hampir seluruh kerajaan kecil-kecil itu ditaklukkannya dan diapun
mengangkat dirinya menjadi kaisar pertama berjuluk Cin Si Hong-te dari Dinasti Cin.
Kekuasaan, sejak jaman dahulu sampai sekarang, selalu mendatangkan kekerasan dan
penindasan. Hal ini tidaklah mengherankan karena di mana terdapat para pendukungnya, terdapat
pula pihak-pihak yang menentangnya, terdapat pula pihak-pihak yang merasa iri hati dan ingin
merebut kekuasaan itu, dan pihak yang berkuasa tentu saja berusaha mati-matian untuk
mempertahankan kekuasaannya. Maka, sudah tentu terjadi kekerasan dan penindasan demi
mempertahankan kekuasaan dan dalam perebutan kekuasaan itu, mereka yang menentang tentu
saja memberi cap lalim kepada penguasa yang ditentangnya. Hal ini terjadi sejak dahulu sampai
kini, sejarah berulang sepanjang masa dan agaknya takkan pernah dapat dirobah selama kita
manusia selalu mengejar kesenangan masing-masing.
Cin Si Hong-te juga disohorkan sebagai seorang kaisar diktator, kejam, bertangan besi
sehingga banyak orang-orang cerdik pandai dan para pendekar membencinya di samping juga
menakutinya. Lebih dari itu malah, kaisar ini terkenal sebagai seorang kaisar yang penuh rahasia,
yang aneh, bahkan sering kaisar ini lenyap tanpa ada yang tahu ke mana, untuk menyusup di
antara rakyat dan sering

Previous Page of 290Next Page

Comments & Reviews

Login or Facebook Sign in with Twitter
library_icon_grey.png Add share_icon_grey.png Share

Who's Reading

Recommended