Halaman sebelumnya of 246Halaman selanjutnya

Jaka Lola

spinner.gif

Jaka Lola
Serial Raja Pedang (4)
Lanjutan Pendekar Buta
Kho Ping Hoo

Bagian I

The Sun memasuki dusun Ling-chung dengan langkah seenaknya.          
Pemandangan di sepanjang perjalanan tadi amat indah, mendatangkan rasa tenang dan tenteram di hati, menggembirakan perasaannya.          
Setelah bertahun- tahun berkecimpung di kota dan sibuk dengan urusan kerajaan, pertempuran dan peperangan, sekarang keadaan di dusun-dusun terasa amat aman dan tenteram baginya.          
Musim panen sudah hampir tiba, padi dan gandum di sawah sucsah hamil tua, siap untuk dipotong.          
Pencuduk dusun, tua muda laki perempuan agaknya enggan meninggalkan sawah ladang yang mereka pelihara setiap hari seperti memelihara anak-anak sendiri, enggan meninggalkan harta pusaka yang juga me-rupakan penyambung nyawa mereka, tu padi-padi menguning.          
Mereka siang malam menjaga keras terhadap gangguan burung di waktu siang dan tikus- tikus di waktu malam.          
The Sun adalah anak murid Go-Bi-san, putera mendiang The Siu Kai seorang pembesar militer Mongol yang sekeluarganya terbasmi habis oleh Ahala Beng, kecuali The Sun yang dapat menyelamatkan diri.          
Di dalam cerita PENDEKAR BUTA, diceritakan betapa The Sun yang cerdik, lihai dan bercita-cita tinggi berhasil menjadi orang kepercayaan Kaisar Hui Ti atau Kian Bun Ti, akan tetapi dalam perang saudara antara Hui Ti dan pamannya, Raja Muda Yung Lo, Hui Ti kalah dan kerajaan dirampas oleh Raja Muda Yung Lo.       Dalam pertempuran hebat, The Sun dan teman-temannya kalah oleh Pendekar Buta dan teman-temannya, nyaris dla tewas kalau saja dia tidak ditolong oleh kakek gurunya, .          
Hek Lojin, yang berhasil membawanya lari.          
Namun Hek Lojin, tokoh Go-bi itu, juga terluka oleh Pendekar Buta, lengan kirinya menjadi buntung! Peristiwa itu baru beberapa bulan saja terjadi.           Setelah nnengantar kakek gurunya yang terluka itu ke puncak Go bi-san, The Sun yang tidak betah tinggal di puncak gunung yang sunyi dan dingin, lalu turun gunung.          
Akan tetapi amat jauh bedanya The Sun dahulu dan sekarang. la masih tetap tampan dan gagah, gerak-geriknya lemah-lembut, namun pakaian-nya kini adalah pakaian sederhana, bukan pakaian pembesar maupun pelajar yang pesolek lagi.          
Malah dia tidak membawa-bawa pedang.la harus menyamar se-bagai seorang penduduk biasa, karena tentu saja dia merupakan seorang yang dicari oleh pemerintah baru, yaitu pe-merintah Kaisar Yung Lo atau yang sekarang disebut Kaisar Cheng Tsu.          
Biar- pun kota raja sudah dipindahkan ke u'tara (Peking), namun masih banyak orang-orangnya kaisar baru ini yang akan me-ngenalnya dan akan senang menangkapnya untuk mencari pahala.          
Oleh karena inilah, The Sun tidak berani ke selatan, dan klni dia hendak  perantauan ke utara.          
Seenak-nya dia melakukan perjalanan, menikmati ketentraman dusun- dusun dan diam-diam dia merasa betapa bodohnya dia dahulu, mencari keributan dan kesenangan hanpa belaka di kota raja.          
Alangkah indahnya pemandangan di gunung- gunung, sawah-sawah hijau segar, gadis-gadis dusun yang memiliki kecantikan segar dan wajar, sehat dan pipinya merah jambu tanpa yanci (pemerah pipi).          
Penyamarannya ynembuat dia berlaku hati-hati sekali.          
Biarpun hatinya masih jungkir balik kalau melihat gadis-gadis dusun yang manis segar itu, namun tidak seperti dulu kalau Jnelihat wanita cantik dia terus saja berusaha mendapatkannya secara

Halaman sebelumnya of 246Halaman selanjutnya

Komentar dan Ulasan (2)

Login or Facebook Sign in with Twitter


library_icon_grey.png Tambah share_icon_grey.png Berbagi

Siapa yang Membaca

Disarankan