Previous Page of 364Next Page

Pendekar Buta

spinner.gif

<P>Pendekar Buta<BR>Serial Raja Pedang (3)<BR>Lanjutan Rajawali Emas<BR>karya : Kho Ping Hoo</P>

<P><BR>Puncak Lao-san menjulang tinggi di antara<BR>pegunungan di Propinsi Santung yang kecil-kecil,<BR>biarpun sebenarnya Lao-san hanya 1100 meter.<BR>tingginya. Pemandangan alam dari puncak ini<BR>amat indahnya. Memandang ke sebelah timur<BR>tampak Laut Kuning yang luas, ke sebelah utara<BR>Selat Pohai, ke sebelah barat Pegunungan Santung dengan puncak Thai-san<BR>tampak gagah menjulang tinggi, kemudian ke sebelah selatan tampak sawah<BR>ladang dan perkampungan yang subur. Hari masih pagi benar, namun sepagi<BR>itu sudah ada, seorang manusia duduk di atas batu gunung di puncak Lao-san.<BR>Angin dari Laut Kuning menambah hawa gunung menjadi makin dingin sejuk,<BR>memecahkan kulit muka dan menusuk-nusuk tulang. Namun orang yang<BR>duduk di atas batu itu seakan-akan tidak merasakan ini semua. Tentu orang<BR>akan mengira dia telah membeku atau membatu, kalau saja mulutnya tidak<BR>terdengar bersajak dengan suara nyaring, jelas dan bersemangat.<BR>"Wahai kasih, aku di sini! Di puncak Lao-san menjulang tinggi Menjadi raja<BR>sunyi di angkasa raya, Naga-naga awan muncul dari laut di bawah kaki<BR>Terbang melayang menuju kemari Bersujud di sekelilingku meniupkan angin<BR>sejuk, Kasih, aku menanti kehadiranmu memberi cahaya dan kehangatan pada<BR>jiwa ragaku Wahai kasih, aku di sini!"<BR>Agaknya orang ini merasa gembira dengan sajak yang dikarangnya sambil<BR>duduk itu. Diulangnya sajak ini, malah kemudian dinyanyikannya dengan suara<BR>nyaring. Tangan kanannya memukul-mukulkan tongkat ke batu yang<BR>menimbulkan bunyi "tok-tak-tok-tak" berirama, mengiringi suara nyanyiannya.<BR>Suaranya yang nyaring bergema di puncak, terbawa angin dan kadang-kadang<BR>terdengar bergetar penuh perasaan, terutama di bagian "........,. kasih, aku di<BR>sini ..........."<BR>Kadang-kadang tangan kirinya meraba-raba ke atas tanah di mana terdapat<BR>dua macam bungkusan, agaknya dia khawatir kalau-kalau angin yang keras<BR>akan menerbangkan dua bungkusan pakaian dan obat-obatan itu. Melihat cara<BR>ia meraba-raba, mudah diduga bahwa orang ini adalah seorang buta. Memang<BR>sebenarnyalah. Dia seorang buta, Masih muda benar, baru dua puluh tahun<BR>lebih, takkan lewat dari dua puluh lima tahun umurnya. Sesungguhnya amat<BR>tampan wajahnya, kulit mukanya putih bersih dengan dahi lebar, daun telinga<BR>panjang, hidung mancung dan mulut yang manis bentuknya. Alisnya yang<BR>hitam berbentuk golok melindungi sepasang mata yang selalu dimeramkan,<BR>mata yang sudah tidak ada bijinya sehingga kelihatan pelupuknya mencekung,<BR>mendatangkan keharuan bagi yang melihatnya. Rambutnya yang hitam<BR>digelung ke atas dan dibungkus kain kepala hijau. Pakaiannya sederhana, baju<BR>berlengan panjang dan lebar berwarna kuning kemerahan, celana berwarna<BR>kuning dan biarpun pakaian ini terbuat dari bahan yang kasar, namun amat<BR>bersih.<BR>"Wahai kasih, aku di sini ...........!" Si buta ini bangkit berdiri dan<BR>mengembangkan kedua lengannya, seakan-akan hendak menyambut atau<BR>memeluk kedatangan kekasihnya. Namun tidak ada kekasihnya itu, yang ada<BR>hanya sinar matahari pagi yang mulai menyembul ke luar dari permukaan Laut<BR>Kuning.<BR>"Kasihku ........... matahariku ........... dengan kehadiranmu di sampingku<BR>.......... aku sanggup bertahan seribu tahun lagi........"<BR>Si buta ini tersenyum-senyum dan wajah itu menjadi makin tampan, akan<BR>tetapi juga makin mengharukan. Ia benar-benar kelihatan gembira sekali.<BR>Setelah "menyambut kekasihnya" yang agaknya sinar matahari itulah, si buta<BR>lalu duduk kembali, membuka bungkusan pakaiannya, mengeluarkan sepotong<BR>roti kering dan mulailah dia sarapan dengan enaknya.<BR>Agaknya dia tidak tahu bahwa sudah semenjak tadi, kurang lebih seratus<BR>meter di sebelah belakangnya, berdiri seorang laki-laki tinggi besar bermuka<BR>hitam. Laki-laki ini usianya empat puluhan, berkumis panjang tanpa jenggot,<BR>pakaiannya serba hitam dan gerak-geriknya

Previous Page of 364Next Page

Comments & Reviews (9)

Login or Facebook Sign in with Twitter


library_icon_grey.png Add share_icon_grey.png Share

Who's Reading

Recommended