Previous Page of 305Next Page
title_pointer.png

Suling Emas

spinner.gif

SULING EMAS
Serial Bukek Siansu Bagian II
 
Cipt: Kho Ping Ho

Pada jaman lima wangsa ( th.907- 960 ) , kerajaan Nan-Cao merupakan negara

kecil di propinsi Yu-Nan sebelah selatan. Mungkin karena kecilnya kerajaan

ini tidak dipandang mata oleh kerajaan lain, juga oleh kerajaan Sung yang

kemudian di bangun.

Akan tetapi, pada pagi hari di pertengahan musim chun ( semi ) itu, banyak

sekali tokoh-tokoh terkenal di dunia kang-ouw termasuk ketua-ketua

perkumpulan dari pelbagai aliran, orang-orang muda yang patut di sebut

pendekar silat, dan orang-orang aneh yang memiliki kesaktian, Datang

membanjiri Nan-cao. Apakah gerangan yang menarik para kelana dan pe

tualangan itu mendatangi Nan-cao? Ada pula hal yang menarik mereka

berdatangan dari tempat-tempat yang amat jauh.

Pertama adalah pengangkatan Beng-kauw ( Ketua Agama Beng-kauw ) sebagai

Koksu ( Guru Negara ) Kerajaan Nan Cao. Mereka berdatangan untuk memberi

selamat kepada Ketua Beng-kauw yang sudah amat terkenal di dunia kang-ouw.

Siapakah tidak mengenal Ketua Agama Beng-kauw yang bernama Liu Gan dan

berju-luk Pat-jiu Sin-ong ( Raja Sakti Berlengan Delapan ) Itu ? Pada masa

itu, Pat-jiu Sin-ong Liu gan merupakan tokoh gemblengan yang jarang

ditemukan keduanya, jarang menemukan tanding. Selain memiliki kesaktian

hebat, Pat-jiu Sin-ong Liu Gan juga merupakan pendiri Agama Beng-kauw atau

pembawa agama itu dari barat. Tidaklah mengherankan kalau apabila kini

tokah-tokoh dari partai persilatan besar seperti Siauw lim-pai, Kun-lun-pai,

Hoa-san-pai, dan lain-lain mengirim utusan untuk menghaturkan selamat atas

pengangkatan tokoh sakti ini sebagai Koksu Kerajaan Nan-cao.

Adapun hal kedua yang meyebabkan terutama kaum muda, para pendekar perkasa

dari pelbagai penjuru dunia ikut pula berdatangan, adalah tersiarnya berita

bahwa puteri tunggal Pat-jiu Sin-ong hendak mempergunakan kesempatan

berkumpulnya para tokoh persilatan itu untuk mencari jodoh ! Tentu saja hal

ini menggegerkan dunia kaum muda, menggerakan hati mereka untuk ikut datang

mempergunakan kesempatan baik mengadu untung. Siapa tahu ! Nama Liu Lu Sian,

puteri Ketua Beng Kauw itu sudah terkenal di mana-mana. Terkenal sebagai

seorang gadis yang selain tinggi ilmu silatnya, juga memiliki kecantikan

seperti dewi khayangan. Terkenal pula betapa gadis jelita ini telah berani

menolak pinangan-pinangan yang datangnya dari orang-orang besar, dari

putera-putera para ketua perkumpulan, bahkan menolak pula pinangan dari

istana beberapa kerajaan !

Tentu saja para pemuda inipun sebagian besar hanya ingin menyaksikan sendiri

bagaimana ujud rupa dan bentuk dara yang terkenal itu, karena jarang

diantara mereka yang pernah melihat Liu Lu Sian. Yang pernah bertemu dengan

gadis ini memuji-muji setinggi langit, terutma sekali tentang kecantikannya,

yang menjadi buah bibir para muda, bahkan entah siapa orangnya yang membuat,

telah ada sajak pujian bagi Liu Lu Sian.

"Rambutnya Halus licin laksana sutera harum melambai, meraih cinta asmara !

Mata indah, kerling tajam menggunting jantung, bulu mata lentik berkedip

mesra membuat bingung ! Hidung mungil, halus laksana lilin diraut, cuping

tipis bergerak mesra menambah patut ! Hangat lembut, merah basah juwita

Gendewa terpentang berisi sari madu Puspita !"

Banyak lagi puji-puji yang mesra bagi kejelitaan dara ayu Liu Lu Sian, yang

dikagumi siapa yang pernah melihatnya, dipuji dari ujung rambut sampai ke

telapak kakinya ! Memang sesungguhnyalah, Liu Lu Sian seorang dara jelita.

Usianya baru enam belas tahun (pada jaman itu sudah dewasa dan masak) Namun

ilmu silatnya amat tinggi. Hal ini tidak mengherankan karena semenjak

kecilnya ia digembleng oleh ayahnya sendiri. Hanya sayang bahwa sejak

berusia dua tahun, Liu Lu Sian telah ditinggal mati ibunya. Ia tidak pernah

merasa kasih sayang ibu kandung dan mungkin hal ini yang membuat ia menjadi

seorang gadis yang berwatak aneh, riang gembira, lucu jenaka, akan tetapi

juga liar bebas, tak terkekang ingin menang dan berkuasa saja, tidak mau

tunduk kepada siapapun juga.

Previous Page of 305Next Page
sponsor

Comments & Reviews

Login or Facebook Sign in with Twitter

Who's Reading

borneohe ahalimhamid HariyadiHari
sponsor

Recommended

To Liong To
To Liong To

candyrine
votes 2 comments 4

sponsor