Previous Page of 476Next Page

Sia Tiauw Eng Hiong

Dedicated to
Yusransyah
spinner.gif

<P>"Pendekar Pemanah Rajawali"<BR>Sia Tiauw Eng Hiong<BR>Oleh : JIN YONG</P>

<P>Bagian I</P>

<P>Pengantar</P>

<P>Di luar gunung ada lagi gunung hijau,<BR>di luar lauwteng ada pula lauwteng lainnya,<BR>Nyanyian-nyanyian dan tari-tarian di Telaga Barat,<BR>hingga kapankah itu akan berhenti?<BR>Penghidupan mewah di Selatan telah membuat mabuk<BR>kepada pelancong-pelancong tetamu,<BR>Hingga kota Hangciu dianggapnya sebagai kota Pianciu!</P>

<P>Syair di atas adalah lukisan dari peristiwa pada delapan ratus tahun yang </P>

<P>lampau. Ketika itu kerajaan Song telah menjadi sedemikian lemahnya hingga </P>

<P>kedua kaisar Hwie Cong dan Kim Cong sudah kena ditawan bangsa Kim (Kin), </P>

<P>karena mana itu pangeran Kong Ong lalu menyeberang ke Selatan, menerima </P>

<P>tahta kerajaan di kota Lim-an, menjadi Kaisar Kho Cong. Dalam waktu sesulit </P>

<P>itu, selagi musuh mengancam di tapal batas, setelah separuh dari negara </P>

<P>berada di dalam tangan musuh itu, sudah selayaknya satu kaisar bangkit </P>

<P>bangun untuk membuat perlawanan, akan tetapi tidak demikian dengan Kaisar </P>

<P>kho cong ini. Dia justru jeri terhadap bangsa Kim itu yang dipandangnya </P>

<P>sebagai harimau saja, berbareng dengan itu dia pun khawatir kalau kedua </P>

<P>Kaisar Hwie Cong dan Kim Cong nanti kembali dari tawanan hingga dia tak </P>

<P>dapat terus bercokol di atas singasana naga. Maka dengan itu menurut </P>

<P>perkataannya dorna Cin Kwee4, dia titahkan membunuh Jenderal Gak Hui, </P>

<P>pendekar yang menentang musuh Kim itu, sesudah mana itu dengan merendahkan </P>

<P>martabat sendiri ia mengajukan permohonan damai dengan bangsa Kim.</P>

<P>Inilah pengharapan bangsa Kim yang disaat itu tengah gelisah sebab telah </P>

<P>berulangkali mereka memperoleh labrakan dari Jenderal Gak Hui, hingga </P>

<P>semangatnya terpukul hebat, sementara di wilayah Utara mereka terancam </P>

<P>pemberontakan tentera rakyat sukarela. Begitu di dalam bulan pertama tahun </P>

<P>kerajaan Ciauw-hin ke-12 (1138 masehi) perdamaian telah ditandatangani </P>

<P>dengan syarat tapal batas kedua negara Song dan Kim adalah aliran tengah </P>

<P>dari sungai Hoay-sui.</P>

<P>Perdamaian itu namanya saja perdamaian, kenyataannya adalah penaklukan dari </P>

<P>Kaisar Kho Cong itu (yang bernama Tio Kouw adalah putra ke-9 dari Kaisar </P>

<P>Hwie Cong). Sebab di dalam suratnya, Kho Cong menyatakan dan mengaku sudah </P>

<P>terima budi kebaikan dari raja Kim, karena mana turun temurun ia akan </P>

<P>menjadi "menteri yang setia" serta berjanji setiap hari lahirnya, "Kaisar" </P>

Previous Page of 476Next Page

Comments & Reviews (2)

Login or Facebook Sign in with Twitter


library_icon_grey.png Add share_icon_grey.png Share

Who's Reading

Recommended