Previous Page of 385Next Page

Pendekar Negeri Tayli

spinner.gif

<P>PENDEKAR-PENDEKAR NEGERI TAYLI (TIAN LONG BA BU)<BR>YIN YONG Saduran Gan KL</P>

<P>Bagian II</P>

<P>001<BR>kemudian baru berkata, "Jika demikian, silakan panggil<BR>keluar majikanmu, nanti akan kuberi tahukan maksud<BR>kedatanganku."<BR>"Majikanku sedang bepergian," sahut A Cu. "Tuan ada<BR>keperluan apa, katakan padaku juga sama saja.<BR>Siapakah nama tuan yang terhormat, apakah tidak dapat<BR>memberi tahu?"<BR>"Ehm, aku Yau-cecu dari Cin-keh-ce di Hunciu,<BR>namaku Yau Pek-tong adanya," sahut si kakek.<BR>"O, kiranya Yau-loyacu, kagum, sudah lama kagum!"<BR>ujar A Cu.<BR>"Haha, seorang nona cilik seperti dirimu bisa tahu<BR>apa?" kata Yau Pek-tong dengan tertawa.<BR>Di luar dugaan Ong Giok-yan lantas menyambung,<BR>"Cin-keh-ce di Hunciu terkenal karena 'Ngo-hou-toanbun-<BR>to'. Dahulu Yau Kong-bang menciptakan 64 jurus<BR>Toan-bun-to itu, namun keturunannya telah melupakan<BR>lima jurus di antaranya dan kabarnya tinggal 59 jurus<BR>saja yang masih turun-temurun diajarkan anak muridnya.<BR>Yau-cecu, engkau sendiri sudah mahir sampai jurus<BR>keberapa?"<BR>Sungguh kejut Yau Pek-tong tak terkatakan, tanpa<BR>terasa tercetus jawabannya, "Ngo-hou-toan-bun-to dari<BR>Cin-keh-ce kami memang aslinya ada 64 jurus, dari<BR>mana engkau dapat tahu!"<BR>"Begitulah apa yang tertulis dalam buku, tentunya<BR>tidak salah bukan?" sahut Giok-yan dengan tawar. "Dan</P>

<P>002<BR>kelima jurus yang kurang itu masing-masing adalah Pekhou-<BR>tiau-kang (harimau putih melompat parit), 'It-siuhong-<BR>sing' (sekali bersuit keluarlah angin), 'Cian-bok-cuju'<BR>(memotong dan menubruk dengan bebas), 'Hiong-pakun-<BR>san' (merajai di antara gunung-gunung) dan jurus<BR>terakhir adalah 'Hong-siang-seng-say' (taklukkan gajah<BR>dan kalahkan singa), betul tidak?"<BR>Yau Pek-tong mengelus jenggotnya dengan heran.<BR>Tentang kekurangan lima jurus paling bagus dari ilmu<BR>golok perguruan sendiri itu diketahuinya memang sejak<BR>dulu tidak diajarkan lagi, dan tentang kelima jurus apa<BR>yang hilang itu pun tiada seorang yang tahu. Tapi kini<BR>nona ini dapat menguraikan secara lancar dan tepat,<BR>keruan Yau Pek-tong terkejut dan curiga, pertanyaan<BR>Giok-yan itu pun tak bisa dijawabnya.<BR>Segera seorang laki-laki setengah umur di antara<BR>rombongan jago-jago Sujoan yang aneh itu berkata<BR>dengan suara yang banci, "Ngo-hou-toan-bun-to dari Cinkeh-<BR>ce sangat disegani di daerah Hosiok, baik lebih lima<BR>jurus ataupun kurang lima jurus juga tidak menjadi soal.<BR>Numpang tanya ada hubungan apakah nona ini dengan<BR>Buyung Hok Buyung-siansing?"<BR>"Buyung-loyacu adalah aku punya Kuku, dan siapa<BR>nama tuan yang terhormat?" sahut Giok-yan.<BR>"Nona berasal dari keluarga terpelajar, sekali melihat<BR>lantas dapat mengatakan asal usul ilmu silat Yau-cecu,"<BR>kata laki-laki itu dengan dingin. "Maka tentang asal-usul<BR>kami, ingin kuminta nona juga coba-coba menerkanya."</P>

<P>003<BR>"Untuk itu coba mengunjuk sejurus-dua lebih dulu,"<BR>sahut Giok-yan. "Kalau cuma berdasarkan beberapa<BR>patah kata saja aku tidak sanggup menerkanya."<BR>"Benar," ujar laki-laki itu sambil mengangguk. Habis<BR>itu ia lantas masukkan tangan kanan ke dalam lengan<BR>baju kiri dan tangan kiri menyusup ke dalam lengan baju<BR>kanan hingga mirip orang yang kedinginan. Tapi ketika<BR>kemudian kedua tangan dilolos keluar, tahu-tahu setiap<BR>tangan sudah bertambah dengan semacam senjata yang<BR>aneh bentuknya.<BR>Senjata yang dipegang tangan kiri adalah sebatang<BR>Thi-cui (gurdi) sepanjang belasan senti, bagian ujungnya<BR>yang runcing itu melengkung-lengkung seperti keris.<BR>Sedangkan tangan kanan memegang senjata sebatang<BR>palu kecil, palu itu berbentuk astakona atau segi delapan,<BR>panjangnya kurang lebih 30 senti. Senjata-senjata yang<BR>kecil mungil itu lebih mirip mainan kanak-kanak,<BR>tampaknya kurang berguna dipakai sebagai alat<BR>bertempur.<BR>Karena itu segera beberapa laki-laki kekar dari<BR>rombongan sebelah timur sana lantas bergelak tertawa.<BR>Kata mereka di antaranya, "Hahaha, mainan anak kecil<BR>juga dikeluarkan di sini!"<BR>Tapi Giok-yan lantas berkata, "Ehm, senjatamu ini<BR>adalah 'Lui-kong-hong' (beledek menyambar), agaknya<BR>tuan ini mahir menggunakan Am-gi dan Ginkang.<BR>Menurut catatan di dalam buku, 'Lui-kong-hong' adalah<BR>senjata tunggal dari Jing-sia-pay dari Sujoan. 'Jing'<BR>meliputi 18 macam senjata dan 'Sia' mencakup 36 tipu</P>

Previous Page of 385Next Page

Comments & Reviews (1)

Login or Facebook Sign in with Twitter


library_icon_grey.png Add share_icon_grey.png Share

Who's Reading

Recommended