Halaman sebelumnya of 4Halaman selanjutnya

Terapung dilautan (asmara) bersama Mama

spinner.gif

Salahkah aku mencintai ibu kandungku
Seri : 5 malam terapung dilautan (asmara) bersama Mama Bagian ke 3

Hari ketiga

Saya terbangun agak siang dan mama masih tertidur dengan tenangnya disampingku, menindih setengah tubuhku bagian kanan, dengan pahanya diselipkan diantara kedua pahaku. Mulai kemarin (hari kedua perjalanan kami) tugasku kini telah bertambah selain tugas menjaga dan melindungi Ibu Kandungku juga bertugas menggantikan fungsi Papa yaitu kewajiban seorang suami memberikan dan memenuhi kebutuhan biologis terhadap isterinya.

Tugas yang menurut hukum alam, sangat tabu..tetepi itupun terjadi karena kehendak alam, mama dalam keadaan terpaksa membawaku menembus batas ketabuan berturut turut sampai dengan tengah malam tadi selama 6 kali.Suatu tugas dan pekerjaan yang sangat melelahkan tetapi juga sangat mengasyikkan. Menurut Mama waktu awal perkawinannya 20 tahun yang lalau , papa hanya mampu melakukan tugasnya paling banyak 2-3 kali sehari..dan pada akir masa jabatannya sebagai suami 3 tahun lalu hanya mampu 3-4 kali seminggu.., itu kata mama tengah malam , sewaktu pencapaian record keenam kalinya kusetubuhi mamaku dalam sehari.., mama menyampaikannya dengan bangga, senyum namun sangat kecapaian…sebelum mama tertidur disampingku. (Baca Mencicipi anggur bulan madu bersama mama)
Kulirik mama yang masih tertidur lelap ,kusingkap anak rambut yang menutupi wajahnya dan dengan sedikit cuitan halus dibirnya.., menyebabkan mama bereaksi dengan menggeser tubuhnya makin rapat ketubuhku dan mengencangkan pelukannya.”selamat siang Ma!! bisikku lirih disamping telingannya”, “emmm” balas mama dengan manjanya namun masih malas membuka matanya.., Kusempurnakan pelukan mama dengan menarik tubuhnya keatas tubuhku sehingga mama seutuhnya tertelungkup diatas tubuhku.., Mama masih tetap menutup matanya hanya reaksi selangkangnya dilebarkan memberikan kesempatan kepada pionku berhadapan langsung dengan bibir liang vaginanya…, kehangatan permukaan bibir vagina mama menjalar kebatang pionku menyebabkan dengan sedikit hentakan serta tekanan bokong mama..clup…kepala penisku yang kesekian kalinya berkubang diliang vaginanya..yang hangat , nakal menjepit…
Merasa aman seluruh batang pionku berlindung diliang vagina mama dan kepalanya terbentur sampai kedasar liang, kuraih wajah mama dan mengecup bibirnya, mama masih malas membuka matanya tetapi sangat agresif membalas dan menyedot ciumanku…, kembali erangan lirih dari mama sambil menggoyangkan pinggulnya dan mengencangkan otot didnding vaginanya… mengimbangi gerayangan seluruh tubuhku.., tidak puas dengan itu, mama mengambil posisi duduk dengan melipat betisnya kebelakan duduk persis diatas selangkangku, serta menarik tubuhku agar saya pun mengambil posisi duduk dengan kaki terjulur kedepan, posisi inilah yang mama paling suka yang selalu memberikan kesempatan untuk dijilati mulai dari batang lehernya, turun sampai kedua buah dadanya sambil memompaka bokongnya agar pionku makin mencapai dasar vaginanya…dan akhirnya mamapun mengeluarkan 3 jurus terakhir-nya lalu kami terdiam membisu..

Kira2 5 menit kemudian , mama membuka matanya “Selamat siang sayang” kata mama menjawab salamku yang kuucapkan 1 jam lalu, “emm, mungkin Ar tidak sanggup selamanya membangunkan mama dengan cara seperti ini” kataku memulai memecahkan suasana surutnya badai birahi siang itu..,”siapa yang mengharuskan kamu selamanya??” kata mama ketus yang dibuat2, “bukan kah mama yang mengatakannya setelah saya setubuhi mama yang keenam kalinya semalam??”, “Mama cuma bilang bahwa kamu lebih hebat dari papamu sewaktu masih muda” jawab mama masih tetap ketus , hening sejenak lalu mama meraih Aipon dan menghubungi restoran “Tolong diantarkan sarapan pagi berdua dengan suamiku dan sekalian pesanan Anggur Bulan Madu yang kami pesan kemarin”  lalu mama melirik kepadaku “itukan hanya sandiwara sayang”.., “tapi yang kita lakukan kan bukan sandiwara Ma!!’, “Betul sayang, Kamu menyetubuhi mama entah sudah beberapa kali itulah suatu kenyataan, tetapi Status kamu sebagai suami mama itu hanya sandiwara dan hanya dikapal ini”, “Apa bedanya ma!!, Saya sebagai suami mama dan berkewajiban serta bebas menyetubuhi isterinya” tanyaku bingung, “Goblok amat kamu Ar!!, Kamu bebas dan kapan saja dan setiap saat , sesukamu ,dapat menyetubuhi Mama dan Mama siap melayaninya , tetapi Kamu tidak boleh menjadi Suami Mama yang sebenarnya, karena kamu adalah tetap anak Mama” kata mama menjelaskan, “Kenapa tidak boleh ma !!, Anak memperisteri Mamanya” kataku sambil meraih tubuh mama yang masih telanjang kembali menindih tubuhku, “Tugas suami selain menyetubuhi Isterinya dia juga harus memberi keturunan melalui isterinya” Kata mama lebih lembut sambil merapatkan buah dadanya kedadaku serta menggesekan pahanya ke pionku yang mulai mengeras lagi…, merasakan pionku mulai kencang…”kok pion ini gak mau tidur ya!!’ kata mama tertawa kecil sambil mengocok perlahan lahan pionku yang makin membesar., ransangan mama membuatku makin berani bertanya “Kenapa Anak tidak boleh memberi keturunan melalui mamanya”  sambil memegang kedua sisi pinggul mama untuk mengarahkan vaginanya ke Pionku yang telah keras dan membesar maksimal…

Halaman sebelumnya of 4Halaman selanjutnya

Komentar dan Ulasan (1)

Login or Facebook Sign in with Twitter


library_icon_grey.png Tambah share_icon_grey.png Berbagi

Media

Salahkah aku mencintai ibu kandungku

Siapa yang Membaca

Disarankan