Previous Page of 3Next Page

WISHING ON A STAR (END Version)

spinner.gif

Nah...ini neh yang mungkin part di tunggu-tunggu para readers...hehehe(pede)...hmm...mungkin setelah part ini akan lama uploadnya sekitar 3 hrian....biasa...semedi dulu buat cari inspirasi kelanjutannya...tau tidak?yg palig ditakutkan oleh seorng penulis adalah mengecewakan pembacanya, tapi justru darii komentar para pembaca lah aku dapat belajar dan memahami dimana kekuranganku....itu yg paling aku senang, mengoreksi kesalahanku...jadi setelah baca cerita yang ku buat kalian bebas berkomentar apa saja...dan tak perlu sungkan karena TEMAN kan memang harus mengingatkan kesalahan temannya, bukankah begitu???hehehe.....(aku sok akrab yc...wes,,lanjut!!!)

***************************************************************************************************

Pernikahan di gelar sederhana, hanya mengundang rekan bisnis dan tertutup dari pers, gadis yang terlihat sangat cantik dengan balutan gaun serba putih ini hanya terus memaksakan tersenyum meski hatinya sedang menangis. Para undangan datang dengan gaun dan jas mewah. Kebanyakan dari mereka membuat kumpulan atau golongan masing-masing, ada yang membicarakan bisnis, membicarakan anak-anak mereka yang sukses dan sebagian menggosibkan tentang perkawinana ini. Saat acara salam-salaman Kamila atau Mili ini terlihat pucat, terang saja dia belum makan dari 3 hari yang lalu, hanya minum dan makan roti karena dia merasa tidak bernafsu semenjak Devan berkata “ Aku menikahi segalanya milikmu” tubunya mendadak limbung karena pusing, dengan sigap Devan menangkapnya agar tidak jatuh.

“ Kau sakit? “ Tanyanya. Tanpa ekspresi khawatir, hanya mengeluarkan ekspresi jangan mempermalukan aku. itulah yang Mili lihat.

Mili menggeleng dan berusaha berdiri dengan tegak lagi.

Pukul 23.00 wib, semua tamu sudah pada bubar, Mili benar-benar sudah merasa kelelahan juga Devan, mereka masih duduk di pelaminan dengan keringat yang mengucur.

“ Ayo.” Ajak Devan.

“ Pulang? tapi aku ganti baju dulu, mana mungkin naik motor dengan baju seperti ini.” Ucap Mili polos.

“ Kau lupa ini hotel milik siapa?”

“ Hah?”

“ Cepatlah, aku mau istirahat.” Devan berjalan duluan dan Mili mengikutinya.

Mereka pergi kesebuah kamar yang sudah di siapkan, Mili terlihat bingung dan mengikuti sambil mengumpat sepanjang jalan hingga sampai ke depan sebuah kamar.

“ Kamarku dimana?” Tanya gadis ini lagi-lagi dengan polosnya.

“ Sejak kapan orang menikah memesan 2 kamar? klo orang tau mereka akan mentertawaiku, dan... bisakah kamu berpikir sedikit sebelum mengeluh, bertanya, atau kalau bicara.” Pintu terbuka, Devan menariknya masuk kedalam dan pintu terkunci otomatis ketika tertutup.

“ Kau kan...bisa mengambil satu kunci di bagian resepsionis?” Tanya Mili lagi, dia benar-benar tidak rela satu kamar apalagi semaleman bersama orang kejam macam Devan, mengingat beberapa waktu yang lalu, laki-laki ini pernah sekali mencium nya dan 1 kali hampir melakukan yang ke dua kalinya.

“ Terserah, aku capek. “ Devan tidak peduli, ia melempar jas, sepatu dan dasi sembarangan, ia bahkan membuka kemejanya dan hanya memakai kaos dalam putih lengan pendek. Mili meremas bajunya, dia takut, bingung dan segala perasaan campur aduk. “ Kalau tidak salah baju gantimu ada di dalam kamar mandi.” Lanjut Devan sambil tiarap di kasur empuknya.

Mili bergegas pergi kekamar mandi, tapi tidak berapa lama.

“ Kak...” Panggil Mili dari dalam.

“ Apa? “

“ Bisa aku pinjam kemejamu?”

“ Buat apa? bukankah sudah ada baju ganti? “

“ Tapi...”

“ Tidak usah bawel!! “ Potong Devan kesal, Mili akhirnya keluar dengan baju tidur sutra selutut warna pink tanpa lengan, hanya 2 tali tipis yang menjadi penyangga baju tidur tersebut dan membuat Mili risih. Devan melihatnya jadi salah tingkah dan langsung melemparkan kemejanya. “ Pakai itu! harusnya kau membawa baju ganti sendiri!” dengusnya kesal. Mili bergegas mengambil kemeja putih tersebut dan memakainya untuk menutupi lekuk tubuhnya, wajahnya bahkan memerah karena malu, harus diakui Devan benar, kenapa dia tidak membawa baju ganti sendiri?

Gadis itu hanya mematung, dia mengambil satu bantal di atas kasur.

“ Kau mau apa?” Tanya Devan heran.

“ Tidur di sofa..” jawab Mili ragu dengan menunduk dan menggigit bibirnya.

“ Kau yakin tidak mau tidur dengan suamimu? “Devanmenatapnya aneh, Mili langsung memeluk erat bantalnya dan menelan ludah.” Sudahlah, terserahmu! aku juga tidak perduli dan tidak berminat memangsamu” lanjut Devan yang sudah bisa membaca ekspresi ketakutan Mili.

Previous Page of 3Next Page

Comments & Reviews (23)

Login or Facebook Sign in with Twitter


library_icon_grey.png Add share_icon_grey.png Share

Cast

Mandy Mooreas Mili
Shane West as Devan
Chad Michael Murrayas Refaldy

Who's Reading

Recommended