Previous Page of 86Next Page

wiro sableng Episode Perjanjian Dengan Roh (5 episode)

spinner.gif

BASTIAN TITO

PENDEKAR KAPAK MAUT NAGA GENI 212

W

W

I

I

R

R

O

O

S

S

A

A

B

B

L

L

E

E

N

N

G

G

PERJANJIAN

DENGAN ROH

Sumber Kitab: Pendekar212

Penyedia Cover: kelapalima

E-Book: kiageng80

WIRO SABLENG

PERJANJIAN DENGAN ROH

1

ALAM kegelapan dan dinginnya udara malam, Djaka

Tua tambatkan kudanya di batang pohon kelapa.

Debur ombak serta deru tiupan angin laut selatan

terdengar sambung-menyambung tak berkeputusan. Lelaki

berusia lebih setengah abad ini memandang dulu ke arah

laut luas sebelum melangkah menuju gundukan batu

membentuk bukit terjal setinggi sepuluh tombak dan

panjang hampir tigaratus kaki di samping kirinya. Walau

sebelumnya cuma satu kali datang ke tempat itu namun

Djaka Tua masih ingat jalan yang harus diambil. Di malam

gelap tidak mudah menyusuri lamping bukit batu terjal

serta licin terkikis angin mengandung garam. Sesekali dia

dikejutkan oleh suara kepak sayap kelelawar yang terbang

rendah.

Djaka Tua adalah pembantu di rumah seorang pejabat

tinggi yang diam di pinggiran Kotaraja. Nama sebenarnya

Akik Sukro namun karena sampai usia limapuluh tahun

lebih dia belum beristri, teman-teman memanggilnya Djaka

Tua. Tidak kawinnya Akik Sukro mungkin karena cacat yang

dideritanya sejak kecil yaitu dia memiliki sebuah punuk di

belakang leher sehingga tidak ada perempuan yang suka

padanya walau sehari-hari dia adalah seorang lelaki baik

budi pekerti dan tutur bicaranya.

Langkah Djaka Tua terhenti ketika hidungnya mencium

bau kemenyan. Ada rasa merinding namun juga rasa lega

karena bau kemenyan itu menandakan tanda orang yang

Previous Page of 86Next Page

Comments & Reviews

Login or Facebook Sign in with Twitter
library_icon_grey.png Add share_icon_grey.png Share

Who's Reading

Recommended