Halaman sebelumnya of 32Halaman selanjutnya

RINGKASAN LOGIKA MUSLIM

spinner.gif

RINGKASAN  LOGIKA MUSLIM

HASAN ABU AMAR

Ringkasan logika Muslim 

Hasan Abu Amar 

RINGKASAN ILMU LOGIKA

Perlunya Ilmu Logika

Disadari atau tidak. Akal manusia pada hakekatnya memerlukan suatu aturan dalam manganlisa berbagai masalah. Karena ilmu logika merupakan ilmu yang mengatur cara berpikir(analisa) manusia. Maka keperluan kita terhadap ilmu logika adalah untuk mengatur dan mengarahkan kita kepada suatu cara pikir yang benar . 

 

Kalau anda bertanya : " Bagaimanakah dengan kekeliruan berpikir sebagian orang yang sudah mempelajari ilmu logika atau Mantiq? 

 

Jawaban kami : 

Ø Dengan pertanyaan yang biasa disebut dalam istilah bahasa arab - dengan jawaban naqidh (kontra), yaitu yang berarti jawaban dengan membalas pertanyaan , adalah: "Bagaimanakah dengan kekeliruan berbicara dalam sebagian orang yang sudah berbahasa tertentu, misalnya bahasa Inggris?" 

Ø Dengan penjelasan adalah : "dengan jawaban naqidh(kontra) diatas dapat dimengerti bahwa belajar suatu ilmu tidak menjamin bahwa perbuatan seseorang terarahkan dengan ilmu yang dipelajarinya. Adakah ia mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari atau tidak. Sebab ilmu logika tidak mengajari orang untuk berpikir, melainkan mengajari orang mengatur dengan baik pikirannya sehingga mencapai suatu hasil yang benar. Sebagaimana pelajaran bahas Indonesia. Ia tidak mengajari orang untuk berbicara tetapi mengajari orang untuk mengatur pembicaraan sehari-harinya. Kemudian ada hal yang sangat mungkin menjadi sebab adanya kesalahan berpikir pada sebagian atau banyak orang yang sudah mempelajari ilmu logika. Yaitu kesalahan pada penerapan kaidah-kaidahnya . 

 

Subyek Ilmu Logika  

Yang menjadi subyek atau pokok bahasan ilmu logika adalah definisi dan argumen. Maka dari itu kadang kala ia membahas tentang ilmu-ilmu "Gambaran"(tashawury, concept)". Yakni kepahaman yang belum terhukumi atau kepahaman tunggal. Tujuannya, supaya kata dapat menjabarkan dengan baik suatu kepahaman tunggal yang masih majhul. tetunya dengan memberikan rumus-rumus logis untuk itu. Subyek inilah yang disebut "definisi" 

Akan tetapi. Kadang kala ilmu logika membahas ilmu-ilmu "keyakinan"(Tashdiqi,Assent). Yakni, kepahaman yang berhukum. Yang juga biasa disebut dengan statement atau proposisi atau kalimat-berita. Tujuannya , supaya kita dapat membuktikan dengan baik atau mengetahui kebenaran suatu proposisi atau statement yang masih majhul. Tentu saja dengan memberikan rumus-rumus argumen yang tepat dan logis. Subyek inilah yang disebut "argumen"

I l m u 

Ada beberapa pembagian tentang ilmu. Sebelum kita memasuki pembagian tentang ilmu yang kita perlukan dalam pembahasan logika ini. Perlu kami sajikan disini pembagian menurut asal muasalnya : 

1. Ilmu panca idera (hissi, sense, external sense, sensory). Yaitu ilmu yang hanya didapati lewat panca indera. 

2. Ilmu khayal (imagination). 

Ilmu ini setingkat lebih tinggi dari ilmu paca indera, sebab disini dilakukan perbandingan atas apa-apa yang didapat dari ilmu panca indera. Maka yang satu - misalnya pohon kelapa - lebih tinggi dari yang lain - misalnya pohon jagung. Begitu juga batu, lebih keras dari tanah, lebih dari kapas, dan seterusnya. 

Selain perbandingan, perpaduan juga dilakukan. Misalnya, perpaduan warna merah dengan baju, air, kertas, rumah, langit dan sebagainya. Perpaduan ini kadang kala mengahsilkan sesuatu yang tidak mempunyai wujud(eksistensi). Misalnya emas yang dipadu dengan gunung. 

3. Ilmu Wahmi (estimative faculty) 

Yaitu mengetahui sesuatu yang tidak material dan tidak mempunyai ukuran. Seperti cinta kasih, marah, sedih, dan sebagainya. 

4. Ilmu Aqli (Intelektual) 

yaitu ilmu dengannya manusia dikatakan manusia. 

Ilmu ini dicapai dengan kesempurnaan Akal. Akal tersebut mengelola ilmu-ulmu sebelumnya, yaitu yang didapat dengan panca indera, khayal dan wahmi. Maka, ia-Akal mengambil kesimpulan-kesimpulan universal dari individu-individu yang ia bandingkan satu sama lain. Begitu juga ia-Akal - mengambil hasil yang benar dari hasil perbandingan-perbandingan yang ia lakukan, dan menolak hasil-hasil yang salah. Ilmu logika justru diadakan demi meluruskan pekerjaan akal tersebut sehingga terlepas dari pengaruh-pengaruh panca indera , Khayal, dan wahmi yang salah dan untuk mencapai kebenaran yang hakiki. Disamping itu ilmu akal bertugas memajukan ilmu-ilmu yang telah didapatkan.

Halaman sebelumnya of 32Halaman selanjutnya

Komentar dan Ulasan (3)

Login or Facebook Sign in with Twitter


library_icon_grey.png Tambah share_icon_grey.png Berbagi

Siapa yang Membaca

Disarankan