Previous Page of 277Next Page

Kisah Sepasang Rajawali

spinner.gif

Bu Kek Sian Su (9)

Kisah Sepasang Rajawali

"Haaiiiii.... hiiyooooo.... huiiiiii....!"

"Eh, Bu-te (adik Bu), jangan main-main! Angin bertiup begini kencang, lekas duduk dan

membantu aku. Gulung layar itu, kita bisa celaka kalau angin sebesar ini dan layar tetap

berkembang!"

"Yahuuuuu....! Wah, dengar, Lee-ko (kakak Lee), suara terbawa angin tentu terdengar sampai

jauh. Hiyooooohhhhh....!"

Mereka adalah dua orang anak laki-laki yang menjelang dewasa, berusia empat belas tahun,

berwajah tampan dan bertubuh tegap kuat. Mereka ini kakak-beradik yang mempunyai ciri wajah

berbeda sungguhpun sukar dikatakan siapa di antara mereka yang lebih tampan. Yang disebut

Lee-ko adalah Suma Kian Lee, sedangkan adiknya itu adalah Suma Kian Bu, dan kedua orang anak

laki-laki ini bukan anak-anak nelayan biasa yang bermain-main dengan perahu mereka,

melainkan putera-putera Pendekar Super Sakti Suma Han atau yang lebih terkenal dengan

julukan Pendekar Super Sakti atau Pendekar Siluman, Majikan Pulau Es!

Pendekar Super Sakti yang mengasingkan diri dari dunia ramai selama bertahun-tahun, tinggal

di Pulau Es bersama dua orang isterinya, yaitu Puteri Nirahai dan Lulu, dua orang isteri

yang cantik jelita dan mencinta suaminya dengan sepenuh jiwa raga mereka. Di dalam

ceritaSepasang Pedang Iblis diceritakan betapa suami dengan kedua orang isterinya ini baru

berkumpul kembali di pulau itu setelah mereka berusia empat puluh tahun dan hidup bertiga di

pulau kosong itu, mengasingkan diri dari dunia ramai dan saling mencurahkan kasih sayang

yang terpendam selama belasan tahun berpisah!

Dari curahan kasih sayang yang amat mendalam dan mesra itu, terlahirlah dua orang anak

laki-laki itu. Lulu melahirkan puteranya lebih dahulu, dan anak itu diberi nama Suma Kian

Lee. Setengah tahun kemudian, Nirahai juga melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi

nama Suma Kian Bu. Tentu saja kelahiran dua orang anak laki-laki itu menambah rasa bahagia

di dalam kehidupan mereka bertiga sehingga tidak begitu terasalah kesunyian di pulau itu.

Dan setelah kedua orang anaknya terlahir, demi kepentingan dua orang anaknya, Suma Han tidak

lagi pantang bergaul dengan orang lain, bahkan seringkali dia mengajak kedua orang puteranya

pergi meninggalkan Pulau Es mengunjungi pulau-pulau lain di dekat daratan besar yang dihuni

oleh nelayan-nelayan.

Karena kedua orang anak itu lebih mirip dengan ibu masing-masing, maka biarpun keduanya sama

tampan, namun terdapat perbedaan dan ciri khas pada wajah mereka, juga semenjak kecil sudah

tampak perbedaan watak mereka yang menyolok sekali. Suma Kian Lee, putera Lulu, berwatak

lembut dan halus, sabar dan tidak pernah melakukan kenakalan, juga pendiam. Sebaliknya, Suma

Previous Page of 277Next Page

Comments & Reviews (4)

Login or Facebook Sign in with Twitter


library_icon_grey.png Add share_icon_grey.png Share

Media

Kisah Sepasang Rajawali I

Who's Reading

Recommended