Previous Page of 498Next Page

Pendekar Sakti Suling Pualam

spinner.gif

"Aku pernah dengar mengenai Kui Bin Pang itu, kira-kira

sudah hampir seratus tahun yang lalu," ujar Kou Hun Bijin.

"Tapi Kui Bin Pang itu cuma bergerak di luar perbatasan, tidak

pernah memasuki daerah Tionggoan."

"Benar." Tio Tay Seng manggut-manggut. "Pada waktu itu,

ayahku memperoleh informasi tentang Kui Bin Pang, maka

segera berangkat ke kota Giok Bun Kwan (Kota Perbatasan).

Namun ketika sampai di sebuah desa, ayahku justru malah

bertemu dengan ketua Kui Ban Pang."

"Oh?" Sam Gan Sin Kay tertarik. "Lalu apa yang terjadi?"

"Ternyata ketua Kui Bin Pang memasuki daerah Tionggoan

dengan maksud menyelidiki keadaan rimba persilatan

Tionggoan. Setelah itu, barulah ia akan membawa para

anggotanya untuk menyerbu ke rimba persilatan Tionggoan,"

ujar Tio Tay Seng memberitahukan. "Oleh karena itu, ayahku

menantangnya bertarung."

"Mereka berdua jadi bertarung?" tanya Kou iiun Bijin.

"Tentu jadi," jawab Tio Tay Seng dan melanjutkan. "Sebab

ketua Kui Bin Pang bersifat angkuh, maka terjadilah

pertarungan yang amat seru dan sengit. Beberapa ratus jurus

kemudian, ayahku berhasil memukulnya hingga jatuh ke

jurang. Namun dada ayahku juga tertendang oleh

tendangannya, sehingga membuat ayahku mengalami luka

dalam yang cukup parah. Beberapa bulan kemudian, barulah

ayahku bisa pulih.'

"Pantas sejak itu tiada kabar beritanya mengenai Kui Bin

Pang yang misteri itu!" ujar Kou Hun Bijin. 'Ternyata ayahmu

berhasil memukul ketua itu jatuh ke jurang!"

"Tio Tocu," tanya Kim Siauw Suseng. "Tentang kejadian itu

tiada seorang pun yang mengetahuinya?"

"Memang tidak," jawab Tio Tay Seng. "Bahkan para

anggota Kui Bin Pang pun tidak tahu tentang itu”

"Kalau begitu...." Tio Cie Hiong mengerutkan kening.

"Kenapa kini malah muncul para anggota Kui Bin Pang itu?"

"Aku pun tidak habis pikir," sahut Tio 'Im Seng sambil

menggeleng-gelengkan kepala, kemudian menambahkan.

"Para anggota Kui Bin Pang itu telah muncul, pertanda

perkumpulan itu sudah punya ketua. Karena itu...."

"Hi hi hi!" Kou Hun Bijin tertawa nyaring "Tio Tocu, engkau

khawatir perkumpulan itu akab ke mari menuntut balas?"

"Kalau terjadi itu, bukankah ketenangan Pulau Hong Hoang

To ini akan terusik?" sahut Tay Seng sambil menghela nafas

panjang. "Kita semua ingin hidup tenang dan damai di sini.'

"Paman," ujar Tio Cie Hiong. "Kui Bin Pang itu sama sekali

Previous Page of 498Next Page

Comments & Reviews (2)

Login or Facebook Sign in with Twitter


library_icon_grey.png Add share_icon_grey.png Share

Who's Reading

Recommended