Previous Page of 3Next Page

Kumpulan Puisi Perjuangan >> Puisi Wiji Thukul

spinner.gif

puisi Puisi Perjuangan atas ketidakadilan dan rakyat yang tertindas. kumpulan puisi perjuangan karya Wiji Thukul ini terus terang membuat saya merinding dan bergetar. Kata-katanya mengalir dengan jelas dan lugas, tanpa perlu mnegernyitkan dahi untuk memahami puisinya. Kata-kata yang jujur tanpa polesan kosmetik dan terbebas dari teori-teori puitis.

Setelah searching di google akhirnya, saya menemukan beberapa puisi lagi selain yang tersimpan di buku saya. Nah, di sini saya akan berbagi kepada sobat semua. Sumpah, setiap kali membaca puisi-puisi karya Wiji Thukul ini, saya selalu merinding....

BUNGA DAN TEMBOK

seumpama bunga

kami adalah bunga yang tak kaukehendaki tumbuh

engkau lebih suka membangun

rumah dan merampas tanah

seumpama bunga

kami adalah bunga yang tak kaukehendaki adanya

engkau lebih suka membangun

jalan raya dan pagar besi

seumpama bunga

kami adalah bunga yang dirontokkan di bumi kami sendiri

jika kami bunga

engkau adalah tembok

tapi di tubuh tembok itu telah kami sebar biji-biji

suatu saat kami akan tumbuh bersama

dengan keyakinan: engkau harus hancur!

dalam keyakinan kami

di mana pun - tirani harus tumbang!

Solo, '87 - '88

Tanpa Judul

kuterima kabar dari kampung

rumahku kalian geledah

buku-bukuku kalian jarah

tapi aku ucapkan banyak terima kasih

karena kalian telah memperkenalkan

sendiri pada anak-anakku

kalian telah mengajar anak-anakku

membentuk makna kata penindasan

sejak dini

ini tak diajarkan di sekolahan

tapi rezim sekarang ini memperkenalkan

kepada semua kita

setiap hari di mana-mana

sambil nenteng-nenteng senapan

kekejaman kalian

adalah bukti pelajaran

yang tidak pernah ditulis Indonesia,

11 agustus 96

SAJAK SUARA

sesungguhnya suara itu tak bisa diredam

mulut bisa dibungkam

namun siapa mampu menghentikan nyanyian bimbang

dan pertanyaan-pertanyaan dari lidah jiwaku

suara-suara itu tak bisa dipenjarakan

di sana bersemayam kemerdekaan

apabila engkau memaksa diam

aku siapkan untukmu: pemberontakan!

sesungguhnya suara itu bukan perampok

Previous Page of 3Next Page

Comments & Reviews (1)

Login or Facebook Sign in with Twitter


library_icon_grey.png Add share_icon_grey.png Share

Who's Reading

Recommended