Pieces of Love riddle ( Indonesian Language )

spinner.gif


 

Manhattan, January 13th Friday 8 pm

 

 

 

Aku memainkan jariku diatas tuts piano dengan elu kucingku disebelahku. Dia terus mengibaskan ekornya. Dan aku terus memainkan piano sembari bernyanyi.

 

“ Alison…” ujar suara Brad dari arah pintu depan

 

Aku menghentikan dnetangan piano ku. Dan menarik nafas panjang. Aku menggendong Elu, dan menghambiri Brad.

 

“ ada apa?” tanyaku

 

“ hey… aku akan menemui ibu, dia begitu menghawatirkanmu, kau tahu… ini pertamakalinya kau jauh dari rumah… dan aku akan kembali LA…” ujar Brad mengenakan jaket kulit hitamnya

 

“ baiklah.. katakana pada ibu aku baik-baik saja…” ujarku lembut

 

“ dan aku ingin membahas soal cowon itu!” ujar Brad

 

“ siapa?” tanyaku pura-pura tidak tahu

 

“ logan… siapalah namanya…”

 

“ oh…” ujarku memutar bola mata. Di dalam lubukm hatiku aku berharap dia tidak mengikut campuri pertemananku.

 

“ aku… tidak menyukainya…” ujarnya

 

“ kenapa?” ujarku

 

“ dia skinny, nerd… aneh… dan entahlah ada rasa euw…”

 

“ Brad,… aku 19 tahun sekarang okay, kau tak bisa mengatur dnegan lelaki siapa aku erteman dan dnegan siapa aku keluar okay? Kau selalu melaukannya… membatasi gerakanku, dan aku lelah..” ujarku.. menutup pintu

 

“ Alison…baiklah.. jaga dri baik-baik… dan ELu bye…” ujarnya

 

“ bye..” ujarku dari dalam

 

Aku menutup pintu rapat-rapat. Menarik nafas panjang, dan meletakkan Elu dibawah. Dia mengeong

 

Aku berjalan kearah sofa, menyalakan TV, dan menekan tombo remote tv, mencari acara yang bisa kunikmati. Tapi tak ada satupun. Aku menatap langit-langit ruangan. Dan yang kulihat hanya wajah Logan, dna senyumnya…

 

Elu melompat katas sofa, dan aku merangkulnya dan meghelus-elusnya. Aku masih memikirkan Logan, pikiranku tak bisa focus pada satu hal. Dia terlalu adorable.

 

“ I want to know if you single, who do you love? Who are you… I want to know you…” ujarku pelan

 

Lalu tiba-tiba saja rongtoneku bordering. Aku menarik nafas panjang. Pasti Brad, kalau tidak Ibu.

 

“ coming…” ujarku

 

Aku pun mengambil iPhoneku dan aku melihat nomor yang tak pernah kuterima sebelumnya.

 

“ halo …” ujarku…

 

“ hai… uhm… hi!” ujar sebuah suara di ujung sana

 

“ who is this?” tanyaku

 

“oh… ini Alisonkan?’ Tanya suara it

 

“ iya.. benar…” jawabku

 

“ hai.. uhm… aku… aku Logan..” ujar suara tersebut.

 

Aku menutup mulutku dengan jari-jariku, berharap aku tak berteriak. Aku pun berlari kekamarku, dan ELu mebikutiku. Aku membuka pintu kamarku dilantai 2, dan melompat keatas kasur.

 

“ hei uhm… tentang kakimu tadi…” ujarnya

 

“ kau maish ingin membahasnya?” tanyaku

 

“ uhm,… tidak.. tapi.. sebagai permintaan maaf, aku- aku ingin mengajakmu makan malam…” ujarku

 

“ dinner?’ tanyaku mengulangi berharap aku tidak sedang bermimpi

 

“ iya…. Uhm… sebagai permintaan maaf, dan salam perkenalan.,.” ujarnya

 

“ baiklah, aku tak pernah sibuk… kapan?” tanyaku

 

“ besik malam…” ujarnya

 

Aku meremas bantalku riang

 

“ uhm… baiklah… dimana?” tanyaku

 

“ berika print gps dan alamatmu, aku akan menjeputmu… ini-ini rahasia…” ucapnya

 

“ sangat secret?” tanyaku

 

“ ya… bisa dibilang begitu..” ujarnya

 

“ baiklah…” ujarku calm, walaupun faktanya aku sangat kegirangan

 

“ okay… um… I wait you tomorrow night…”

 

“ okay..”

 

“ bye have a good night..” ujarnya

 

“ you too..”

 

Aku pun menutup telefonku, merasa tersambar petir. Aku pun merebah dia atas tempat tidurku.

 

“ kau pasti bercanda…” ujarku dam hati

 

Elu, merangkul dibawah kakiku, memberikan kenyamanan disaat aku sedang amat bahagia.

 

Aku tersenyum dan menutp mataku, karena terlalu bahagia… aku tertidur…

 

 

 

 

             

Comments & Reviews

Login or Facebook Sign in with Twitter
library_icon_grey.png Add share_icon_grey.png Share

Cast

Logan Lermanas Logan Lerman
Skandar Keynesas Jerremy Alexander
Chris Pineas Chris Van Houver
Alex Pettyferas Brad
Lilly Collinsas Saphire

Who's Reading

Recommended