Previous Page of 423Next Page

Kesatria Baju Putih

spinner.gif

Kesatria Baju Putih I (Lanjutan Anak Naga)

Pek In Sin Hiap

Karya : Chin Yung

Bagian 01

PENDAHULUAN

Rimba persilatan menjadi gempar, karena kemunculan sebuah kotak pusaka yang berisi kitab

pelajaran ilmu silat tingkat tertinggi. Konon kotak pusaka tersebut adalah peninggalan Pak Kek

Siang Ong (Dewa Kutub Utara), yang berilmu sangat tinggi dua ratus tahun lampau.

Bagi siapa yang memperoleh kotak pusaka tersebut, dan mempelajari kitab ilmu silat yang di

dalamnya, maka orang itu akan menjadi jago yang tanpa tanding dalam rimba persilatan.

Oleh karena itu, semua kaum rimba persilatan dari berbagai golongan ingin merebut kotak

pusaka tersebut, termasuk tujuh partai besar rimba persilatan, yakni partai Siauw Lim, Bu Tong,

Hwa San, Kun Lun, Go Bie, Khong Tong dan partai Swat San.

Kemunculan kotak pusaka tersebut justru membawa maut dan bencana bagi rimba persilatan,

sebab kaum rimba persilatan saling membunuh demi memperoleh kotak pusaka itu, sehingga

menimbulkan banjir darah dalam rimba persilatan.

Orang pertama yang mendapatkan kotak pusaka itu, tak lama kemudian mati dikeroyok, begitu

pula orang kedua. Kini yang mendapatkan kotak pusaka itu adalah Hui Kiam Bu Tek (Pedang

Terbang Tanpa Tanding) Tio It Seng, istrinya adalah sin Pian Bijin (Wanita Cantik Cambuk Sakti) Lie

Hui Hong.

0o0

Malam yang gelap gulita, disertai hujan deras dan kilat pun terus menerus menyambar. Tiba-tiba

tampak sosok bayangan menerjang ke dalam sebuah rumah di kaki gunung, yang ternyata seorang

lelaki berusia lima puluhan. Rambut, wajah dan pakaiannya telah basah kuyup, bahkan pakaiannya

bernoda darah.

"Hui Hong" seru lelaki itu, yang tangan kirinya membawa sebuah kotak kecil bergemerlapan,

dan tangan kanannya menggenggam sebilah pedang.

"Kita harus cepat kabur"

"Apa yang telah terjadi, It seng?" tanya seorang wanita cantik dengan mata terbelalak-

Mereka adalah suami istri. Lelaki itu adalah Hui Kiam Bu Tek-Tio It seng, sedangkan wanita itu

adalah sin Pian Bi jin-Li Hui Hong.

Jangan banyak tanya" sahut Hui Kiam Bu Tek-Tio It seng.

"Di mana anak-anak kita?"

"Lagi tidur" sin Pian Bi jin-Lie Hui Hong memberitahukan.

"Tio sam?" tanya Tio It seng.

"Tuan besar...."

Tampak seorang tua berusia enam puluhan berlari-lari menghampirinya.

"Tio sam, keadaan sudah mendesak sekali," ujar Tio It seng.

"Engkau harus segera membawa putraku kabur ke arah barat, aku dan Hui Hong akan

membawa Suan-Suan ke arah timur Kalau terjadi sesuatu atas diri kami, engkau harus baik-baik

Previous Page of 423Next Page

Comments & Reviews (4)

Login or Facebook Sign in with Twitter


library_icon_grey.png Add share_icon_grey.png Share

Media

Kesatria Baju Putih I

Who's Reading

Recommended