Halaman sebelumnya of 4Halaman selanjutnya

Merlion, I'm in Love

Didedikasikan untuk
Big Fam of Adrinamshah Sjofian
spinner.gif

Diandra baru saja selesai mengepel lantai flat pagi ini. Senang sekali melihat lantai begitu bersih dan mengkilap seperti sekarang. Diandra lantas teringat Mbok Nem, pembantunya di rumah. Setiap pagi Mbok Nem selalu mengepel lantai rumah seperti sekarang. Ahh...Diandra baru menyadari betapa lelahnya menjadi Mbok Nem setelah menyamar sebagai TKW seperti ini. Bagaimana nasib para TKW yang lain? Diandra yakin tidak semua seberuntung dirinya bisa mendapatkan majikan seperti Jonathan. Ia bahkan pernah membaca ada TKW di Singapura yang terjatuh ketika membersihkan jendela flat yang tinggi. Kasihan mereka, tanpa sadar Diandra menggelengkan kepala teringat nasib para pekerja migran ini. Kenapa warga di sini tidak mempercayakan soal itu kepada pengurus flat saja? menyewa tenaga pembersih kaca profesional misalnya, seperti yang dipakai di gedung-gedung perkantoran.

 

Untungnya Jonathan tidak membebaninya dengan berbagai pekerjaan yang berat. Tugas Diandra adalah memasak dan membersihkan rumah. Tapi ia tidak pernah diminta untuk mengelap kaca di tempat yang berbahaya. Untuk urusan mencuci, Jonathan sudah terbiasa menggunakan jasa laundry, jadi ia hanya perlu mencuci bajunya sendiri. Itupun menggunakan mesin cuci. Soal masak, bukan masalah, karena dengan bantuan internet, ia cukup browsing resep-resep makanan apa saja. Terkadang, setiap habis makan, Jonathan pun ikut membantu mencuci piring. Jadi, bisa dikatakan ia TKW yang beruntung. Majikannya benar-benar baik. Apalagi kalau ditambah dengan kenyataan majikannya itu tampan. Ya, dia baik hati dan dia tampan sekali. Oow..Diandra menekap mulutnya sendiri. Ia tidak ingat sejak kapan mulai memikirkan kelebihan-kelebihan laki-laki itu. Apa ia mulai naksir pada Jonathan? No way, tidak mungkin. Tanpa sadar, ia melangkah di atas lantai yang masih licin dan terpeleset begitu saja.

 

Diandra terduduk di lantai dan menjerit kesakitan. Sialnya, ketika terpeleset tangannya yang berusaha mencari pegangan mengenai buffet kecil di sampingnya dan menyenggol sesuatu hingga ikut terjatuh.

 

Jonathan yang mendengar keributan kecil tersebut segera keluar dari kamar kerjanya dan mendapati Diandra yang meringis kesakitan di lantai.

 

"Astaga, ada apa denganmu? Kenapa kau bisa terduduk di sana?" ia mengulurkan tangannya pada Diandra dan menariknya berdiri. Sambil tetap mengernyit kesakitan, Diandra membiarkan Jonathan membimbingnya duduk di kursi. Pandangan mata Diandra tertuju pada benda yang disenggolnya tadi. Ya ampun! Ternyata itu frame foto pacar Jonathan! Dan frame itu pecah berkeping-keping! Diandra lantas menoleh pada laki-laki itu.

 

"Maafkan aku, Nate. Aku tidak sengaja menyenggolnya," ujarnya dengan wajah menyesal sambil menunjuk frame yang pecah tersebut.

 

"Sudahlah, tidak usah dipikirkan. Kau kan tidak sengaja. Apa masih sakit?" Jonathan malah menanyakan keadaannya setelah melihat ke arah frame tersebut sekilas.

 

"Sudah mulai hilang. Sekali lagi maaf ya, aku sudah memecahkannya. Kalau nanti pacarmu bertanya soal itu, biar aku yang menjelaskannya."

 

"Pacarku? Apa urusannya frame itu dengan pacar? Maksudmu...." Jonathan menatap Diandra kebingungan.

"Ya, gadis di foto itu. Dia pacarmu, kan?" Diandra balas menatapnya bingung.

 

Jonathan terdiam sejenak sebelum ia tertawa dengan keras.

 

"Maksudmu, Sonia? Kau bilang Sonia pacarku?"

 

"Jadi kalau bukan pacarmu, siapa dia?"

 

Jonathan bangkit mengambil foto Sonia yang terjatuh di lantai tersebut. Ia menyerahkannya pada Diandra yang masih duduk kebingungan.

 

"Rachel Sonia Woo. Dia adikku. Satu-satunya saudara kandungku" jawabnya sambil tersenyum.

 

Adik katanya? Benarkah? Diam-diam Diandra merasa lega mendengar kalau gadis cantik dalam foto tersebut bukan kekasihnya. Diandra sendiri tidak tahu kenapa rasanya sangat menyenangkan mengetahui bahwa itu foto adiknya dan bukan pacarnya.

 

"Tapi, kalian tidak mirip," protesnya cepat.

 

"Benarkah? Apa kau yakin? Coba kemarikan fotonya. Letakkan di samping wajahku dan coba kau bandingkan wajah kami berdua," tangan Jonathan meraih foto tersebut dan sekarang menyejajarkannya dengan wajahnya sendiri. Kebetulan foto tersebut adalah foto close up dari depan.

Diandra memperhatikan dengan seksama. Gadis ini -Sonia- punya mata yang berwarna hitam, berbentuk bulat dan alisnya hitam melengkung bagaikan bulan sabit. Wajahnya berbentuk hati dengan dagu yang runcing dan bibir yang mungil dan agak penuh. Rambutnya berwarna kecoklatan bahkan cenderung kemerahan. Diandra tidak bisa menebak apakah itu warna asli rambutnya tapi sepertinya begitu. Warna kulitnya agak gelap seperti kulit Melayu. Secara keseluruhan, Sonia terlihat seperti aktris India, cukup menambahkan Bindhi (hiasan di kening) saja, voila!

Halaman sebelumnya of 4Halaman selanjutnya

Komentar dan Ulasan (17)

Login or Facebook Sign in with Twitter


undian library_icon_grey.png Tambah

Multimedia

The Guy's Tale

Pemain

Jon Fooas Jonathan Arjoon Woo
Dian Sastrowardoyoas Diandra Amelia Subagja

Disarankan

Keep It a SecretTo You I BelongsHalf SoulCAFE POHON