Previous Page of 2Next Page

Pernikahan Main-Main

Dedicated to
lestarie88
spinner.gif

Suasana di ruangan sang direktur terasa sepi setelah sang sekretaris kembali ke mejanya, menyisakan kedua orang yang sedang dilanda kebisuan dengan tak mengucapkan sepatah katapun setelah mereka masuk ke dalam ruangan bercat biru langit itu !! Sebenarnya ruangan yang mereka tempati itu sangat nyaman.

Di sisi sebelah kanan terdapat jendela besar yang memperlihatkan keindahan pemandangan kota metropolis Jakarta. Di depan meja sang direktur juga terdapat satu set sofa beserta TV LCD dan beberapa perabotan lain yang menambah kenyamanan ruangan tersebut. Tapi itu semua tetap tidak bisa membuat kesunyian diantara dua orang itu pergi begitu saja.  

Sang wanita sibuk mempersiapkan mentalnya agar saat nanti ia diceramahi oleh atasannya ia tidak terbawa emosi. Sedangkan sang pria sibuk dengan pikirannya dan kata-kata yang hendak disampaikannya.

Lagipula Marcus pun pikirannya sedang melayang-layang mengingat kembali perkataan yang telah teman-temannya lontarkan kemarin.

“Kau yakin rencana gilamu ini akan terlaksana ??” Tanya Andrew saat itu.

“tentu saja” jawab Marcus dengan penuh keyakinan.

“lalu siapa wanita yang akan kau pilih untuk kau jadikan istri ‘main-main’mu itu ??” Vincent bertanya kembali.

Terdengar helaan nafas sebelum Marcus menjawab.

“aku juga tidak tahu. Aku belum menemukan wanita yang tepat untuk kujadikan istri ‘main-main’ku itu.” Serunya sambil berpikir.

Setelah mengucapkan kalimat itu tampak semua orang yang sedang mengobrol itu terdiam untuk beberapa saat. Sampai pada akhirnya salah seorang dari mereka yang bernama Aiden berseru sampai membuat yang lainya terkaget-kaget.

“ooohhhhh……..” katanya sambil langsung menegakkan tubuhnya dari senderan sofa.

“Bagaimana jika gadis itu saja” Aiden berseru dengan semangat berkoar-koar.

“Ya Tuhaaannnnn… kau gila Aiden. Bisakah kau tidak berbicara sekeras itu ?? kau ingin membuat kami mati karena terserang serangan jantung mendadak, heh ?? cerocos seorang yang paling cerewet diantara pria-pria itu dengan sedikit membentak. Yang dibentak pun hanya bisa mendengus mendengar seruan beserta bentakan dari Vincent.

Setelah menenangkan kekagetan mereka Andrew bertanya kepada Aiden “siapa gadis yang kau maksud ??”

“siapa lagi kalau bukan si gadis cerewet dan galak itu”

“Chaeryl maksudmu ??” pertanyaan sekaligus pernyataan Andrew itu pun hanya dijawab dengan anggukan dan cengiran yang lebar dari Aiden.

“What the hell this ?? kau gila !! aku mana mau disandingkan dengan gadis itu !! Bukannya hidup tentram dan damai, tapi malah berubah menjadi BURUK” Marcus memprotes ide yang diberikan Aiden kepadanya dengan suara ditinggikan akibat ke-syok-kannya mendengar hal itu.

“tapi kan tadi kau sendiri yang bilang, kalau tak mengapa wanita seperti apapun yang penting kau punya istri dan statusmu berubah menjadi SUAMI” jawab Vincent dengan penuh penekanan pada kata suami.

Marcus tampak berpikir. Setelah itu diahanya bisa mendesah bingung karena selain gadis itu siapa lagi kandidat wanita yang bisa dia jadikan istri.

Lama dia melamunkan hal tersebut, akhirnya Marcus pun terbangun dari lamunannya dan mengeluarkan suara berupa helaan napas panjang yang membuat wanita di depannya mendongak melihat kearahnya.

Marcus mencoba memikirkan kembali perkataan Aiden “lagipula selain gadis itu siapa lagi yang mau jadi kandidat istrimu. Okey. Aku tahu pasti banyak wanita mau menjadi istrimu, tapikan yang mereka inginkan hanya harta dan kepopuleran karena kau adalah salah satu diirektur termuda yang sangat dikagumi orang-orang.  Selain itu juga kalian kan saling tidak menyukai,, oh ralat saling benci alias rival sejati !!! aku rasa kalian mungkin nanti akan terhindar dari yang namanya saling jatuh cinta”

Mengingat itu, sedikit keberanian pun muncul dalam diri Marcus untuk membicarakan masalah ini dengan wanita di hadapannya.

“saya………Saya………” keduanya berbicara bersamaan. Dan kecanggungan pun semakin banyak menghampiri mereka.

“emmmmmm kau duluan…..” ujar Marcus.

“Haaahhhh…..” helaan napas terdengar sebelum akhirnya Chaeryl berbicara. “Baiklah… Saya minta maaf karena saya terlambat datang Pak” katanya sambil menunduk tidak berani melihat kearah Marcus.

Previous Page of 2Next Page

Comments & Reviews (23)

Login or Facebook Sign in with Twitter


library_icon_grey.png Add share_icon_grey.png Share

Cast

Cho Kyuhyun Super Junioras Marcus
Han Chaerylas Chaeryl

Who's Reading

Recommended